Brasil Sodorkan Peta Jalan Fosil, Keputusan Negara Jadi Penentu

KAPASITAS pembangkit listrik terbarukan dunia mencapai 5.149 gigawatt pada akhir 2025, bertambah 692 GW dalam setahun menurut International Renewable Energy Agency (IRENA). Rekor pembangunan tersebut memperlihatkan kemampuan dunia memperluas energi bersih. Namun, bertambahnya kapasitas belum dengan sendirinya memastikan ketergantungan pada batu bara, minyak, dan gas berkurang. Persoalan itulah yang mengemuka menjelang COP31 di Antalya, Turki….

Baca Selengkapnya...

Target 1,5°C Makin Berat, Pemangkasan Emisi Tak Bisa Menunggu

DUNIA harus memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 45 persen pada 2035 dibandingkan tingkat 2025 untuk menempuh jalur kembali ke pemanasan 1,5°C pada akhir abad. Namun, seluruh janji iklim nasional yang dijalankan penuh baru menghasilkan pengurangan 11-15 persen. Jarak itulah yang menunjukkan betapa jauh komitmen pemerintah tertinggal dari kebutuhan pengendalian krisis iklim. Temuan Emissions Gap…

Baca Selengkapnya...

Penurunan Tanah Jakarta Melambat, Pesisir Utara Belum Aman

Perluasan air perpipaan memberi harapan untuk mengurangi tekanan terhadap air tanah. Namun, perlambatan penurunan tanah belum berarti kerusakan pulih atau ancaman rob berakhir. JAKARTA mendapat kabar baik dari bawah permukaan. Laju penurunan tanah di sejumlah wilayah menunjukkan perlambatan. Namun, perubahan itu belum cukup untuk menyimpulkan ibu kota telah keluar dari ancaman ambles. Persoalan berikutnya adalah…

Baca Selengkapnya...

Setoran Tambang Menuju Rp165 Triliun, Transisi Energi Menghadapi Dilema Fiskal

PEMERINTAH menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor mineral dan batu bara mencapai Rp160-165 triliun pada akhir 2026. Peningkatan penerimaan ini memperkuat kontribusi pertambangan terhadap kas negara. Namun, di tengah agenda transisi energi, keberhasilan fiskal tersebut sekaligus menghadirkan persoalan jangka panjang. Bagaimana mengubah pendapatan dari sumber daya ekstraktif menjadi fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan. Menteri…

Baca Selengkapnya...

Garam Farmasi Lokal Melimpah, Ketergantungan Impor Belum Terurai

Indonesia memiliki kapasitas produksi garam farmasi lebih dari dua kali kebutuhan nasional. BRIN membuka peluang bahan baku dari limbah desalinasi, tetapi persoalan mutu, harga, dan penyerapan industri masih membayangi substitusi impor. INDONESIA menghadapi paradoks dalam membangun kemandirian industri farmasi. Kapasitas produksi garam farmasi di dalam negeri sudah melampaui kebutuhan nasional, tetapi pemanfaatan produk lokal belum…

Baca Selengkapnya...

Menuju COP31, Elektrifikasi Dunia Harus Memangkas Fosil

Ambisi memperluas penggunaan listrik akan dibawa ke Antalya. Nilai iklimnya bergantung pada sumber pembangkit, kesiapan jaringan, dan pengurangan konsumsi bahan bakar fosil. DUNIA bisa memiliki lebih banyak mobil listrik, kompor induksi, dan mesin industri bertenaga listrik. Namun, kenaikan konsumsi listrik belum cukup untuk menyatakan transisi energi berhasil. Sumber pembangkit dan jumlah bahan bakar fosil yang…

Baca Selengkapnya...

Dominasi Fosil Menuntut Lebih dari Inovasi Energi

INDONESIA membutuhkan teknologi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Namun, teknologi baru hanya akan mengubah bauran energi apabila pembiayaan, infrastruktur, dan kebijakan memberi jalan bagi penggunaannya. Di titik itulah agenda riset bertemu dengan persoalan tata kelola. Dalam publikasi BRIN mengenai Energy Leadership and Business Conference di Jakarta, Jumat (30/10/2026), Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Nunung…

Baca Selengkapnya...

Modal Asing dalam Pusaran Karhutla, Menagih Tanggung Jawab Lingkungan

Empat perusahaan bermodal asing menjadi tersangka karhutla. Penelusuran kepemilikan dan kepastian pemulihan menentukan sejauh mana penegakan hukum menjangkau tanggung jawab lingkungan. ASAL modal menjadi sorotan setelah Polri menetapkan empat perusahaan penanaman modal asing (PMA) sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan. Perkara ini membawa persoalan investasi ke wilayah yang konkret, pertanggungjawaban atas kerusakan di tempat kegiatan…

Baca Selengkapnya...

COP17 di Babak Akhir, Subsidi Perusak Alam Masih Sulit Disentuh

DUNIA membutuhkan uang untuk menjaga hutan, sungai, dan laut. Namun, sebagian persoalan pendanaan konservasi justru berakar pada belanja pemerintah yang mendorong kerusakan alam. Kontradiksi itu mengemuka pada penghujung COP17 biodiversitas di Yerevan, Armenia. Laporan Earth Negotiations Bulletin untuk sidang 29 Oktober 2026 mencatat, delegasi belum menyepakati ajakan mempercepat identifikasi, penghapusan bertahap, atau reformasi insentif berbahaya…

Baca Selengkapnya...

AI Masuk Radar Investor Hijau, Jejak Lingkungannya Perlu Diuji

Investor memasukkan AI bertanggung jawab dalam strategi keberlanjutan. Namun, prioritas pada tata kelola perlu disertai pengukuran listrik, air, dan dampak pusat data terhadap masyarakat. KECERDASAN BUATAN semakin mendapat tempat dalam strategi investasi berkelanjutan. Perkembangan ini membawa tuntutan bagi dunia keuangan. Kemampuan AI membantu efisiensi perlu dinilai bersama sumber daya yang dikonsumsi infrastruktur pendukungnya. Survei Sustainable…

Baca Selengkapnya...