Berebut SAF Sebelum Bahan Bakarnya Tersedia

MASKAPAI penerbangan mulai menyadari satu kenyataan penting. Membuat janji menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel belum tentu membuat bahan bakar itu tersedia. Permintaannya tumbuh. Regulasi mulai mengetat. Namun, produksinya masih jauh tertinggal. International Air Transport Association atau IATA memperkirakan produksi SAF global hanya mencapai 2,4 juta ton pada 2026. Jumlah itu setara…

Baca Selengkapnya...

Ketika Investasi Hijau Masuk Meja CFO

INVESTASI keberlanjutan menghadapi pertanyaan yang semakin keras. Berapa biaya yang bisa ditekan? Pendapatan apa yang dapat diciptakan? Risiko apa yang bisa dihindari? Lalu, bagaimana seluruh manfaat itu mengalir ke kas perusahaan? Pertanyaan tersebut terdengar sangat finansial. Namun, justru di situlah masa depan strategi keberlanjutan perusahaan sedang ditentukan. Banyak perusahaan telah mampu menghitung emisi, menyusun target…

Baca Selengkapnya...

Ambisi Bangunan Nol Emisi Tersandung di Seluruh Uni Eropa

SELURUH 27 negara anggota Uni Eropa menghadapi masalah yang sama, terlambat menerjemahkan ambisi bangunan hijau menjadi hukum nasional. Komisi Eropa mengirimkan surat teguran resmi kepada semua negara anggota pada 14 Juli 2026. Mereka dinilai belum sepenuhnya mengadopsi Energy Performance of Buildings Directive atau EPBD. Batas waktunya berakhir pada 29 Mei 2026. Tidak satu pun negara…

Baca Selengkapnya...

Algoritma Menjual Keinginan, Bumi Membayar Harganya

MEDIA sosial tidak lagi hanya menjadi tempat orang berbagi foto, mengikuti berita, atau menjaga hubungan. Media sosial telah berkembang menjadi mesin perdagangan yang bekerja hampir tanpa jeda. Setiap video yang ditonton hingga selesai, produk yang diklik, unggahan yang disimpan, dan layar yang disentuh menjadi sinyal. Algoritma mempelajari sinyal itu untuk memperkirakan apa yang kemungkinan besar…

Baca Selengkapnya...

Batik Hijau Tak Cukup Cantik

BATIK selalu punya dua wajah. Di satu sisi, batik adalah bahasa budaya. Motif, warna, dan tekniknya menyimpan cerita panjang tentang identitas, daerah, dan tangan para perajin. Namun, di sisi lain, batik juga punya jejak lingkungan yang tidak bisa diabaikan. Di balik kain yang indah, proses pewarnaan dapat menghasilkan limbah cair. Terutama ketika produksi masih bergantung…

Baca Selengkapnya...

Bank Dunia Lepas Target Iklim, Indonesia Perlu Bukti Baru

Ketika target persentase ditinggalkan, proyek hijau tidak otomatis kehilangan ruang. Namun, Indonesia harus menunjukkan manfaat iklim lewat hasil pembangunan yang lebih nyata. BANK Dunia tidak lagi ingin membaca pembiayaan iklim terutama dari besar kecilnya persentase dana berlabel hijau. Lembaga pembiayaan pembangunan itu melepas target 45 persen pembiayaan tahunan untuk proyek dengan manfaat iklim. Target lama…

Baca Selengkapnya...

Karbon Aktif, Industri Hijau dengan Bahan Baku Abu-abu

KARBON aktif membantu membersihkan air, limbah, dan proses industri. Namun, jalan menuju produksinya tidak selalu sebersih fungsi produknya. Di Indonesia, material ini mempertemukan dua bahan baku strategis, batu bara dan cangkang sawit. Satu unggul karena pasokan dan efisiensi proses. Satu lagi menjanjikan karena berbasis biomassa. Di antara keduanya, industri hijau tidak lagi sesederhana memilih yang…

Baca Selengkapnya...

Daya Saing RI Turun, Energi Jadi Titik Uji

INDONESIA masih tumbuh. Ekonominya besar. Pasarnya luas. Namun, data terbaru IMD World Competitiveness Ranking 2026 memberi pesan berbeda. Ukuran ekonomi belum cukup menjaga daya saing. Indonesia turun ke peringkat 48 dari 70 ekonomi dunia. Setahun sebelumnya, Indonesia berada di posisi 40. Dua tahun lalu, Indonesia sempat menembus posisi 27. Artinya, dalam dua tahun, Indonesia kehilangan…

Baca Selengkapnya...

Perusahaan Global Menagih Negara Mempercepat Elektrifikasi

Dorongan 112 perusahaan global menunjukkan elektrifikasi tidak lagi sekadar agenda iklim. Bagi Indonesia, kesiapan grid, listrik bersih, dan regulasi akan makin menentukan daya saing investasi. ELEKTRIFIKASI tidak lagi cukup dibaca sebagai agenda iklim. Ketika 112 perusahaan global meminta pemerintah mempercepat peralihan dari energi fosil ke listrik bersih, pesan yang muncul lebih luas. Daya saing ekonomi…

Baca Selengkapnya...

Dana Iklim Asia Masuk Babak Green Discount

DANA iklim tidak lagi cukup menjual janji pengurangan emisi. Di Asia, solusi rendah karbon mulai dituntut menang dalam biaya, skala, dan daya saing. Peluncuran Fund II senilai US$100 juta oleh 100×100, perusahaan pembangun venture iklim berbasis di Singapura, menunjukkan pergeseran itu. Targetnya tidak kecil. Dana ini diarahkan untuk membangun 50 perusahaan climate tech baru di…

Baca Selengkapnya...