R Bestian

Mangrove Dunia Bertambah, Indonesia Kehilangan 204 Ribu Hektare

MANGROVE dunia membawa kabar yang sekilas menggembirakan. Dalam empat dekade terakhir, tutupan mangrove global tercatat bertambah 47.707 hektare. Laju kehilangan juga mulai melambat. Regenerasi alami dan restorasi menunjukkan hasil di sejumlah wilayah. Namun, kabar baik itu menyimpan peringatan besar bagi Indonesia. Pembaruan Global Mangrove Watch atau GMW 4.1 mencatat Indonesia kehilangan sekitar 2.043 kilometer persegi…

Baca Selengkapnya...

Menitipkan Karbon 2.600 Meter di Bawah Dasar Laut

TRUK tangki berwarna putih berhenti di terminal Northern Lights, Øygarden, Norwegia. Muatan yang dibawanya tidak terlihat. Namun, isinya menjadi bagian dari eksperimen besar Eropa untuk menghadapi perubahan iklim. Truk tersebut membawa karbon dioksida biogenik dari VEAS, instalasi pengolahan air limbah terbesar di Norwegia. Sejak Februari 2026, karbon dari limbah lebih dari 800.000 penduduk Oslo dan…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Punya Biogas, Siap Menangkap Karbonnya?

LIMBAH cair ternyata tidak hanya bisa menghasilkan biogas. Karbon yang tersisa dari proses tersebut juga dapat ditangkap, disimpan permanen, lalu menghasilkan sertifikat penghilangan karbon bernilai ekonomi. Model itu mulai bekerja di Norwegia. Puro.earth menerbitkan lebih dari 700 COâ‚‚ Removal Certificates atau CORC untuk proyek di instalasi pengolahan air limbah VEAS. Sertifikat tersebut mencakup penghilangan karbon…

Baca Selengkapnya...

Berebut SAF Sebelum Bahan Bakarnya Tersedia

MASKAPAI penerbangan mulai menyadari satu kenyataan penting. Membuat janji menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel belum tentu membuat bahan bakar itu tersedia. Permintaannya tumbuh. Regulasi mulai mengetat. Namun, produksinya masih jauh tertinggal. International Air Transport Association atau IATA memperkirakan produksi SAF global hanya mencapai 2,4 juta ton pada 2026. Jumlah itu setara…

Baca Selengkapnya...

Ampas Kopi Jadi Kemasan, Siap Masuk Industri?

AMPAS kopi biasanya berhenti sebagai sisa setelah air panas mengekstraksi aroma dan rasanya. Nilainya cepat jatuh. Lalu dibuang bersama sampah lain, diangkut ke tempat pemrosesan akhir, atau dibiarkan terurai tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Namun, riset Badan Riset dan Inovasi Nasional membuka kemungkinan berbeda. Ampas kopi Gayo dipelajari sebagai bagian dari material komposit untuk kemasan pangan….

Baca Selengkapnya...

Malapari Menjanjikan SAF, tetapi Siapa Menjamin Bahan Bakunya?

MALAPARI mulai mendapat tempat baru dalam peta transisi energi Indonesia. Tanaman bernama ilmiah Pongamia pinnata itu tidak hanya menghasilkan minyak nabati yang dapat diolah menjadi biodiesel. Minyak bijinya juga dinilai berpotensi menjadi bahan baku bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF). Prospek tersebut diperkenalkan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam Capacity Building dan…

Baca Selengkapnya...

Mesin Hidrogen Airbus Melaju, Bandara Masih Tertinggal

INDUSTRI penerbangan mulai membawa hidrogen keluar dari laboratorium. Airbus dan MTU Aero Engines berencana membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan sekaligus mengomersialkan mesin pesawat listrik berbasis sel bahan bakar hidrogen. Entitas baru itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Tugasnya tidak berhenti pada riset. Perusahaan akan menangani pengembangan teknologi, desain, pengujian, sertifikasi, hingga komersialisasi sistem propulsi. Langkah…

Baca Selengkapnya...

Audit PLTU, Listrik Andal Tak Cukup Batu Bara

PEMADAMAN listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa membuka persoalan yang lebih besar daripada sekadar kekurangan batu bara. Indonesia memiliki pembangkit dalam jumlah besar. Produksi batu bara nasional juga mencapai ratusan juta ton setiap tahun. Namun, ketika sejumlah pembangkit terganggu dan pasokan bahan bakar tidak sesuai kebutuhan mesin, cadangan sistem dapat menyusut dengan…

Baca Selengkapnya...

Panas Ekstrem Bukan Lagi Cuaca Biasa

Gelombang panas Eropa menjadi alarm bagi Indonesia. Risiko panas tidak cukup dibaca sebagai urusan suhu, tetapi sebagai isu kesehatan, kota, dan produktivitas. PANAS ekstrem yang melanda Eropa sejak akhir Juni 2026 menjadi pengingat keras bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Gelombang panas itu memecahkan rekor suhu di berbagai wilayah, menekan aktivitas warga, dan menimbulkan dampak serius…

Baca Selengkapnya...