Jerman Tetapkan Akhir Energi Fosil, Indonesia Kapan?
JERMAN kini memberi tahun pada sebuah pertanyaan yang sering dibiarkan menggantung dalam kebijakan energi, kapan ketergantungan pada batu bara, minyak, dan gas berakhir? Jawaban yang ditulis dalam peta jalan terbarunya adalah 2045. Menteri Lingkungan Jerman Carsten Schneider memaparkan peta jalan peralihan bertahap dari bahan bakar fosil itu di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada 23 September…
Tiga Kali Lipat Energi Terbarukan, Siapa Membayar Jaringannya?
PEMBANGKIT tenaga surya bisa berdiri lebih cepat daripada jalur yang mengantar listriknya. Di situlah ambisi energi terbarukan bertemu persoalan yang kurang fotogenik, yakni kabel, gardu, baterai, perizinan, dan uang untuk membangunnya. Tanpa perangkat itu, penambahan kapasitas pembangkit belum tentu berarti lebih banyak listrik bersih sampai ke rumah dan pabrik. Persoalan tersebut kembali mengemuka dalam Global…
Hujan Mundur, Siapa Menanggung Kemarau Lebih Panjang?
HUJAN yang dinanti belum tentu segera datang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 mundur dari rerata klimatologis di 529 zona musim, yang mencakup 61,08% luas daratan Indonesia. Di wilayah yang mencakup 51,90% luas daratan, durasi musim hujan juga diprakirakan lebih pendek dari normal. Angka itu bukan sekadar perubahan kalender. Setiap…
Private Jet Makin Ramai, Siapa Membayar Karbonnya?
PESAWAT itu mungkin membawa enam atau delapan orang. Mesinnya tetap harus mengangkat badan pesawat, membakar bahan bakar, dan menempuh ribuan kilometer, nyaris tanpa keuntungan efisiensi dari ratusan kursi yang terisi seperti pada penerbangan komersial. Di situlah persoalan private jet berubah dari simbol kemewahan menjadi soal iklim. International Council on Clean Transportation (ICCT) memperkirakan 3,57 juta penerbangan private…
Ikan dari Lubang Tambang, Aman Dikonsumsi?
LUBANG bekas tambang yang selama ini identik dengan kerusakan hendak diberi kehidupan baru. Air yang menggenang di dalamnya atau void akan dimanfaatkan untuk membudidayakan ikan nila dan udang galah. Daratan di sekelilingnya disiapkan untuk peternakan, tanaman pangan, hortikultura, bahkan agrowisata. Gagasan itu menjanjikan dua hasil sekaligus. Ekosistem pulih dan ekonomi baru tumbuh. Namun, sebelum ikan…
Air Limbah Bisa Membaca Wabah, Indonesia Siap?
PANDEMI berikutnya mungkin tidak pertama kali terlihat di ruang gawat darurat. Sinyalnya dapat muncul lebih awal dari saluran pembuangan kota. Air limbah membawa fragmen materi genetik virus dan bakteri yang dikeluarkan manusia. Sampel yang diambil secara berkala dapat menunjukkan perubahan penyebaran penyakit pada tingkat populasi, termasuk ketika banyak orang belum diperiksa atau belum mengalami gejala…
Swasembada Energi, Seberapa Hijau Jalan yang Dipilih?
Indonesia ingin melepaskan diri dari impor energi melalui sawit, tebu, batu bara, panas bumi, surya, hingga nuklir. Namun, mandiri secara pasokan belum tentu rendah karbon, murah, ataupun aman bagi lingkungan. DALAM satu meja kebijakan, matahari duduk bersama batu bara. Sawit, jagung, singkong, dan tebu disiapkan menjadi bahan bakar. Sumur minyak lama hendak dipacu kembali. Nuklir…
Server Shanghai Turun ke Laut, Beban Panas Pindah ke Mana?
Shanghai mulai menjalankan pusat data bawah laut yang terhubung dengan turbin angin lepas pantai. Pendinginannya menjanjikan penghematan listrik. Tetapi, klaim hijau itu masih perlu dibaca bersama skala yang benar, data operasi, dan pengukuran dampaknya pada laut. DI LEPAS pantai Shanghai, pusat data mendapat dua hal yang sukar diperoleh sekaligus di darat. Listrik dari ladang angin…
Metana Terlihat dari Antariksa, Siapa Menutup Kebocorannya?
Model AI Google dan NASA menemukan ribuan jejak metana tambahan. Di Indonesia, temuan dari langit bisa membantu menentukan lokasi pemeriksaan. Hasil akhirnya tetap ditentukan oleh pengukuran di lapangan dan tindakan terhadap sumber emisi. METANA tak terlihat oleh mata. Gas ini bisa keluar dari fasilitas minyak dan gas, tambang batu bara, atau timbunan sampah. Ketika emisinya…
Erupsi Anak Krakatau Mereda, Bagaimana Risiko Tsunami Dibaca?
Dua puluh alat pemantau muka laut belum mendeteksi tsunami di sekitar Selat Sunda. Namun, BRIN mengingatkan, hasil pengamatan itu tidak bisa dipakai untuk menyimpulkan potensi vulkanotsunami Anak Krakatau rendah. DI SEKITAR Gunung Anak Krakatau, laut belum menunjukkan tanda tsunami dalam hasil pemantauan yang dirujuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pada 7 September 2026, sebanyak…



