COP17 Dibuka, Luas Kawasan Konservasi Belum Menjamin Perlindungan

Cakupan konservasi dunia bertambah. COP17 membawa perhatian pada pekerjaan berikutnya. Memastikan kawasan dikelola efektif, melindungi habitat penting, dan menghormati masyarakat penjaganya. WARNA kawasan konservasi pada peta menunjukkan wilayah yang memperoleh perlindungan. Namun, untuk mengetahui apakah perlindungan itu bekerja, diperlukan informasi lain. Kondisi habitat, tekanan terhadap satwa, kemampuan pengelola, hingga keterlibatan masyarakat dalam mengambil keputusan. Persoalan…

Baca Selengkapnya...

COP17 Bahas Pembagian Manfaat dari Data Genetik Alam

Pemanfaatan data genetik membuka peluang inovasi. Melalui Cali Fund, COP17 membahas bagaimana manfaatnya kembali kepada negara dan masyarakat penjaga biodiversitas. INFORMASI genetik tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme dapat beredar melintasi negara melalui basis data digital. Perusahaan dapat memanfaatkannya untuk riset dan pengembangan produk. Namun, bagaimana manfaat ekonomi itu kembali kepada pihak yang menjaga sumber kekayaan hayatinya?…

Baca Selengkapnya...

Jelang COP17, Apa yang Dipertaruhkan bagi Indonesia?

Dunia akan meninjau kemajuan perlindungan biodiversitas menuju 2030. Bagi Indonesia, kepentingannya menjangkau pendanaan, arah pembangunan, dan hak masyarakat penjaga alam. SEDIKITNYA US$200 miliar atau setara Rp3.610,4 triliun per tahun ditargetkan mengalir untuk perlindungan keanekaragaman hayati dunia pada 2030. Di balik angka itu terdapat kebutuhan konkret, menjaga habitat, memulihkan ekosistem, membiayai pengawasan, dan mendukung masyarakat yang…

Baca Selengkapnya...

Dry Ice untuk Karhutla, Bagaimana Mengukur Keberhasilannya?

Jarak pandang membaik dalam uji coba dry ice di Sumatra Selatan. Pengukuran polutan dan lamanya manfaat bertahan menentukan artinya bagi perlindungan warga. JARAK pandang di sekitar lokasi penyemaian dry ice di Sumatra Selatan dilaporkan meningkat dari sekitar 650 meter menjadi 2.800 meter. Bagi penerbangan yang terganggu kabut asap, perubahan itu penting. Bagi warga yang setiap…

Baca Selengkapnya...

Karhutla Indonesia: Peta NASA Memerah, Bagaimana Perlindungan Warga?

Sebaran karbon monoksida di atmosfer menarik perhatian pada karhutla Indonesia. Pengukuran udara di permukaan menentukan bagaimana peringatan dan perlindungan warga harus dijalankan. WARNA merah pada peta satelit mudah menarik perhatian. Namun, bagi warga yang menghadapi asap kebakaran hutan dan lahan, pertanyaan paling mendesak berada di dekat rumah. Seberapa buruk udara hari ini, dan kapan mereka…

Baca Selengkapnya...

Riset Baru Melacak Jejak Sianida dari Kebakaran Gambut

Penelitian terbit September 2026 memperjelas hubungan air gambut dengan emisi kebakaran. Di tengah karhutla, temuan ini memberi alasan kuat untuk memperbaiki pemantauan dan pencegahan. ASAP yang menyelimuti permukiman membawa pertanyaan, apa yang sebenarnya sedang terbakar, dan bagaimana menghentikannya? Bagi Indonesia yang kembali menghadapi karhutla besar, jawabannya juga harus dicari di bawah permukaan tanah. Reuters pada…

Baca Selengkapnya...

Badan Gambut Baru, Apa yang Berubah di Lapangan?

Pelantikan pimpinan BPGMN membuka babak baru pengelolaan gambut dan mangrove. Kewenangan lintas sektor, pemulihan tata air, serta pengawasan pemanfaatan lahan menentukan dampaknya bagi pencegahan kebakaran. AIR menjadi salah satu ukuran paling konkret untuk menilai badan baru pengelola gambut. Apakah lahan yang mengering kembali basah. Apakah pembasahan bertahan saat kemarau. Dan siapa yang bertanggung jawab ketika…

Baca Selengkapnya...

Kabut Asap Meluas, Janji ASEAN Bebas Asap Dipertanyakan

ASEAN memiliki target bebas asap lintas batas pada 2030. Kebakaran tahun ini menempatkan kecepatan bantuan, pencegahan, dan perlindungan warga sebagai ukuran keberhasilan kerja sama kawasan. KABUT asap kembali membawa kebakaran hutan dan lahan Indonesia ke meja diplomasi Asia Tenggara. Namun, persoalan paling mendesak berlangsung jauh dari ruang pertemuan. Bagaimana melindungi warga ketika udara yang mereka…

Baca Selengkapnya...

Titik Panas Papua Menagih Perlindungan Hutan dan Warga

BMKG mendeteksi ratusan titik panas berkepercayaan tinggi di Papua Selatan. Pernyataan pemerintah untuk tidak memperluas sawah ke kawasan hutan perlu diterjemahkan menjadi perlindungan yang terukur. PAPUA SELATAN mencatat 482 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam pemantauan BMKG pada 11 Oktober 2026. Angka tersebut tercantum dalam prakiraan cuaca periode 13-19 Oktober yang diperbarui pada 12…

Baca Selengkapnya...

COP17 Menagih Bukti Perlindungan Alam

Dunia mendekati tenggat biodiversitas 2030. Kemajuan mulai terlihat, tetapi perluasan kawasan konservasi belum selalu berarti perlindungan yang efektif. SEKITAR 10% lautan dunia sudah ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi atau dikonservasi. Namun, bagian yang dinilai terlindungi secara efektif baru sekitar 3,5%. Selisih itu memperlihatkan persoalan penting menjelang COP17, yakni penetapan kawasan belum selalu diikuti perlindungan yang…

Baca Selengkapnya...