Indonesia Punya 2.564 Calon Pangan, Mengapa Pilihan Kita Sempit?

Indonesia memiliki ribuan tumbuhan yang berpotensi menjadi pangan. Di tengah perubahan iklim dan tekanan terhadap tanah, air, serta biodiversitas, keragaman itu seharusnya menjadi sistem cadangan ketahanan pangan, bukan sekadar kekayaan yang tersimpan dalam daftar spesies. INDONESIA tidak kekurangan pilihan untuk makan. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi BRIN, Prof. Wawan Sujarwo, mencatat sedikitnya 2.564 spesies…

Baca Selengkapnya...

Air Tawar Laut Jawa Mengalir hingga Banda

Air dari hujan dan sungai tidak berhenti ketika mencapai laut. Riset menunjukkan Laut Jawa menjadi pemasok utama air tawar bagi perairan selatan Indonesia, sementara arus membawanya hingga Laut Banda dan menghubungkannya dengan dinamika ENSO serta IOD. AIR tawar ternyata punya perjalanan panjang setelah meninggalkan daratan. Hujan yang jatuh di kepulauan Indonesia, air yang mengalir melalui…

Baca Selengkapnya...

Lebah Menjauh dari Bunga Kopi, Salah Sinyal HP?

Lebah terbukti membantu pembentukan buah kopi. Sejumlah penelitian juga menemukan gelombang radio dapat memengaruhi perilaku lebah. Namun, sains belum menemukan bukti langsung bahwa sinyal telekomunikasi telah menurunkan produksi kopi. BUNGA kopi hanya membuka pintunya dalam waktu singkat. Ketika bunga-bunga putih itu bermekaran, lebah datang membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga lain. Pertemuan singkat…

Baca Selengkapnya...

Anggaran Pangan Besar, Sudahkah Irigasi Tahan Iklim?

China mengucurkan US$319 juta untuk mencegah bencana pertanian dan memperbaiki infrastruktur air. Indonesia menghadapi pertanyaan serupa ketika El Niño mengancam musim tanam. CHINA tidak menunggu seluruh sawah rusak sebelum mengeluarkan anggaran. Pemerintah negara itu mengalokasikan 2,154 miliar yuan atau sekitar US$319 juta untuk dana konservasi air dan penanganan bencana. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mencegah…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Punya Laut Luas, Mengapa Tata Kelolanya Masih Terpecah?

INDONESIA menguasai sekitar 6,4 juta kilometer persegi wilayah perairan. Garis pantainya membentang lebih dari 108 ribu kilometer. Namun, luasnya laut ternyata tidak otomatis membuat pengelolaannya lebih sederhana. Ada sedikitnya 26 undang-undang yang bersinggungan dengan tata kelola kelautan Indonesia. Alih-alih membentuk satu sistem yang utuh, banyak regulasi itu justru berjalan dalam rezim sektoral yang berbeda. Di…

Baca Selengkapnya...

1 dari 7 Anak Terpapar Timbal, Sumbernya Dekat dari Rumah

Surveilans 2025 menemukan kadar timbal darah yang memerlukan perhatian pada sekitar satu dari tujuh anak yang diperiksa. Jejak paparannya ada dekat dengan kehidupan sehari-hari. PIRING, wajan, mainan, kosmetik, hingga cat yang mengelupas di rumah terlihat seperti benda biasa. Namun, sebagian benda dan kondisi di sekitar rumah kini masuk dalam peta risiko paparan timbal pada anak…

Baca Selengkapnya...

Ikan Purba Ditemukan di Indonesia, Habitatnya Belum Sepenuhnya Dilindungi

Sebanyak 18 Coelacanth ditemukan di Pulau Talise. Sains telah menunjukkan habitat pentingnya. Kini, kebijakan konservasi harus segera menyusul. SEBELAS ikan purba hidup di dalam satu gua bawah laut. Bukan sebelas fosil. Bukan pula rekonstruksi kehidupan laut jutaan tahun lalu. Mereka adalah Coelacanth Indonesia atau Latimeria menadoensis yang masih berenang di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara….

Baca Selengkapnya...

Mangrove Dunia Bertambah, Indonesia Kehilangan 204 Ribu Hektare

MANGROVE dunia membawa kabar yang sekilas menggembirakan. Dalam empat dekade terakhir, tutupan mangrove global tercatat bertambah 47.707 hektare. Laju kehilangan juga mulai melambat. Regenerasi alami dan restorasi menunjukkan hasil di sejumlah wilayah. Namun, kabar baik itu menyimpan peringatan besar bagi Indonesia. Pembaruan Global Mangrove Watch atau GMW 4.1 mencatat Indonesia kehilangan sekitar 2.043 kilometer persegi…

Baca Selengkapnya...

Polusi Jabodetabek Tidak Mengenal Batas Kota

KABUT abu-abu telah menjadi pemandangan yang terlalu biasa di Jabodetabek. Gedung menjauh dari pandangan. Langit kehilangan warna. Udara buruk muncul di layar ponsel, lalu warga kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Namun, angka kualitas udara hanya menjawab sebagian persoalan. Hanya memberi tahu seberapa tinggi konsentrasi pencemar pada lokasi dan waktu tertentu. Angka itu belum selalu menjelaskan…

Baca Selengkapnya...