Hamdani S Rukiah

Lima Bintang Belum Tentu Berarti Wisata Berkelanjutan

Lebih dari 28 ribu ulasan wisata di Mandalika dan Lombok menunjukkan rating tinggi tidak selalu berarti tanpa masalah. BRIN mencoba membaca kritik tentang sampah, infrastruktur, mata pencaharian, hingga konservasi yang tersembunyi di balik bintang. LIMA bintang bisa mengatakan sebuah pantai indah, pemandangannya memukau, dan pengalaman berkunjung menyenangkan. Namun lima bintang tidak selalu mengatakan bahwa destinasi…

Baca Selengkapnya...

El Niño Membuat Air, Pangan, dan Listrik Berebut Waduk

Tampungan bendungan di Jawa menyusut 981,5 juta meter kubik. Ketika kemarau mengeras, air yang sama harus menopang sawah, kebutuhan masyarakat, sekaligus pembangkit listrik. El Niño membuka satu pertanyaan besar, seberapa tahan sistem energi Indonesia ketika iklim mengubah ketersediaan sumber dayanya? AIR di bendungan-bendungan Pulau Jawa berkurang sekitar 981,5 juta meter kubik. Angka itu setara penurunan…

Baca Selengkapnya...

Koridor Hidrogen Dibangun, Siapa yang akan Memakainya?

Indonesia mulai membangun koridor hidrogen sepanjang 194 kilometer. Namun, sebagian pasokan yang telah diproduksi bahkan belum menemukan pengguna. INDONESIA sudah dapat memproduksi hidrogen. Persoalannya, belum seluruh hidrogen itu mempunyai pembeli. Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan perusahaannya memproduksi sekitar 200 ton hidrogen per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 75 ton yang digunakan untuk…

Baca Selengkapnya...

Sarulla Punya 330 MW, Mengapa Hanya Menghasilkan 220 MW?

PLTP Sarulla kehilangan sekitar sepertiga kemampuan produksinya. Pemerintah menyiapkan investasi US$270 juta untuk memulihkan kapasitas sambil membuka jalan menuju potensi 1.100 MW. INDONESIA tidak kekurangan potensi panas bumi di Sarulla. Di bawah kawasan Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara, tersimpan sumber daya panas bumi yang diperkirakan mencapai 1.100 megawatt atau MW. Pembangkitnya juga sudah berdiri. Tiga unit…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Punya Laut Luas, Mengapa Tata Kelolanya Masih Terpecah?

INDONESIA menguasai sekitar 6,4 juta kilometer persegi wilayah perairan. Garis pantainya membentang lebih dari 108 ribu kilometer. Namun, luasnya laut ternyata tidak otomatis membuat pengelolaannya lebih sederhana. Ada sedikitnya 26 undang-undang yang bersinggungan dengan tata kelola kelautan Indonesia. Alih-alih membentuk satu sistem yang utuh, banyak regulasi itu justru berjalan dalam rezim sektoral yang berbeda. Di…

Baca Selengkapnya...

E10 Tinggal Setahun, Pabrik Etanolnya Sudah Siap?

Pemerintah menargetkan E10 mulai 2027. Kebutuhan etanol bisa mencapai 1,4 juta kiloliter setahun, sementara industri masih mengejar kapasitas produksi. Hitung mundur menuju E10 semakin pendek. Pemerintah menargetkan bensin dengan campuran bioetanol 10 persen mulai diterapkan pada 2027. Namun, satu angka menunjukkan besarnya pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 1,4 juta kiloliter bioetanol…

Baca Selengkapnya...

Algoritma Menjual Keinginan, Bumi Membayar Harganya

MEDIA sosial tidak lagi hanya menjadi tempat orang berbagi foto, mengikuti berita, atau menjaga hubungan. Media sosial telah berkembang menjadi mesin perdagangan yang bekerja hampir tanpa jeda. Setiap video yang ditonton hingga selesai, produk yang diklik, unggahan yang disimpan, dan layar yang disentuh menjadi sinyal. Algoritma mempelajari sinyal itu untuk memperkirakan apa yang kemungkinan besar…

Baca Selengkapnya...

Bencana Berlalu, Sekolah Belum Benar-benar Pulih

ANAK-ANAK berseragam merah putih berjalan melewati tanah berlumpur. Di bagian lain, mereka menyeberangi aliran air melalui susunan papan yang ditopang drum plastik. Ruang kelas mereka bukan bangunan permanen. Anak-anak duduk dan belajar di bawah tenda sederhana, dengan meja seadanya. Potret tersebut muncul dalam unggahan Instagram Azzahra Putri Santi pada 20 Mei 2026. Bersama Ekspedisi Kitabisa,…

Baca Selengkapnya...

SDGs Tertinggal, Indonesia Tak Bisa Hanya Tumbuh

EMPAT tahun menuju 2030, dunia belum berada di jalur yang aman untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). The Sustainable Development Goals Report 2026, yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Juli 2026, menunjukkan situasi serius. Dari 139 target SDGs yang dapat dinilai, hanya 15 persen berada di jalur pencapaian. Sebanyak 21 persen…

Baca Selengkapnya...