Limbah Sawit Menantang Impor LPG Rp97 Triliun

BRIN mengungkap potensi listrik 3,9 GW dari limbah sawit. Teknologi penyimpanan gas membuka peluang baru, tetapi kesiapan industri dan keekonomiannya masih menjadi tantangan. DI BALIK besarnya industri kelapa sawit Indonesia, tersimpan sumber energi yang selama ini juga menjadi persoalan lingkungan. Limbah cair pengolahan sawit berpotensi menghasilkan gas metana yang mempercepat pemanasan global. Namun, dengan teknologi…

Baca Selengkapnya...

Gas RI-Singapura Menguji Batas Kepentingan Nasional

Pengurangan ekspor gas Indonesia membuka perdebatan tentang kebutuhan energi domestik, kepastian kontrak, dan kerja sama dengan Singapura di tengah ketegangan kabut asap. KETIKA Indonesia mengurangi pasokan gas ke Singapura pada Sabtu, 24 Oktober 2026, persoalannya tidak berhenti pada berapa banyak energi yang berkurang. Keputusan tersebut mempertemukan tiga kepentingan yang tidak selalu berjalan searah. Kebutuhan listrik…

Baca Selengkapnya...

Asia Mengejar Keamanan Energi, Batu Bara Bertahan Lebih Lama

Investasi energi Asia diperkirakan mencapai US$1 triliun per tahun. Namun, pertumbuhan kebutuhan dan kekhawatiran pasokan membuat batu bara bertahan lebih lama. ASIA menghadapi persoalan yang lebih rumit daripada sekadar membangun lebih banyak pembangkit. Kawasan ini harus memenuhi kebutuhan energi yang terus tumbuh, melindungi ekonomi dari gangguan pasokan, sekaligus menekan emisi. Ketiganya belum tentu bergerak searah….

Baca Selengkapnya...

Batang Toru Mulai Digenangi, Perlindungan Ekosistem Perlu Bukti

PENGGENANGAN waduk PLTA Batang Toru membawa Sumatera bagian utara lebih dekat pada tambahan pasokan listrik. Namun, langkah menuju pengoperasian itu juga mempertegas kebutuhan lain, bukti bahwa perlindungan sungai dan habitat berjalan ketika proyek memasuki fase baru. Waduk pembangkit di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai digenangi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pemerintah menargetkan PLTA berkapasitas 510…

Baca Selengkapnya...

Kemenko Baru Bahlil, Hilirisasi Bisa Lepas dari Batu Bara?

INDONESIA menempatkan hilirisasi dan transisi energi dalam satu kementerian koordinator. Pertanyaan berikutnya berada di kawasan industri, dari mana listrik untuk mengolah mineral akan datang? Pertanyaan itu menentukan apakah pertumbuhan industri berjalan bersama pengurangan emisi. Pabrik pengolahan mineral membutuhkan pasokan energi yang andal. Ketika kebutuhan tersebut dipenuhi dengan pembangkit batu bara baru, investasi hilirisasi bisa sekaligus…

Baca Selengkapnya...

B50 Mengalir, Siapa Menjamin Mutunya sampai ke Mesin?

Peningkatan campuran biodiesel membutuhkan pengawasan sepanjang rantai pasok. Hasil pengujian kendaraan perlu diikuti kepastian mutu bahan bakar yang diterima masyarakat. INDONESIA membawa lebih banyak sawit ke tangki kendaraan melalui B50. Namun, keberhasilan kebijakan energi ini juga bergantung pada perjalanan bahan bakar. Dari tempat produksi, tangki penyimpanan, pengangkutan, hingga masuk ke mesin. Guru Besar Universitas Pertamina…

Baca Selengkapnya...

Eropa Danai Bahan Bakar Pesawat Hijau, Siapa Tutup Selisih Harga?

JERMAN, Austria, dan Luksemburg menyiapkan dana hingga €2,12 miliar, atau sekitar Rp43,35 triliun, untuk membantu membangun pasar bahan bakar pesawat sintetis. Uangnya tidak langsung dipakai membeli pesawat baru atau membangun pabrik milik negara. Tiga negara itu ingin menyelesaikan satu masalah yang menahan investasi, harga yang dibutuhkan produsen e-SAF masih lebih tinggi daripada harga yang bersedia…

Baca Selengkapnya...

Kaya Nikel, Indonesia Bisa Kuasai Teknologi Baterai?

INDONESIA punya nikel untuk membuat baterai kendaraan listrik. Namun, pasar baterai tidak menunggu satu jenis mineral. Ketika industri di dalam negeri sedang membangun rantai produksi berbasis nikel, baterai yang tidak memakai nikel justru mengambil lebih dari separuh pasar global. Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan baterai lithium iron phosphate atau LFP mencakup lebih dari 55%…

Baca Selengkapnya...

Jerman Tetapkan Akhir Energi Fosil, Indonesia Kapan?

JERMAN kini memberi tahun pada sebuah pertanyaan yang sering dibiarkan menggantung dalam kebijakan energi, kapan ketergantungan pada batu bara, minyak, dan gas berakhir? Jawaban yang ditulis dalam peta jalan terbarunya adalah 2045. Menteri Lingkungan Jerman Carsten Schneider memaparkan peta jalan peralihan bertahap dari bahan bakar fosil itu di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada 23 September…

Baca Selengkapnya...

Tiga Kali Lipat Energi Terbarukan, Siapa Membayar Jaringannya?

PEMBANGKIT tenaga surya bisa berdiri lebih cepat daripada jalur yang mengantar listriknya. Di situlah ambisi energi terbarukan bertemu persoalan yang kurang fotogenik, yakni kabel, gardu, baterai, perizinan, dan uang untuk membangunnya. Tanpa perangkat itu, penambahan kapasitas pembangkit belum tentu berarti lebih banyak listrik bersih sampai ke rumah dan pabrik. Persoalan tersebut kembali mengemuka dalam Global…

Baca Selengkapnya...