Hamdani S Rukiah

Indonesia Punya Laut Luas, Mengapa Tata Kelolanya Masih Terpecah?

INDONESIA menguasai sekitar 6,4 juta kilometer persegi wilayah perairan. Garis pantainya membentang lebih dari 108 ribu kilometer. Namun, luasnya laut ternyata tidak otomatis membuat pengelolaannya lebih sederhana. Ada sedikitnya 26 undang-undang yang bersinggungan dengan tata kelola kelautan Indonesia. Alih-alih membentuk satu sistem yang utuh, banyak regulasi itu justru berjalan dalam rezim sektoral yang berbeda. Di…

Baca Selengkapnya...

E10 Tinggal Setahun, Pabrik Etanolnya Sudah Siap?

Pemerintah menargetkan E10 mulai 2027. Kebutuhan etanol bisa mencapai 1,4 juta kiloliter setahun, sementara industri masih mengejar kapasitas produksi. Hitung mundur menuju E10 semakin pendek. Pemerintah menargetkan bensin dengan campuran bioetanol 10 persen mulai diterapkan pada 2027. Namun, satu angka menunjukkan besarnya pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 1,4 juta kiloliter bioetanol…

Baca Selengkapnya...

Algoritma Menjual Keinginan, Bumi Membayar Harganya

MEDIA sosial tidak lagi hanya menjadi tempat orang berbagi foto, mengikuti berita, atau menjaga hubungan. Media sosial telah berkembang menjadi mesin perdagangan yang bekerja hampir tanpa jeda. Setiap video yang ditonton hingga selesai, produk yang diklik, unggahan yang disimpan, dan layar yang disentuh menjadi sinyal. Algoritma mempelajari sinyal itu untuk memperkirakan apa yang kemungkinan besar…

Baca Selengkapnya...

Bencana Berlalu, Sekolah Belum Benar-benar Pulih

ANAK-ANAK berseragam merah putih berjalan melewati tanah berlumpur. Di bagian lain, mereka menyeberangi aliran air melalui susunan papan yang ditopang drum plastik. Ruang kelas mereka bukan bangunan permanen. Anak-anak duduk dan belajar di bawah tenda sederhana, dengan meja seadanya. Potret tersebut muncul dalam unggahan Instagram Azzahra Putri Santi pada 20 Mei 2026. Bersama Ekspedisi Kitabisa,…

Baca Selengkapnya...

SDGs Tertinggal, Indonesia Tak Bisa Hanya Tumbuh

EMPAT tahun menuju 2030, dunia belum berada di jalur yang aman untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). The Sustainable Development Goals Report 2026, yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Juli 2026, menunjukkan situasi serius. Dari 139 target SDGs yang dapat dinilai, hanya 15 persen berada di jalur pencapaian. Sebanyak 21 persen…

Baca Selengkapnya...

64 Persen Target SDGs Belum Bergerak Cukup Cepat

EMPAT tahun menuju 2030, dunia menghadapi jurang yang makin lebar antara janji pembangunan dan hasil nyata. The Sustainable Development Goals Report 2026, yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Juli 2026, menunjukkan bahwa hanya 36 persen dari 139 target yang dapat dinilai berada di jalur pencapaian atau mencatat kemajuan moderat. Sebaliknya, 49 persen bergerak terlalu lambat….

Baca Selengkapnya...

Skill Gap Jadi Risiko Baru Ekonomi Indonesia

INDONESIA sedang memasuki fase baru dalam pasar kerja. Gelar pendidikan tetap penting. Namun, gelar saja makin tidak cukup untuk menjawab kebutuhan industri. Perusahaan mulai mencari bukti keterampilan yang lebih konkret. Bukan hanya IPK, almamater, atau status kelulusan. Mereka ingin tahu apakah kandidat benar-benar memiliki kemampuan yang relevan dengan pekerjaan. Sinyal ini terlihat dalam Micro-Credentials Impact…

Baca Selengkapnya...

Nyamplung Menunggu Skala Biofuel

INDONESIA sedang mencari bahan bakar rendah emisi yang tidak menambah beban baru bagi pangan dan lahan produktif. Di tengah pencarian itu, nyamplung kembali muncul sebagai salah satu kandidat penting. Tanaman bernama ilmiah Calophyllum inophyllum ini bukan komoditas baru. Nyamplung tumbuh di banyak wilayah pesisir Indonesia. Sebagian berada di lahan marginal, kawasan terdegradasi, atau area yang…

Baca Selengkapnya...

Listrik Hijau Tak Lagi Cukup Tahunan

Klaim listrik hijau sedang memasuki fase yang lebih ketat. Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan global mengandalkan pencocokan energi terbarukan secara tahunan. Perusahaan membeli listrik atau sertifikat energi hijau dalam jumlah yang setara dengan konsumsi listrik selama setahun. Namun, pendekatan itu mulai dianggap belum cukup. Pertanyaannya kini lebih rinci. Apakah listrik bersih tersedia pada jam ketika perusahaan…

Baca Selengkapnya...