64 Persen Target SDGs Belum Bergerak Cukup Cepat

EMPAT tahun menuju 2030, dunia menghadapi jurang yang makin lebar antara janji pembangunan dan hasil nyata. The Sustainable Development Goals Report 2026, yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Juli 2026, menunjukkan bahwa hanya 36 persen dari 139 target yang dapat dinilai berada di jalur pencapaian atau mencatat kemajuan moderat. Sebaliknya, 49 persen bergerak terlalu lambat….

Baca Selengkapnya...

Audit PLTU, Listrik Andal Tak Cukup Batu Bara

PEMADAMAN listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa membuka persoalan yang lebih besar daripada sekadar kekurangan batu bara. Indonesia memiliki pembangkit dalam jumlah besar. Produksi batu bara nasional juga mencapai ratusan juta ton setiap tahun. Namun, ketika sejumlah pembangkit terganggu dan pasokan bahan bakar tidak sesuai kebutuhan mesin, cadangan sistem dapat menyusut dengan…

Baca Selengkapnya...

Skill Gap Jadi Risiko Baru Ekonomi Indonesia

INDONESIA sedang memasuki fase baru dalam pasar kerja. Gelar pendidikan tetap penting. Namun, gelar saja makin tidak cukup untuk menjawab kebutuhan industri. Perusahaan mulai mencari bukti keterampilan yang lebih konkret. Bukan hanya IPK, almamater, atau status kelulusan. Mereka ingin tahu apakah kandidat benar-benar memiliki kemampuan yang relevan dengan pekerjaan. Sinyal ini terlihat dalam Micro-Credentials Impact…

Baca Selengkapnya...

AI Tumbuh, Data Center Butuh Aturan Hijau

AI membuka peluang besar bagi produktivitas dan ekonomi digital. Namun, pertumbuhannya juga membawa pertanyaan baru. Siapa yang menyiapkan listrik, air, lahan, dan tata kelola lingkungannya? KECERDASAN buatan sering terasa ringan. Pengguna hanya mengetik prompt, menunggu beberapa detik, lalu menerima teks, gambar, kode, atau video. Namun, di balik respons yang muncul di layar, ada infrastruktur fisik…

Baca Selengkapnya...

Nyamplung Menunggu Skala Biofuel

INDONESIA sedang mencari bahan bakar rendah emisi yang tidak menambah beban baru bagi pangan dan lahan produktif. Di tengah pencarian itu, nyamplung kembali muncul sebagai salah satu kandidat penting. Tanaman bernama ilmiah Calophyllum inophyllum ini bukan komoditas baru. Nyamplung tumbuh di banyak wilayah pesisir Indonesia. Sebagian berada di lahan marginal, kawasan terdegradasi, atau area yang…

Baca Selengkapnya...

Listrik Hijau Tak Lagi Cukup Tahunan

Klaim listrik hijau sedang memasuki fase yang lebih ketat. Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan global mengandalkan pencocokan energi terbarukan secara tahunan. Perusahaan membeli listrik atau sertifikat energi hijau dalam jumlah yang setara dengan konsumsi listrik selama setahun. Namun, pendekatan itu mulai dianggap belum cukup. Pertanyaannya kini lebih rinci. Apakah listrik bersih tersedia pada jam ketika perusahaan…

Baca Selengkapnya...

Batik Hijau Tak Cukup Cantik

BATIK selalu punya dua wajah. Di satu sisi, batik adalah bahasa budaya. Motif, warna, dan tekniknya menyimpan cerita panjang tentang identitas, daerah, dan tangan para perajin. Namun, di sisi lain, batik juga punya jejak lingkungan yang tidak bisa diabaikan. Di balik kain yang indah, proses pewarnaan dapat menghasilkan limbah cair. Terutama ketika produksi masih bergantung…

Baca Selengkapnya...

Panas Ekstrem Bukan Lagi Cuaca Biasa

Gelombang panas Eropa menjadi alarm bagi Indonesia. Risiko panas tidak cukup dibaca sebagai urusan suhu, tetapi sebagai isu kesehatan, kota, dan produktivitas. PANAS ekstrem yang melanda Eropa sejak akhir Juni 2026 menjadi pengingat keras bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Gelombang panas itu memecahkan rekor suhu di berbagai wilayah, menekan aktivitas warga, dan menimbulkan dampak serius…

Baca Selengkapnya...