Indonesia Mau Mengubur Karbon Negara Lain, Siapa Menanggung Risikonya?

Indonesia memiliki modal geologi untuk menjadi pusat penyimpanan karbon regional. Peluang ekonominya besar, tetapi tanggung jawabnya dapat bertahan lama setelah kapal pengangkut pergi. INDONESIA membuka pintu untuk “mengubur” karbon negara lain di bawah perut buminya. CO₂ yang ditangkap dari kegiatan industri di luar negeri dapat diangkut melintasi laut, diterima di Indonesia, lalu disuntikkan ke dalam…

Baca Selengkapnya...

AI Masuk IGD, Siapa Menjaga Keputusan yang Menyangkut Nyawa?

BRIN mengembangkan AI untuk membantu triase pasien di IGD. Teknologinya menjanjikan efisiensi, tetapi satu kesalahan klasifikasi dapat mengubah prioritas pertolongan. DI INSTALASI gawat darurat, beberapa menit bisa mengubah banyak hal. Pasien yang datang dengan kondisi paling kritis tidak menunggu antrean seperti pasien lain. Tapi, harus dikenali lebih cepat, ditempatkan pada tingkat kegawatan yang tepat, lalu…

Baca Selengkapnya...

Lima Bintang Belum Tentu Berarti Wisata Berkelanjutan

Lebih dari 28 ribu ulasan wisata di Mandalika dan Lombok menunjukkan rating tinggi tidak selalu berarti tanpa masalah. BRIN mencoba membaca kritik tentang sampah, infrastruktur, mata pencaharian, hingga konservasi yang tersembunyi di balik bintang. LIMA bintang bisa mengatakan sebuah pantai indah, pemandangannya memukau, dan pengalaman berkunjung menyenangkan. Namun lima bintang tidak selalu mengatakan bahwa destinasi…

Baca Selengkapnya...

SAF Masih Mahal, Bisakah Pabrik Modular Mengubahnya?

Pendanaan US$43 juta kepada Lydian membawa pendekatan baru dalam produksi avtur sintetis. Namun, klaim biaya lebih rendah dan emisi turun 95% masih harus melewati pembuktian komersial. DUNIA penerbangan sedang mengejar bahan bakar rendah karbon dengan persediaan yang masih sangat terbatas. Produksi sustainable aviation fuel atau SAF secara global diperkirakan mencapai 2,4 juta ton pada 2026….

Baca Selengkapnya...

Menitipkan Karbon 2.600 Meter di Bawah Dasar Laut

TRUK tangki berwarna putih berhenti di terminal Northern Lights, Øygarden, Norwegia. Muatan yang dibawanya tidak terlihat. Namun, isinya menjadi bagian dari eksperimen besar Eropa untuk menghadapi perubahan iklim. Truk tersebut membawa karbon dioksida biogenik dari VEAS, instalasi pengolahan air limbah terbesar di Norwegia. Sejak Februari 2026, karbon dari limbah lebih dari 800.000 penduduk Oslo dan…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Punya Biogas, Siap Menangkap Karbonnya?

LIMBAH cair ternyata tidak hanya bisa menghasilkan biogas. Karbon yang tersisa dari proses tersebut juga dapat ditangkap, disimpan permanen, lalu menghasilkan sertifikat penghilangan karbon bernilai ekonomi. Model itu mulai bekerja di Norwegia. Puro.earth menerbitkan lebih dari 700 CO₂ Removal Certificates atau CORC untuk proyek di instalasi pengolahan air limbah VEAS. Sertifikat tersebut mencakup penghilangan karbon…

Baca Selengkapnya...

Ampas Kopi Jadi Kemasan, Siap Masuk Industri?

AMPAS kopi biasanya berhenti sebagai sisa setelah air panas mengekstraksi aroma dan rasanya. Nilainya cepat jatuh. Lalu dibuang bersama sampah lain, diangkut ke tempat pemrosesan akhir, atau dibiarkan terurai tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Namun, riset Badan Riset dan Inovasi Nasional membuka kemungkinan berbeda. Ampas kopi Gayo dipelajari sebagai bagian dari material komposit untuk kemasan pangan….

Baca Selengkapnya...

Malapari Menjanjikan SAF, tetapi Siapa Menjamin Bahan Bakunya?

MALAPARI mulai mendapat tempat baru dalam peta transisi energi Indonesia. Tanaman bernama ilmiah Pongamia pinnata itu tidak hanya menghasilkan minyak nabati yang dapat diolah menjadi biodiesel. Minyak bijinya juga dinilai berpotensi menjadi bahan baku bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF). Prospek tersebut diperkenalkan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam Capacity Building dan…

Baca Selengkapnya...

Mesin Hidrogen Airbus Melaju, Bandara Masih Tertinggal

INDUSTRI penerbangan mulai membawa hidrogen keluar dari laboratorium. Airbus dan MTU Aero Engines berencana membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan sekaligus mengomersialkan mesin pesawat listrik berbasis sel bahan bakar hidrogen. Entitas baru itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Tugasnya tidak berhenti pada riset. Perusahaan akan menangani pengembangan teknologi, desain, pengujian, sertifikasi, hingga komersialisasi sistem propulsi. Langkah…

Baca Selengkapnya...

AI Mengubah Pusat Data, Beban Listrik Ikut Melonjak

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) sedang mengubah wajah industri pusat data di Indonesia. Perubahannya bukan hanya terlihat dari jumlah proyek yang bertambah. AI juga membuat setiap fasilitas membutuhkan daya listrik dan sistem pendinginan yang jauh lebih besar. Head of Talent Development & Industry Certification Asosiasi Penyelenggara Data Center Indonesia atau IDPRO, Erick Hadi, mengatakan…

Baca Selengkapnya...