R Bestian

Pelaporan ESG Surut, Risiko Tata Kelola Global Menguat

Transparansi sukarela melemah, tekanan hukum naik, dan implikasinya mulai menjalar ke rantai pasok Indonesia PENURUNAN laporan keberlanjutan di Amerika Serikat menandai perubahan struktural dalam tata kelola korporasi global. Perusahaan mulai menahan transparansi akibat meningkatnya risiko hukum dan melemahnya tekanan investor, yang pada akhirnya berpotensi mempersempit visibilitas rantai pasok global, termasuk yang melibatkan Indonesia. Analisis The…

Baca Selengkapnya...

Desalinasi Berubah Arah, Krisis Air Jadi Strategi Industri

KRISIS air tidak lagi diposisikan sekadar sebagai persoalan layanan publik. Sebaliknya, mulai dibaca sebagai isu strategis, setara dengan energi dan pangan. Langkah Korea Selatan membentuk koalisi nasional desalinasi menandai pergeseran itu. Negara tidak hanya membangun infrastruktur air, tetapi juga merancang industri adaptasi iklim yang siap bersaing di pasar global. Di tengah tekanan perubahan iklim yang…

Baca Selengkapnya...

El Nino 2026: Stress Test Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Indonesia

El Nino 2026 menjadi stress test bagi ketahanan pangan, energi, dan air Indonesia, dengan dampak puncak diproyeksikan pada 2027. PROBABILITAS kemunculan El Nino pada pertengahan 2026 kini mencapai 62%, berdasarkan proyeksi terbaru dari NOAA Climate Prediction Center. Angka ini menunjukkan satu hal sederhana, peluang terjadinya lebih besar daripada tidak terjadi. Namun dalam kerangka kebijakan, angka…

Baca Selengkapnya...

B Corp Bukan Sekadar Label, tapi Ujian Kesiapan Bisnis Indonesia Masuk Pasar Eropa

PERDAGANGAN global sedang berubah arah. Bukan lagi soal tarif, melainkan standar. Dalam lanskap baru ini, keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan reputasi. Tapi, berubah menjadi syarat masuk pasar. Uni Eropa memimpin pergeseran ini melalui kerangka regulasi seperti Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD), yang mewajibkan perusahaan mengungkap dampak lingkungan dan sosial secara terukur. Di tengah perubahan tersebut,…

Baca Selengkapnya...

Amerika Goyah, Pasar Tetap Menagih: Siapa Menentukan Standar Keterbukaan Iklim Global?

KETIKA regulator federal Amerika Serikat mulai goyah dalam menetapkan aturan keterbukaan iklim, pasar justru bergerak ke arah sebaliknya. Investor tetap menuntut data yang konsisten, dapat dibandingkan, dan relevan secara finansial. Langkah U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) yang kembali membuka ruang diskusi atas disclosure iklim, di tengah tarik-ulur kebijakan, menunjukkan satu pergeseran penting. Tata kelola…

Baca Selengkapnya...

Kota-kota Dunia Membalik Tren Polusi, Pelajaran Kebijakan bagi Indonesia

SELAMA bertahun-tahun, polusi udara di kota besar sering dianggap sebagai “biaya tak terhindarkan” dari urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, data terbaru menunjukkan narasi itu mulai berubah. Sejumlah kota besar dunia kini berhasil menurunkan polusi udara secara signifikan, bahkan dalam waktu relatif singkat. Laporan “Breathe Better: How Leading Cities Have Rapidly Cut Air Pollution” yang dirilis…

Baca Selengkapnya...

Dua Peta Jalan Global, Satu Ujian Kebijakan Indonesia

AGENDA iklim global kini memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar menetapkan target jangka panjang, tetapi bagaimana negara-negara menerjemahkan komitmen tersebut menjadi peta jalan kebijakan yang nyata. Di tengah dinamika itu, Indonesia mulai merumuskan posisi nasional untuk dua agenda besar sekaligus, yakni transisi menjauh dari bahan bakar fosil dan upaya menghentikan serta membalikkan deforestasi pada 2030….

Baca Selengkapnya...

Ekonomi Hijau di Indonesia, Mengapa Transisi Tak Bisa Ditunda

TRANSFORMASI menuju ekonomi hijau semakin menjadi agenda utama dalam kebijakan pembangunan global. Di tengah krisis iklim, degradasi lingkungan, dan tekanan terhadap sumber daya alam, banyak negara mulai mengarahkan strategi ekonominya menuju model pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Indonesia tidak terkecuali. Pemerintah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai memasukkan konsep ekonomi hijau ke dalam berbagai kebijakan pembangunan…

Baca Selengkapnya...

Defisit Air Jawa Menguji Fondasi Ekonomi Indonesia

KRISIS air mulai mengetuk jantung ekonomi Indonesia. Bukan di wilayah terpencil, melainkan di Pulau Jawa, pusat populasi, industri, dan aktivitas ekonomi nasional. Laporan Indonesia Environment Outlook (IEO) 2026 menunjukkan Pulau Jawa mengalami defisit air sekitar 118 miliar meter kubik setiap tahun. Angka ini menggambarkan jurang yang makin lebar antara kebutuhan air dan ketersediaan sumber daya…

Baca Selengkapnya...

Tragedi Bantar Gebang dan Keterlambatan Transisi Pengelolaan Sampah Jakarta

Usulan tiga PLTS baru menandai upaya Jakarta mengurangi ketergantungan pada landfill setelah tragedi longsor gunungan sampah. LONGSOR gunungan sampah di TPST Bantar Gebang yang menewaskan tujuh orang kembali membuka realitas lama pengelolaan sampah Jakarta, ketergantungan besar pada sistem landfill. Selama lebih dari tiga dekade, Bantar Gebang menjadi titik akhir bagi sebagian besar sampah dari ibu…

Baca Selengkapnya...