Hamdani S Rukiah

Korupsi Iklim dan Lubang Besar Tata Kelola Lahan Indonesia

TATA kelola lahan kini tidak lagi bisa dibaca hanya sebagai urusan izin, investasi, atau ekspansi komoditas. Di tengah krisis iklim, setiap perubahan tutupan hutan memiliki konsekuensi langsung terhadap emisi karbon, risiko bencana, dan perlindungan ruang hidup masyarakat. Korupsi iklim muncul ketika kebijakan, izin, atau tata kelola lahan melemahkan perlindungan ekosistem dan memperbesar risiko emisi serta…

Baca Selengkapnya...

Akomodasi Tak Berizin Dihapus, OTA Jadi Pintu Pengawasan Baru

PEMERINTAH mulai memindahkan pengawasan usaha pariwisata ke dalam etalase digital. Mulai 1 Agustus 2026, akomodasi tanpa izin usaha terancam dihapus dari platform pemesanan perjalanan atau online travel agent (OTA). Kementerian Pariwisata telah memverifikasi sekitar 1.600 akomodasi tak berizin yang masih dipasarkan melalui berbagai OTA. Pemiliknya diberi kesempatan mengurus legalitas sebelum proses penghapusan atau delisting dilakukan….

Baca Selengkapnya...

Indonesia Siapkan Bursa Mineral, Harga Komoditas Jadi Taruhan

INDONESIA bersiap membangun bursa mineral dan komoditas strategis nasional. Targetnya, bursa itu mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Rencana ini tidak cukup dibaca sebagai pembentukan lembaga baru. Bursa mineral adalah pasar terorganisasi untuk memperdagangkan mineral dan komoditas strategis agar harga, kontrak, dan referensi pasar terbentuk lebih transparan. Bursa mineral penting karena Indonesia perlu bergerak dari…

Baca Selengkapnya...

Jebakan Fosil dan Pelajaran Target Iklim Inggris untuk Indonesia

INGGRIS menaikkan target iklimnya di tengah tekanan harga energi fosil. Keputusan ini penting dibaca Indonesia, bukan sebagai kabar jauh dari Eropa, melainkan sebagai sinyal kebijakan energi global. Target iklim adalah batas penurunan emisi gas rumah kaca yang ditetapkan negara untuk mengarahkan kebijakan energi, industri, transportasi, dan pembiayaan menuju ekonomi rendah karbon. Target iklim kini makin…

Baca Selengkapnya...

Tanah Turun, Laut Naik: Pantura Jawa Butuh Kebijakan Pesisir Berbasis Data

PANTAI Utara Jawa sedang menghadapi risiko ganda yang tidak lagi bisa dibaca sebagai banjir rob biasa. Di satu sisi, permukaan tanah di sejumlah wilayah terus turun. Di sisi lain, muka laut naik hingga 4,3 milimeter per tahun. Pantura Jawa makin rentan tergenang karena daratan turun lebih cepat dari kemampuan kebijakan pesisir beradaptasi. Penurunan tanah adalah…

Baca Selengkapnya...

Kota-kota Asia Mulai Kehilangan Badan Airnya

KOTA-kota di Asia mulai menghadapi krisis ekologis yang sering luput dari perhatian, yakni hilangnya badan air perkotaan akibat tekanan pembangunan, ekspansi properti, dan lemahnya pengawasan tata ruang. Badan air perkotaan adalah kolam, rawa, situ, danau kecil, hingga aliran sungai yang berfungsi menyimpan air, menahan banjir, menjaga suhu kota, dan menopang keseimbangan ekosistem urban. Badan air…

Baca Selengkapnya...

Kapal Listrik Mulai Masuk ke Ekosistem Konservasi Mangrove

KAWASAN konservasi mangrove kini mulai membutuhkan teknologi operasional yang lebih bersih, senyap, dan rendah emisi. Salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan adalah penggunaan kapal listrik multifungsi untuk membersihkan sampah sekaligus mendukung aktivitas penelitian di kawasan ekologis sensitif. Kapal listrik adalah kapal yang menggunakan sistem propulsi berbasis energi baterai untuk mengurangi emisi karbon, kebisingan, dan konsumsi…

Baca Selengkapnya...

Saat Dunia Memburu Bioekonomi, Indonesia Masih Kekurangan Ahli Taksonomi

INDONESIA dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia. Namun, di tengah meningkatnya persaingan global memperebutkan sumber daya hayati untuk obat, pangan, hingga teknologi hijau, Indonesia justru menghadapi persoalan mendasar, belum banyak spesies yang benar-benar terpetakan secara ilmiah. Indonesia memiliki kekayaan flora sangat besar, tetapi kapasitas riset dan jumlah ahli untuk mengidentifikasi…

Baca Selengkapnya...

Mengatur Hujan untuk Menghadapi El Niño

PEMERINTAH mulai memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah antisipasi menghadapi El Niño yang diperkirakan aktif mulai pertengahan 2026. Langkah ini bukan lagi sekadar respons cuaca ekstrem, tetapi mulai bergerak menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan air, pangan, energi, dan pengendalian kebakaran hutan nasional. Operasi modifikasi cuaca adalah teknik intervensi atmosfer…

Baca Selengkapnya...

Super El Niño Berpotensi Ubah Krisis Iklim Jadi Krisis Ekonomi Global Baru

DUNIA mulai menghadapi ancaman baru yang tidak lagi sekadar berkaitan dengan cuaca panas atau musim kering lebih panjang. Fenomena “Super El Niño” kini diperkirakan berpotensi menjadi salah satu risiko global terbesar menjelang 2027, karena dampaknya dapat menjalar ke pangan, energi, inflasi, hingga stabilitas ekonomi banyak negara. Super El Niño adalah fase pemanasan ekstrem suhu permukaan…

Baca Selengkapnya...