Indonesia Dorong ASEAN Bangun Arsitektur Biosekuriti Hadapi Spesies Invasif

INDONESIA mulai mendorong perubahan penting dalam tata kelola keanekaragaman hayati kawasan. Pendekatan sektoral di tingkat nasional yang selama ini dominan dinilai tidak lagi memadai. Arah kebijakan kini bergerak menuju sistem regional yang lebih terintegrasi. Melalui lokakarya regional yang digelar di Jakarta pada 30 Maret–1 April 2026, negara-negara ASEAN menyepakati pembentukan proyek AIM-ASEAN (Accelerating IAS Management…

Baca Selengkapnya...

Emisi AS Picu Kerugian Global Rp155.000 Triliun, Beban Terbesar Ditanggung Negara Berkembang

KENAIKAN suhu global selama tiga dekade terakhir bukan sekadar isu lingkungan. Tapi, telah berubah menjadi kerugian ekonomi nyata, dan kini mulai dihitung secara sistematis. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature memperkirakan emisi karbon historis Amerika Serikat menyebabkan kerugian ekonomi global hingga 10 triliun dolar AS atau sekitar Rp155.000 triliun sejak 1990. Temuan ini, sebagaimana…

Baca Selengkapnya...

Daya Dukung Terlampaui, Komodo Masuk Era Pembatasan Wisata

PEMBATASAN wisata di Taman Nasional Komodo mulai April 2026 bukan sekadar kebijakan teknis. Ini adalah koreksi atas pertumbuhan yang melampaui batas ekologis. Dalam bahasa sederhana, jumlah manusia sudah melebihi kapasitas alam untuk menanggungnya. Data Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menunjukkan tren yang jelas. Kunjungan melonjak dari 65.362 wisatawan pada 2021 menjadi 429.509 pada 2025. Lonjakan…

Baca Selengkapnya...

Komodo Masuk Diplomasi Global, Indonesia Uji Peran Baru di Arena Biodiversitas

Breeding loan komodo menandai pergeseran biodiversitas dari isu konservasi menjadi instrumen diplomasi strategis Indonesia. KERJA sama breeding loan komodo antara Indonesia dan Jepang bukan sekadar program konservasi. Ini adalah sinyal bahwa biodiversitas mulai ditempatkan sebagai aset strategis dalam diplomasi global. Penandatanganan MoU antara Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Prefektur Shizuoka menunjukkan satu arah baru. Indonesia tidak…

Baca Selengkapnya...

FOLU Net Sink 2030, Strategi Indonesia Menjadikan Hutan sebagai Penyerap Karbon

INDONESIA menempatkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai kunci dalam strategi pengendalian perubahan iklim. Dalam struktur emisi nasional, sektor ini bukan hanya penyumbang utama, tetapi juga memiliki potensi terbesar untuk menjadi solusi. Melalui agenda FOLU Net Sink 2030, pemerintah menargetkan perubahan mendasar. Sektor kehutanan tidak lagi menjadi sumber emisi, melainkan menjadi penyerap karbon bersih. FOLU…

Baca Selengkapnya...

Laut Memanas, Darat Membara: Risiko Heatwave Indonesia Naik

PEMANASAN laut tidak lagi sekadar isu kelautan. Tapi, telah menjadi penggerak utama gelombang panas ekstrem di daratan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Pemanasan laut pesisir menjadi kontributor utama peningkatan gelombang panas global, dengan porsi mencapai 50–64 persen. Temuan ini muncul dari studi terbaru yang melansir Down to Earth, merangkum riset dari Potsdam Institute for…

Baca Selengkapnya...

Kualitas Udara Global Memburuk, 91% Negara Gagal Penuhi Standar WHO

Hanya segelintir wilayah memenuhi ambang aman. Data menunjukkan krisis polusi semakin struktural, bukan sekadar musiman. KUALITAS udara global menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hanya 14 persen negara dan kota di dunia yang memenuhi pedoman partikel halus PM2.5 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Angka ini turun dari 17 persen pada tahun sebelumnya. Sebagian besar negara di dunia…

Baca Selengkapnya...

Solusi Iklim Murah Itu Nyata, Pelajaran dari ‘Insinyur Alam’ dalam Menyerap Karbon

DI TENGAH perlombaan global mengembangkan teknologi penangkap karbon yang mahal dan kompleks, sebuah temuan ilmiah terbaru justru mengarah pada pendekatan yang lebih sederhana, bekerja bersama proses alami. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Earth and Environment menunjukkan bahwa ekosistem yang dibentuk oleh berang-berang mampu berfungsi sebagai penyerap karbon bersih (net carbon sink). Temuan ini memperkuat…

Baca Selengkapnya...

El Nino 2026: Stress Test Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Indonesia

El Nino 2026 menjadi stress test bagi ketahanan pangan, energi, dan air Indonesia, dengan dampak puncak diproyeksikan pada 2027. PROBABILITAS kemunculan El Nino pada pertengahan 2026 kini mencapai 62%, berdasarkan proyeksi terbaru dari NOAA Climate Prediction Center. Angka ini menunjukkan satu hal sederhana, peluang terjadinya lebih besar daripada tidak terjadi. Namun dalam kerangka kebijakan, angka…

Baca Selengkapnya...

Tambang Boleh Beroperasi, Audit Belum Selesai: Apa Arti Penegakan Lingkungan Indonesia?

KEPUTUSAN pemerintah mengizinkan kembali operasi tambang emas PT Agincourt Resources memunculkan pertanyaan penting dalam tata kelola lingkungan Indonesia. Perusahaan yang sebelumnya sempat dibekukan izin lingkungannya itu kini dinilai secara teknis dapat kembali beroperasi. Namun pada saat yang sama, proses audit lingkungan terhadap aktivitas perusahaan tersebut masih berjalan. Situasi ini memperlihatkan satu dinamika yang semakin sering…

Baca Selengkapnya...