Kematian Iklim Tak Merata, Adaptasi Menentukan Siapa Bertahan

Ketika suhu global naik, negara dingin justru diuntungkan, sementara negara panas menghadapi lonjakan kematian yang tak seimbang. PERUBAHAN iklim tidak hanya mengubah suhu. Tapi, mulai mengubah peta kematian global. Riset Climate Impact Lab yang berbasis di University of Chicago menunjukkan tren yang kontras. Negara-negara beriklim dingin justru akan mengalami penurunan kematian akibat suhu ekstrem, sementara…

Baca Selengkapnya...

Krisis Air Tidak Netral Gender, Perempuan Menanggung Ongkosnya

KRISIS bair global tidak hanya berbicara tentang kelangkaan sumber daya. Tapi, juga mencerminkan kegagalan tata kelola yang memindahkan beban layanan dasar ke rumah tangga, dan secara sistemik, ke perempuan. Laporan World Water Development Report 2026 yang dirilis UNESCO menunjukkan skala persoalan ini dengan jelas. Setiap hari, sekitar 250 juta jam dihabiskan perempuan di seluruh dunia…

Baca Selengkapnya...

Melindungi Anak di Era Media Sosial, Apakah Batas Usia Cukup?

RUANG digital kini menjadi bagian dari lingkungan tumbuh anak. Media sosial bukan lagi sekadar sarana komunikasi. Tapi, telah menjadi infrastruktur sosial baru, tempat anak belajar, berinteraksi, sekaligus terpapar berbagai risiko yang sebelumnya tidak ada. Dalam konteks itu, pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah regulasi. Melalui aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata…

Baca Selengkapnya...

Blue Zone 2.0, Bagaimana Singapura Mendesain Kota untuk Umur Panjang

UMUR panjang sering dianggap sebagai hasil genetika, budaya makan, atau faktor geografis. Namun pengalaman Singapura menunjukkan hal lain. Umur panjang juga dapat dirancang melalui kebijakan publik. Peneliti Blue Zones, Dan Buettner, baru-baru ini menyebut Singapura sebagai “Blue Zone 2.0”, sebuah wilayah dengan harapan hidup sangat tinggi yang lahir bukan dari kondisi alamiah, melainkan dari desain…

Baca Selengkapnya...

Omah Lowo Solo, ‘Adaptive Reuse’ dan Strategi Masa Depan Kota Berkelanjutan

DI BANYAK kota Indonesia, bangunan tua masih diposisikan sebagai beban fiskal. Biaya perawatan tinggi. Fungsi ekonomi dianggap terbatas. Risiko keselamatan kerap dijadikan legitimasi pembongkaran. Akibatnya, memori kota terkikis pelan-pelan, digantikan bangunan baru yang seragam dan miskin identitas. Di kawasan Laweyan, Surakarta, sebuah rumah tua menunjukkan arah berbeda. Omah Lowo, yang dulu dikenal sebagai “rumah kelelawar”…

Baca Selengkapnya...

Solo Art Market, Model Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Berbasis Ruang Publik

DI BANYAK kota, ruang publik berhenti sebagai trotoar atau taman pasif. Namun di selasar Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, ruang kota berubah fungsi menjadi infrastruktur ekonomi kreatif yang hidup dua kali setiap bulan. Bukan lewat proyek raksasa atau gedung ikonik, melainkan melalui model komunitas yang terkurasi, rutin, dan berbasis interaksi langsung antara seniman dan publik. Di…

Baca Selengkapnya...

Hotel Kurus di Kota Padat, Pelajaran Tata Ruang dari Pitu Rooms Salatiga

DI TENGAH permukiman padat Salatiga, berdiri bangunan setinggi 17 meter dengan lebar hanya 2,8 meter. Namanya Pitu Rooms. Dari luar, bangunan ini tampak seperti sisipan vertikal di antara rumah-rumah warga. Dari dalam, hotel ini menjadi studi kasus nyata tentang bagaimana keterbatasan ruang bisa diolah menjadi solusi perkotaan. SustainReview menjajal langsung hotel ini untuk melihat apakah…

Baca Selengkapnya...

Jakarta Sudah Megacity Dunia, tapi Indonesia Belum Punya Pemerintahan Megacity

JAKARTA bukan lagi sekadar ibu kota.Jakarta telah berubah menjadi kota raksasa. Bahkan, menurut data terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jakarta kini menjadi wilayah metropolitan terpadat di dunia. Bukan Tokyo.Bukan Shanghai.Tapi, Jakarta. Dengan populasi fungsional sekitar 41,9 juta jiwa, Jakarta resmi masuk ke kategori megacity global. Artinya, kota ini tidak lagi bisa dilihat sebagai wilayah administratif DKI semata….

Baca Selengkapnya...

Wisata 2026 Berubah Arah, Ujian Tata Kelola Berkelanjutan bagi Komunitas Lokal

PARIWISATA global sedang berubah arah.Bukan lagi tentang seberapa jauh orang bepergian, tapi seberapa relevan perjalanan itu dengan hidup mereka. Menjelang 2026, wisata berbasis minat personal kian menguat. Orang tidak sekadar mencari destinasi populer, melainkan pengalaman yang sesuai nilai, gaya hidup, dan kebutuhan emosional. Pergeseran ini bukan tren sesaat. Tapi, mencerminkan transformasi sosial yang berdampak langsung…

Baca Selengkapnya...

Kasus Kakek Masir dan Kesenjangan Tata Kelola Konservasi Indonesia

DI SITUBONDO, Jawa Timur, seorang pria lanjut usia bernama Masir harus menghadapi tuntutan dua tahun penjara karena memikat burung di kawasan Taman Nasional Baluran. Usianya 75 tahun. Keterlibatannya bukan bagian dari jaringan perdagangan satwa liar, bukan pula pembalakan skala besar. Ia hanya warga desa penyangga yang hidup berdampingan dengan hutan sejak kecil. Kasus ini menjadi…

Baca Selengkapnya...