Omah Lowo Solo, ‘Adaptive Reuse’ dan Strategi Masa Depan Kota Berkelanjutan

DI BANYAK kota Indonesia, bangunan tua masih diposisikan sebagai beban fiskal. Biaya perawatan tinggi. Fungsi ekonomi dianggap terbatas. Risiko keselamatan kerap dijadikan legitimasi pembongkaran. Akibatnya, memori kota terkikis pelan-pelan, digantikan bangunan baru yang seragam dan miskin identitas. Di kawasan Laweyan, Surakarta, sebuah rumah tua menunjukkan arah berbeda. Omah Lowo, yang dulu dikenal sebagai “rumah kelelawar”…

Baca Selengkapnya...