Mitra Sampah Jadi Listrik Terpilih, Kesiapan Daerah Jadi Penentu

DELAPAN mitra telah dipilih untuk mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tahap kedua. Namun, penetapan tersebut belum berarti proyek siap dibangun. PT Danantara Investment Management bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera menetapkan mitra untuk delapan kawasan yang mencakup 20 kabupaten dan kota. Dari 85 perusahaan dalam Daftar Penyedia Terseleksi, terdapat 68 aplikasi…

Baca Selengkapnya...

Embun Upas Datang, Petani Dieng Belum Terlindungi

KRISTAL es tipis yang menutupi rerumputan dan kompleks percandian di Dataran Tinggi Dieng kerap menjadi magnet wisata. Foto-fotonya menyebar di media sosial. Wisatawan datang untuk menyaksikan lanskap tropis yang tampak seperti sedang bersalju. Namun, pemandangan yang indah bagi wisatawan dapat berarti kerugian besar bagi petani. Embun upas atau frost yang melanda Dieng pada 9–10 Juli…

Baca Selengkapnya...

Mesin Hidrogen Airbus Melaju, Bandara Masih Tertinggal

INDUSTRI penerbangan mulai membawa hidrogen keluar dari laboratorium. Airbus dan MTU Aero Engines berencana membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan sekaligus mengomersialkan mesin pesawat listrik berbasis sel bahan bakar hidrogen. Entitas baru itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Tugasnya tidak berhenti pada riset. Perusahaan akan menangani pengembangan teknologi, desain, pengujian, sertifikasi, hingga komersialisasi sistem propulsi. Langkah…

Baca Selengkapnya...

AI Mengubah Pusat Data, Beban Listrik Ikut Melonjak

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) sedang mengubah wajah industri pusat data di Indonesia. Perubahannya bukan hanya terlihat dari jumlah proyek yang bertambah. AI juga membuat setiap fasilitas membutuhkan daya listrik dan sistem pendinginan yang jauh lebih besar. Head of Talent Development & Industry Certification Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia atau IDPRO, Erick Hadi, mengatakan…

Baca Selengkapnya...

SDGs Tertinggal, Indonesia Tak Bisa Hanya Tumbuh

EMPAT tahun menuju 2030, dunia belum berada di jalur yang aman untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). The Sustainable Development Goals Report 2026, yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Juli 2026, menunjukkan situasi serius. Dari 139 target SDGs yang dapat dinilai, hanya 15 persen berada di jalur pencapaian. Sebanyak 21 persen…

Baca Selengkapnya...

64 Persen Target SDGs Belum Bergerak Cukup Cepat

EMPAT tahun menuju 2030, dunia menghadapi jurang yang makin lebar antara janji pembangunan dan hasil nyata. The Sustainable Development Goals Report 2026, yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Juli 2026, menunjukkan bahwa hanya 36 persen dari 139 target yang dapat dinilai berada di jalur pencapaian atau mencatat kemajuan moderat. Sebaliknya, 49 persen bergerak terlalu lambat….

Baca Selengkapnya...

Audit PLTU, Listrik Andal Tak Cukup Batu Bara

PEMADAMAN listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa membuka persoalan yang lebih besar daripada sekadar kekurangan batu bara. Indonesia memiliki pembangkit dalam jumlah besar. Produksi batu bara nasional juga mencapai ratusan juta ton setiap tahun. Namun, ketika sejumlah pembangkit terganggu dan pasokan bahan bakar tidak sesuai kebutuhan mesin, cadangan sistem dapat menyusut dengan…

Baca Selengkapnya...

B50 Diluncurkan, Kemandirian Energi Butuh Pembuktian

INDONESIA memasuki tahap baru dalam kebijakan biodiesel. Pemerintah mulai menerapkan B50 secara nasional sejak 1 Juli 2026. Campuran baru ini terdiri atas 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar fosil. Kadarnya naik 10 poin persentase dari program B40 yang berlaku pada 2025. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peluncuran B50 pada Juli 2026….

Baca Selengkapnya...

Skill Gap Jadi Risiko Baru Ekonomi Indonesia

INDONESIA sedang memasuki fase baru dalam pasar kerja. Gelar pendidikan tetap penting. Namun, gelar saja makin tidak cukup untuk menjawab kebutuhan industri. Perusahaan mulai mencari bukti keterampilan yang lebih konkret. Bukan hanya IPK, almamater, atau status kelulusan. Mereka ingin tahu apakah kandidat benar-benar memiliki kemampuan yang relevan dengan pekerjaan. Sinyal ini terlihat dalam Micro-Credentials Impact…

Baca Selengkapnya...