PROPER Jadi Penentu Reputasi, Bukan Lagi Sekadar Kepatuhan
TRANSFORMASI tata kelola lingkungan di Indonesia mulai bergerak ke arah baru. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) tidak lagi sekadar instrumen evaluasi kepatuhan. Ta;pi, mulai berfungsi sebagai penanda reputasi dan daya saing perusahaan di mata publik, regulator, dan pasar. Pada periode 2024–2025, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat 5.476 perusahaan mengikuti PROPER, naik 22 persen dibandingkan…
Cleantech Butuh Pabrik, Bukan Sekadar Ide
Bottleneck Nyata Transisi Energi Ada di Infrastruktur, Bukan Talenta DI TENGAH dorongan global menuju dekarbonisasi, banyak kota berlomba membangun ekosistem teknologi bersih. Fokusnya hampir selalu sama, yakni talenta, pendanaan, dan inovasi. Namun satu elemen kunci kerap terlewat, ruang fisik untuk menguji dan menskalakan teknologi. Investasi terbaru dari JPMorganChase di Atlanta justru menyorot titik lemah itu…
Kepemimpinan Berbasis Kepedulian sebagai Kebutuhan Baru
DI TENGAH organisasi yang semakin kompleks dan bergerak cepat, persoalan kepemimpinan tidak lagi berhenti pada kemampuan mengambil keputusan. Tantangannya kini lebih mendasar, bagaimana keputusan itu dibentuk, dan bagaimana manusia di dalam sistem meresponsnya. Banyak organisasi hari ini tidak kehilangan arah karena kekurangan strategi. Mereka melemah karena rapuhnya kepercayaan, menurunnya rasa memiliki, dan terputusnya relasi manusia…
AI Mengubah Tata Kelola Abrasi dan Rob di Pantura
PENGELOLAAN pesisir Indonesia mulai memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar respons terhadap bencana, tetapi bergerak menuju sistem berbasis data. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan arah itu melalui pengembangan metode kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan garis pantai utara Jawa (Pantura) dengan akurasi tinggi. Teknologi ini tidak berhenti pada pemetaan batas darat dan laut. Tapi,…
ESG: Mengapa Standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Semakin Penting bagi Bisnis
DALAM beberapa tahun terakhir, ESG tidak lagi dipandang sebagai isu reputasi. Tapi, mulai berfungsi sebagai alat seleksi modal, menentukan perusahaan mana yang layak didanai, dipercaya, dan bertahan dalam ekonomi global yang semakin menuntut transparansi. ESG adalah kerangka penilaian yang mengukur kinerja perusahaan dari tiga aspek utama, lingkungan (Environmental), sosial (Social), dan tata kelola (Governance). Konsep…
Energi Jadi Senjata Industri, Prancis Kunci Transisi Lewat Tender 12 GW
TRANSISI energi global memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar upaya menurunkan emisi, tetapi strategi untuk mengamankan industri, rantai pasok, dan posisi geopolitik. Keputusan Prancis meluncurkan tender energi terbarukan sebesar 12 gigawatt (GW) menjadi sinyal paling jelas. Negara ini tidak hanya mempercepat kapasitas energi bersih, tetapi juga merancang ulang arsitektur industrinya, dengan energi sebagai fondasi. Langkah…
PSEL Dikebut Nasional, tapi Hulu Masih Jadi Titik Lemah
INDONESIA mulai bergerak keluar dari pola lama pengelolaan sampah. Bukan lagi sekadar mengumpulkan dan membuang, tetapi membangun sistem terpadu dari hulu hingga hilir, dari rumah tangga hingga infrastruktur energi. Dorongan ini terlihat dalam rangkaian kebijakan dan proyek yang kini berjalan paralel di berbagai wilayah. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)…
Indonesia Dorong ASEAN Bangun Arsitektur Biosekuriti Hadapi Spesies Invasif
INDONESIA mulai mendorong perubahan penting dalam tata kelola keanekaragaman hayati kawasan. Pendekatan sektoral di tingkat nasional yang selama ini dominan dinilai tidak lagi memadai. Arah kebijakan kini bergerak menuju sistem regional yang lebih terintegrasi. Melalui lokakarya regional yang digelar di Jakarta pada 30 Maret–1 April 2026, negara-negara ASEAN menyepakati pembentukan proyek AIM-ASEAN (Accelerating IAS Management…
Emisi AS Picu Kerugian Global Rp155.000 Triliun, Beban Terbesar Ditanggung Negara Berkembang
KENAIKAN suhu global selama tiga dekade terakhir bukan sekadar isu lingkungan. Tapi, telah berubah menjadi kerugian ekonomi nyata, dan kini mulai dihitung secara sistematis. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature memperkirakan emisi karbon historis Amerika Serikat menyebabkan kerugian ekonomi global hingga 10 triliun dolar AS atau sekitar Rp155.000 triliun sejak 1990. Temuan ini, sebagaimana…
Rp1.100 Triliun Dipertaruhkan, ASEAN Hadapi Pilihan Mahal Surya atau LNG
TRANSISI energi di Asia Tenggara mulai bergeser arah. Bukan lagi semata soal emisi. Tapi soal biaya, risiko, dan ketahanan ekonomi. Analisis terbaru dari lembaga energi Ember menunjukkan, pilihan antara gas impor dan tenaga surya kini punya konsekuensi finansial yang sangat nyata. Jika ASEAN tetap menambah pembangkit listrik gas, kawasan ini berpotensi menanggung biaya jauh lebih…



