Styrofoam Bisa Didaur Ulang, Mengapa Tetap Jadi Sampah?
STYROFOAM punya paradoks yang jarang terlihat ketika kotak makanan putih itu masih berada di tangan konsumen. Materialnya secara teknis dapat didaur ulang. Namun setelah menjadi sampah, nilainya bisa kalah oleh ongkos untuk mengumpulkan dan mengangkutnya. Di situlah persoalan expanded polystyrene atau EPS menjadi lebih besar daripada sekadar urusan teknologi daur ulang. Kepala Pusat Riset Sistem…
Skor ESG Tak Selalu Cerminkan Kinerja
Dua lembaga pemeringkat dapat melihat perusahaan yang sama tetapi menghasilkan penilaian ESG berbeda. Studi menemukan 56 persen perbedaan itu berasal dari cara mengukur. Ketika Indonesia memperketat standar pengungkapan keberlanjutan, tantangannya bukan hanya membuat data semakin terlihat, tetapi memastikan yang terlihat benar-benar mencerminkan kinerja. SEBUAH perusahaan bisa mengurangi emisi, menghemat air, memperbaiki keselamatan pekerja, atau memperketat…
Kota Kebanjiran Belum Tentu Punya Cukup Air
Semarang diperkirakan memiliki potensi pemanenan air hujan 89,01 miliar liter setahun. Namun setelah kondisi sosial dan karakter wilayah diperhitungkan, yang realistis dimanfaatkan hanya sekitar 24 miliar liter. Ketahanan air ternyata bukan sekadar persoalan berapa banyak hujan yang turun. HUJAN bisa menjadi masalah dan sumber daya pada saat yang sama. Di kota seperti Semarang, air yang…
Panas Bumi Besar, Mengapa Listriknya Masih Kecil?
Indonesia memiliki potensi panas bumi 23,2 GW, tetapi baru sekitar 2,78 GW yang telah menjadi pembangkit. Pemerintah ingin mempercepat proyek dan meminta konsesi tidak ditahan. Namun jarak antara sumber daya di bawah tanah dan listrik yang masuk jaringan menunjukkan masalahnya lebih rumit daripada sekadar izin. INDONESIA punya salah satu modal energi yang sulit ditiru negara…
Jalan Tol Bisa Jadi Pembangkit Listrik, Layakkah?
Delapan ratus dua kilometer koridor jalan tol diproyeksikan dapat menampung PLTS hingga sekitar 0,5 GWp dan baterai 1,5 GWh. Gagasan itu menawarkan cara baru mencari ruang bagi energi surya. Namun lahan yang tersedia belum otomatis menghasilkan listrik yang murah. SELAMA ini jalan tol dibangun untuk satu pekerjaan utama, memindahkan kendaraan. PT PLN (Persero) melihat kemungkinan…
Ketika Listrik Bersih Tak Bisa Masuk Jaringan
China diperkirakan tidak menyerap 360 TWh listrik angin dan surya hanya dalam enam bulan pertama 2026. Bagi Indonesia yang sedang mengejar pembangunan PLTS hingga 100 GW, angka itu menunjukkan bahwa menambah pembangkit bersih saja tidak cukup. Jaringan, penyimpanan, fleksibilitas sistem, dan desain pasar listrik harus ikut bergerak. ADA paradoks baru dalam transisi energi. Sebuah negara…
Bonus Demografi Tak Cukup dengan Banyak Pekerja
Pengangguran nasional turun menjadi 4,65 persen. Namun hampir seperlima pemuda berada di luar pekerjaan, pendidikan, dan pelatihan, sementara mayoritas pekerja masih berada di sektor informal. Bonus demografi akhirnya bergantung pada kualitas pekerjaan, bukan sekadar jumlah orang yang bekerja. INDONESIA memiliki satu modal yang sulit diulang, j jumlah penduduk usia produktif yang besar. Tetapi, modal demografi…
100 GW PLTS, Seberapa Siap Sistem Listrik Indonesia?
Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW dan menyebut 30 GW akan dibangun tahun ini. Dibanding kapasitas surya Indonesia yang baru sekitar 1,5 GW pada akhir 2025, tantangannya bukan lagi sekadar memasang panel, tetapi menyiapkan jaringan, penyimpanan energi, pembiayaan, dan industri untuk lompatan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. INDONESIA sedang menyiapkan lompatan energi…
Citarum Tak Cukup Dihijaukan, Dampak Airnya Harus Terukur
BRIN mulai mengukur apakah aforestasi benar-benar memperbaiki fungsi hidrologis DAS Citarum. Pendekatan ini menggeser ukuran keberhasilan penghijauan dari jumlah pohon menuju manfaat air yang dapat dibuktikan. MENANAM ribuan pohon relatif mudah dihitung. Mengetahui apakah pohon-pohon itu benar-benar membantu memulihkan sebuah daerah aliran sungai jauh lebih sulit. Apakah limpasan berkurang? Apakah air lebih mampu meresap ke…
Eropa Membiayai SAF, Indonesia Sudah Sampai Mana?
Belanda menyiapkan €290 juta atau sekitar Rp6 triliun untuk mendorong produksi SAF dan pengembangan proyek. Indonesia sudah memiliki roadmap, target pencampuran, bahan baku, bahkan produksi awal. Pertanyaan berikutnya bergeser, siapa yang membiayai industri ini menuju skala komersial? EROPA mulai memperlihatkan bahwa mandat menggunakan sustainable aviation fuel (SAF) saja belum cukup untuk membangun industri bahan bakar…



