Mengatur Hujan untuk Menghadapi El Niño

PEMERINTAH mulai memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah antisipasi menghadapi El Niño yang diperkirakan aktif mulai pertengahan 2026. Langkah ini bukan lagi sekadar respons cuaca ekstrem, tetapi mulai bergerak menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan air, pangan, energi, dan pengendalian kebakaran hutan nasional. Operasi modifikasi cuaca adalah teknik intervensi atmosfer…

Baca Selengkapnya...

Super El Niño Berpotensi Ubah Krisis Iklim Jadi Krisis Ekonomi Global Baru

DUNIA mulai menghadapi ancaman baru yang tidak lagi sekadar berkaitan dengan cuaca panas atau musim kering lebih panjang. Fenomena “Super El Niño” kini diperkirakan berpotensi menjadi salah satu risiko global terbesar menjelang 2027, karena dampaknya dapat menjalar ke pangan, energi, inflasi, hingga stabilitas ekonomi banyak negara. Super El Niño adalah fase pemanasan ekstrem suhu permukaan…

Baca Selengkapnya...

Polusi Udara Ternyata Punya “Sidik Jari” Berbeda di Tiap Kota

POLUSI udara ternyata tidak memiliki karakter yang sama di setiap kota. Penelitian terbaru menunjukkan partikel halus PM2.5 di Bandung, Jakarta, dan Tangerang memiliki bentuk, kandungan kimia, hingga sumber pencemar yang berbeda-beda. Temuan ini memperlihatkan bahwa krisis kualitas udara di Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan kebijakan yang seragam. PM2.5 adalah partikel polusi udara berukuran 2,5…

Baca Selengkapnya...

ICJ Mulai Mengubah Krisis Iklim Jadi Risiko Hukum Negara

MAJELIS Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations General Assembly (UNGA) pada 20 Mei 2026 resmi mengadopsi resolusi yang mendukung opini penasihat International Court of Justice terkait kewajiban negara menghadapi perubahan iklim. Langkah ini memperbesar tekanan politik dan hukum terhadap negara-negara penghasil emisi tinggi. Sebanyak 141 negara mendukung resolusi tersebut, delapan negara menolak, dan 28 lainnya…

Baca Selengkapnya...

Krisis Iklim Global Menekan Arus Laut Selatan Jawa

INDONESIA mulai memahami lebih dalam bagaimana perubahan iklim global mempengaruhi “mesin laut” yang selama ini ikut mengatur cuaca, perikanan, hingga stabilitas pesisir di selatan Nusantara. Riset terbaru kolaborasi BRIN dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) berhasil merekonstruksi dinamika South Java Coastal Current (SJCC) atau Arus Pantai Selatan Jawa menggunakan data panjang selama 30 tahun, dari 1993 hingga…

Baca Selengkapnya...

Kuda Laut Indonesia Masuk Zona Risiko, Krisis Data Laut Jadi Ancaman Baru

INDONESIA ternyata menjadi rumah bagi sedikitnya 13 spesies kuda laut yang tersebar di berbagai wilayah pesisir nasional. Namun di balik kekayaan biodiversitas itu, muncul persoalan yang lebih serius. Negara belum memiliki data yang cukup kuat untuk memastikan populasi kuda laut tetap aman di alam. Kuda laut adalah ikan laut kecil dari genus Hippocampus yang hidup…

Baca Selengkapnya...

Maskapai Mulai Berebut SAF Sebelum Regulasi 2030 Berlaku

SUSTAINABLE Aviation Fuel (SAF) mulai berubah dari sekadar bahan bakar alternatif menjadi aset strategis baru dalam industri penerbangan global. Di Eropa, maskapai kini tidak lagi hanya berbicara soal target net-zero, tetapi mulai berebut mengamankan pasokan bahan bakar rendah emisi sebelum regulasi baru berlaku pada 2030. SAF adalah bahan bakar penerbangan rendah emisi yang dirancang untuk…

Baca Selengkapnya...

Bukan Sekadar Harga Karbon, Dunia Kini Berebut Standar Pasar Karbon

PASAR karbon global memasuki arah baru. Fokus dunia kini tidak lagi hanya pada harga emisi, tetapi pada siapa yang mengendalikan standar, integritas data, dan aturan teknis perdagangan karbon lintas negara. Peluncuran Open Coalition on Compliance Carbon Markets (OCCCM) di Florence, Italia, menjadi sinyal penting perubahan tersebut. Uni Eropa, China, dan Brasil resmi membentuk koalisi baru…

Baca Selengkapnya...

Udara Sejuk Mulai Menjadi Ketimpangan Baru ASEAN

KRISIS panas di ASEAN mungkin tidak akan dirasakan secara setara. Di kota-kota yang makin panas, udara sejuk perlahan berubah menjadi privilese baru perkotaan. ASEAN Center for Energy (ACE) memperingatkan kota-kota besar di Asia Tenggara akan menghadapi lonjakan suhu ekstrem dalam beberapa dekade ke depan. Namun di balik ancaman itu, muncul persoalan lain yang mulai jarang…

Baca Selengkapnya...

Kota ASEAN Mulai Kehilangan Kemampuan untuk Tetap Sejuk

KRISIS iklim di ASEAN mulai berubah bentuk. Bukan lagi hanya soal banjir, emisi, atau cuaca ekstrem sesaat. Kota-kota besar di Asia Tenggara kini menghadapi ancaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, panas yang makin sulit ditoleransi. ASEAN Center for Energy (ACE) memperkirakan kota-kota besar di kawasan ini akan mengalami 85–120 hari panas ekstrem dengan suhu…

Baca Selengkapnya...