Embun Upas Datang, Petani Dieng Belum Terlindungi

KRISTAL es tipis yang menutupi rerumputan dan kompleks percandian di Dataran Tinggi Dieng kerap menjadi magnet wisata. Foto-fotonya menyebar di media sosial. Wisatawan datang untuk menyaksikan lanskap tropis yang tampak seperti sedang bersalju. Namun, pemandangan yang indah bagi wisatawan dapat berarti kerugian besar bagi petani. Embun upas atau frost yang melanda Dieng pada 9–10 Juli…

Baca Selengkapnya...

Panas Ekstrem Bukan Lagi Cuaca Biasa

Gelombang panas Eropa menjadi alarm bagi Indonesia. Risiko panas tidak cukup dibaca sebagai urusan suhu, tetapi sebagai isu kesehatan, kota, dan produktivitas. PANAS ekstrem yang melanda Eropa sejak akhir Juni 2026 menjadi pengingat keras bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Gelombang panas itu memecahkan rekor suhu di berbagai wilayah, menekan aktivitas warga, dan menimbulkan dampak serius…

Baca Selengkapnya...

Sinyal El Niño 2026 Terbaca dari Laut

Satelit menangkap gelombang air hangat di Pasifik. Bagi dunia, ini bukan sekadar anomali laut, melainkan peringatan awal bagi pangan, air, energi, dan kesiapan iklim. PERMUKAAN Samudra Pasifik kembali mengirim sinyal penting. Dari luar angkasa, satelit Sentinel-6 Michael Freilich menangkap kenaikan tinggi muka laut di sekitar ekuator Pasifik. Di sejumlah titik, permukaan laut terpantau lebih tinggi…

Baca Selengkapnya...

Sawah Basah, Emisi Naik

SELAMA puluhan tahun, sawah produktif sering dibayangkan sebagai hamparan air yang terus tergenang. Air menjadi simbol kesuburan. Sawah yang kering kerap dianggap bermasalah. Namun, perubahan iklim membuat cara pandang itu perlu dibaca ulang. Di balik genangan sawah, ada emisi metana. Gas rumah kaca ini terbentuk ketika tanah berada dalam kondisi anaerob, atau minim oksigen. Semakin…

Baca Selengkapnya...

Inpres Gajah dan Ujian Tata Ruang Infrastruktur

INDONESIA tidak hanya sedang menyiapkan kebijakan untuk menyelamatkan gajah. Indonesia sedang diuji apakah pembangunan infrastrukturnya mampu membaca ruang hidup satwa liar. Ujian itu hadir melalui rencana Instruksi Presiden atau Inpres tentang penyelamatan gajah sumatra dan gajah kalimantan. Kebijakan ini penting karena krisis gajah tidak lagi bisa dibaca sebagai urusan konservasi semata. Ini adalah persoalan tata…

Baca Selengkapnya...

El Niño 2026 Tidak Ekstrem, tapi Kemarau Bisa Lebih Panjang

El Niño 2026 diperkirakan tidak akan mencapai level ekstrem. Namun, risiko yang lebih dekat bagi Indonesia bukan kepanikan terhadap “Godzilla El Niño”, melainkan kemarau yang bisa berlangsung lebih panjang dan menekan air, pangan, serta risiko kebakaran lahan. ISU kemunculan El Niño ekstrem pada 2026 tidak perlu dibaca dengan kepanikan. Badan Riset dan Inovasi Nasional atau…

Baca Selengkapnya...

Lahan Rob Bisa Jadi Sumber Pangan Baru

Minapadi Salin di Batang menunjukkan bahwa lahan pesisir terdampak rob tidak selalu harus ditinggalkan. Dengan riset dan sistem produksi adaptif, lahan salin bisa dibaca ulang sebagai sumber pangan dan ekonomi baru. LAHAN pesisir yang terdampak rob sering dianggap selesai. Air laut masuk. Tanah berubah asin. Produktivitas turun. Petani kehilangan ruang tanam. Dalam banyak kasus, sawah…

Baca Selengkapnya...

Pantura Perlu Tanggul, tapi Mangrove Tak Boleh Kalah

PANTURA sedang memasuki fase baru perlindungan pesisir. Isunya tidak lagi cukup dibaca sebagai proyek tanggul, pemecah gelombang, atau reklamasi teknis. Pantura adalah ruang ekologis, ekonomi, dan sosial yang sedang ditekan oleh abrasi, banjir rob, kerusakan mangrove, ekspansi tambak, serta penurunan tanah. Tekanan berlapis itu membuat pendekatan tunggal semakin tidak memadai. Struktur keras dapat menahan gelombang,…

Baca Selengkapnya...