40 Kota Tagih Tata Kelola Data Center

DATA center sedang naik kelas menjadi isu tata kelola kota. Selama ini, infrastruktur digital kerap terlihat sunyi. Bangunannya tertutup. Pekerjanya tidak sebanyak pabrik. Aktivitasnya jarang tampak dari luar. Namun, di balik server yang terus menyala, ada tagihan besar yang mulai terasa di banyak kota. Listrik tersedot. Air dipakai untuk pendinginan. Lahan berebut dengan hunian dan…

Baca Selengkapnya...

Audit Digital Pemerintah Masuk Era Prediksi Risiko

TRANSFORMASI digital pemerintahan tidak hanya mengubah cara layanan publik diberikan. Transformasi ini juga mengubah cara negara harus diawasi. Ketika layanan publik makin bergantung pada sistem digital, risiko tidak lagi berdiri sendiri. Gangguan pada satu aplikasi, pusat data, jaringan, atau sistem keamanan dapat merembet ke layanan lain. Dalam ekosistem seperti ini, audit teknologi tidak cukup lagi…

Baca Selengkapnya...

Perusahaan Global Menagih Negara Mempercepat Elektrifikasi

Dorongan 112 perusahaan global menunjukkan elektrifikasi tidak lagi sekadar agenda iklim. Bagi Indonesia, kesiapan grid, listrik bersih, dan regulasi akan makin menentukan daya saing investasi. ELEKTRIFIKASI tidak lagi cukup dibaca sebagai agenda iklim. Ketika 112 perusahaan global meminta pemerintah mempercepat peralihan dari energi fosil ke listrik bersih, pesan yang muncul lebih luas. Daya saing ekonomi…

Baca Selengkapnya...

Inpres Gajah dan Ujian Tata Ruang Infrastruktur

INDONESIA tidak hanya sedang menyiapkan kebijakan untuk menyelamatkan gajah. Indonesia sedang diuji apakah pembangunan infrastrukturnya mampu membaca ruang hidup satwa liar. Ujian itu hadir melalui rencana Instruksi Presiden atau Inpres tentang penyelamatan gajah sumatra dan gajah kalimantan. Kebijakan ini penting karena krisis gajah tidak lagi bisa dibaca sebagai urusan konservasi semata. Ini adalah persoalan tata…

Baca Selengkapnya...

Dana Iklim Asia Masuk Babak Green Discount

DANA iklim tidak lagi cukup menjual janji pengurangan emisi. Di Asia, solusi rendah karbon mulai dituntut menang dalam biaya, skala, dan daya saing. Peluncuran Fund II senilai US$100 juta oleh 100×100, perusahaan pembangun venture iklim berbasis di Singapura, menunjukkan pergeseran itu. Targetnya tidak kecil. Dana ini diarahkan untuk membangun 50 perusahaan climate tech baru di…

Baca Selengkapnya...

Transportasi Cerdas, Jalan Baru Kurangi Emisi Kota

Intelligent Transportation System membuat jalan raya tidak lagi hanya dibaca sebagai ruang kendaraan, tetapi sebagai ekosistem data. Dengan sensor, komputasi, dan AI, mobilitas kota bisa dikelola lebih aman, efisien, dan rendah emisi. KOTA tidak hanya macet karena jumlah kendaraan terus bertambah. Kota juga macet karena sistem transportasinya belum cukup cerdas membaca pergerakan manusia, kendaraan, cuaca,…

Baca Selengkapnya...

El Niño 2026 Tidak Ekstrem, tapi Kemarau Bisa Lebih Panjang

El Niño 2026 diperkirakan tidak akan mencapai level ekstrem. Namun, risiko yang lebih dekat bagi Indonesia bukan kepanikan terhadap “Godzilla El Niño”, melainkan kemarau yang bisa berlangsung lebih panjang dan menekan air, pangan, serta risiko kebakaran lahan. ISU kemunculan El Niño ekstrem pada 2026 tidak perlu dibaca dengan kepanikan. Badan Riset dan Inovasi Nasional atau…

Baca Selengkapnya...

Lahan Rob Bisa Jadi Sumber Pangan Baru

Minapadi Salin di Batang menunjukkan bahwa lahan pesisir terdampak rob tidak selalu harus ditinggalkan. Dengan riset dan sistem produksi adaptif, lahan salin bisa dibaca ulang sebagai sumber pangan dan ekonomi baru. LAHAN pesisir yang terdampak rob sering dianggap selesai. Air laut masuk. Tanah berubah asin. Produktivitas turun. Petani kehilangan ruang tanam. Dalam banyak kasus, sawah…

Baca Selengkapnya...

Big Tech Bangun Pasar Baru Penghapus Karbon

PASAR penghapus karbon sedang memasuki fase baru. Frontier, koalisi pembeli yang didukung sejumlah perusahaan teknologi besar, mendapat komitmen baru senilai US$915 juta, atau sekitar Rp16,3 triliun, untuk mempercepat pembelian carbon dioxide removal atau CDR.Dana ini menjadi sinyal bahwa penghapusan karbon mulai bergerak dari eksperimen sukarela menuju bagian penting dari strategi net zero. Carbon dioxide removal…

Baca Selengkapnya...

E-Waste Indonesia Butuh Biaya Lingkungan yang Jelas

INDONESIA tidak hanya menghadapi tumpukan ponsel rusak, laptop usang, televisi lama, baterai bekas, dan kabel yang tidak lagi dipakai. Indonesia menghadapi pertanyaan kebijakan yang lebih mendasar, siapa yang harus membayar biaya akhir dari produk elektronik setelah masa pakainya selesai? Pertanyaan itu penting karena e-waste tidak bisa dikelola seperti sampah biasa. Ada material bernilai yang dapat…

Baca Selengkapnya...