Hamdani S Rukiah

COP17 di Babak Akhir, Subsidi Perusak Alam Masih Sulit Disentuh

DUNIA membutuhkan uang untuk menjaga hutan, sungai, dan laut. Namun, sebagian persoalan pendanaan konservasi justru berakar pada belanja pemerintah yang mendorong kerusakan alam. Kontradiksi itu mengemuka pada penghujung COP17 biodiversitas di Yerevan, Armenia. Laporan Earth Negotiations Bulletin untuk sidang 29 Oktober 2026 mencatat, delegasi belum menyepakati ajakan mempercepat identifikasi, penghapusan bertahap, atau reformasi insentif berbahaya…

Baca Selengkapnya...

Rapor COP17: 252 Juta Hektare Direstorasi, Alam Belum Tentu Pulih

Laporan baru PBB mencatat restorasi di 149 negara. Namun, luas kegiatan belum membuktikan ekosistem pulih, sementara kemajuan air tawar dan pesisir tertinggal. RESTORASI alam dunia mencatat skala besar. Seluas 252 juta hektare di 149 negara terdokumentasi sedang direstorasi. Namun, angka tersebut belum menjadi sertifikat kesembuhan bagi hutan, sungai, rawa, dan pesisir yang rusak. Tantangan berikutnya…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Disebut dalam Inisiatif Kredit Alam COP17, Siapa Menjamin Manfaatnya?

Inisiatif kredit alam di COP17 menjanjikan pendanaan konservasi. Keterlibatan Indonesia membawa pertanyaan tentang bukti pemulihan dan hak masyarakat penjaga ekosistem. PENDANAAN untuk menjaga alam kembali mencari jalan melalui pasar. Di arena COP17 Keanekaragaman Hayati di Yerevan, Armenia, Uni Eropa meluncurkan Friends of Credits for Nature and Biodiversity. Indonesia termasuk negara yang disebut dalam pengumuman resmi…

Baca Selengkapnya...

COP17 Soroti Krisis Air Tawar, Indonesia Hadapi Ancaman Serupa

KRISIS keanekaragaman hayati dunia tidak hanya berlangsung di hutan dan lautan. Sungai, danau, rawa, dan ekosistem pegunungan menghadapi tekanan serius akibat perubahan iklim, pencemaran, serta kerusakan habitat. Di Indonesia, ancaman itu terlihat dari menyusutnya es tropis Papua hingga tekanan terhadap kehidupan ikan air tawar. Persoalan tersebut mendapat perhatian khusus dalam Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman…

Baca Selengkapnya...

COP17 Menguji Suara Masyarakat Adat dalam Diplomasi Indonesia

Perundingan di Armenia memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai keterlibatan masyarakat adat dalam tata kelola biodiversitas. Sikap delegasi Indonesia menjadi sorotan ketika dunia berupaya memperkuat partisipasi kelompok penjaga alam. PERLINDUNGAN keanekaragaman hayati tidak hanya ditentukan oleh luas kawasan konservasi atau besarnya dana internasional. Ada pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang memperoleh tempat dalam proses pengambilan keputusan mengenai…

Baca Selengkapnya...

COP17: Negara Kaya Dorong Perluasan Pembayar Perlindungan Alam

Perundingan pendanaan biodiversitas mempertajam perbedaan negara maju dan berkembang. Taruhannya adalah pembagian tanggung jawab untuk membiayai perlindungan alam hingga 2030. DUNIA sudah menyepakati target pendanaan untuk melindungi alam. Namun, di arena COP17 di Yerevan, Armenia, pertanyaan tentang siapa yang harus membayar kembali membelah meja perundingan. Negara maju mendorong perluasan daftar negara penyumbang pendanaan biodiversitas internasional….

Baca Selengkapnya...

COP17: Terumbu Karang Terancam Runtuh, Pesisir Kehilangan Pelindung

Penilaian terbaru IUCN menempatkan 96 persen ekosistem terumbu karang yang dikaji dalam kategori kritis. Ancaman keruntuhannya mempertaruhkan pangan, penghidupan, dan perlindungan warga pesisir. TERUMBU karang membantu meredam gelombang sebelum mencapai permukiman. NOAA, badan kelautan dan atmosfer Amerika Serikat, menyebut terumbu sehat dapat menyerap hingga 97 persen energi gelombang. Ketika kondisinya merosot, fungsi perlindungan itu ikut…

Baca Selengkapnya...

Panas Ekstrem Terpantau di Indonesia, Siapa Lindungi Warga?

Pemantauan panas dan pengembangan peringatan dini mulai bergerak. Namun, perlindungan masyarakat masih menghadapi tantangan kesiapsiagaan, pencatatan kesehatan, dan koordinasi kebijakan. SUHU udara maksimum mencapai 39,2 derajat Celsius di Lampung dan 39 derajat Celsius di Jawa Barat pada 21 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, Kalimantan Selatan mencatat suhu maksimum 38,7 derajat Celsius. Angka-angka itu dilaporkan Badan Meteorologi,…

Baca Selengkapnya...

Rumah Layak Huni Belum Tentu Aman dari Panas

Riset Be-Housing menunjukkan panas dapat bertahan berjam-jam di dalam hunian warga berpenghasilan rendah. Adaptasi mandiri terus dilakukan, tetapi keterbatasan biaya dan dukungan kelembagaan menyisakan persoalan perlindungan. SEBUAH jendela dirancang agar udara dapat mengalir melalui rumah susun. Namun, sebagian penghuni memilih menutupnya. Ada yang khawatir terhadap nyamuk dan tikus. Ada pula yang terganggu angin kencang atau…

Baca Selengkapnya...

COP17: Perlindungan Alam Tak Cukup Diurus Kementerian Lingkungan

Banyak negara sudah menetapkan target biodiversitas. Namun, pelaksanaan tertinggal ketika perlindungan alam membutuhkan perubahan kebijakan ekonomi dan kerja lintas kementerian. TARGET perlindungan alam semakin banyak ditulis. Pelaksanaannya belum bergerak secepat itu. Di tengah berlangsungnya COP17 biodiversitas di Yerevan, Armenia, kesenjangan antara target dan pelaksanaan menjadi sorotan. Hampir 90 persen dari 196 pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati…

Baca Selengkapnya...