Bukan Sekadar Harga Karbon, Dunia Kini Berebut Standar Pasar Karbon

PASAR karbon global memasuki arah baru. Fokus dunia kini tidak lagi hanya pada harga emisi, tetapi pada siapa yang mengendalikan standar, integritas data, dan aturan teknis perdagangan karbon lintas negara. Peluncuran Open Coalition on Compliance Carbon Markets (OCCCM) di Florence, Italia, menjadi sinyal penting perubahan tersebut. Uni Eropa, China, dan Brasil resmi membentuk koalisi baru…

Baca Selengkapnya...

Udara Sejuk Mulai Menjadi Ketimpangan Baru ASEAN

KRISIS panas di ASEAN mungkin tidak akan dirasakan secara setara. Di kota-kota yang makin panas, udara sejuk perlahan berubah menjadi privilese baru perkotaan. ASEAN Center for Energy (ACE) memperingatkan kota-kota besar di Asia Tenggara akan menghadapi lonjakan suhu ekstrem dalam beberapa dekade ke depan. Namun di balik ancaman itu, muncul persoalan lain yang mulai jarang…

Baca Selengkapnya...

Kota ASEAN Mulai Kehilangan Kemampuan untuk Tetap Sejuk

KRISIS iklim di ASEAN mulai berubah bentuk. Bukan lagi hanya soal banjir, emisi, atau cuaca ekstrem sesaat. Kota-kota besar di Asia Tenggara kini menghadapi ancaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, panas yang makin sulit ditoleransi. ASEAN Center for Energy (ACE) memperkirakan kota-kota besar di kawasan ini akan mengalami 85–120 hari panas ekstrem dengan suhu…

Baca Selengkapnya...

Pantura Jawa Kehilangan Daya Dukung, Koridor Ekonomi Nasional di Ujung Risiko

PANTAI Utara (Pantura) Jawa sedang kehilangan daya dukungnya sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dalam praktiknya, ini berarti satu hal, risiko terhadap infrastruktur, pangan, dan permukiman di koridor ekonomi utama Indonesia semakin nyata dan terakumulasi. Daya dukung pesisir adalah kemampuan suatu wilayah pantai untuk menopang aktivitas manusia tanpa mengalami kerusakan ekologis yang mengganggu fungsi dasarnya. Erosi…

Baca Selengkapnya...

El Nino Bisa Diprediksi 15 Bulan, tapi Sistem Masih Reaktif

EL NINO kuat pada 2026 bukan lagi sekadar kemungkinan. Model iklim terbaru bahkan mampu memprediksinya hingga 15 bulan sebelumnya. Pertanyaannya bukan apakah ini akan terjadi, tetapi apakah sistem kebijakan sudah siap meresponsnya. Data dari sejumlah kelompok riset global menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Tahun 2026 diperkirakan menjadi salah satu tahun terpanas dalam sejarah modern, dengan potensi…

Baca Selengkapnya...

Pengakuan Hutan Adat Dipercepat, Siapkah Sistemnya?

PERCEPATAN pengakuan hutan adat seluas 1,4 juta hektare bukan sekadar agenda sosial. Ini adalah instrumen kebijakan yang berpotensi langsung memengaruhi strategi iklim Indonesia. Dalam konteks ini, pengakuan hutan adat dapat menjadi alat efektif untuk menekan deforestasi, tetapi hanya jika sistem implementasinya siap bekerja di tingkat tapak. Pertemuan antara Kementerian Kehutanan dan Ford Foundation menegaskan arah…

Baca Selengkapnya...

Bantargebang Masuk Radar Metana Global, Tata Kelola Sampah Jadi Risiko Iklim

KRISIS sampah di Indonesia tidak lagi bisa dibaca sebagai persoalan lokal. Data satelit terbaru menunjukkan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini masuk dalam daftar sumber emisi metana terbesar di dunia. Ini menandai pergeseran penting, dari isu pengelolaan limbah menjadi risiko iklim yang terukur. Laporan Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills…

Baca Selengkapnya...

Dieng: Di Balik Lanskap Indah, Ada Jejak Paparan Geogenik

PENGEMBANGAN energi panas bumi di Indonesia tidak sepenuhnya bebas risiko. Studi terbaru di kawasan Dataran Tinggi Dieng menunjukkan bahwa sistem geotermal juga membawa jalur paparan unsur geogenik yang dapat berinteraksi langsung dengan air, tanah, pangan, dan manusia. Temuan ini memperluas cara pandang terhadap geotermal. Bukan hanya sebagai sumber energi bersih, tetapi juga sebagai environmental exposure…

Baca Selengkapnya...

Panas Ekstrem Dorong Sistem Pangan ke Titik Kritis, Risiko Sistemik Kian Nyata

SISTEM pangan global memasuki fase tekanan baru akibat meningkatnya panas ekstrem. Panas ekstrem kini bukan sekadar risiko iklim, tetapi telah menjadi faktor sistemik yang menurunkan produksi pangan, melemahkan tenaga kerja, dan memperbesar kerentanan ekonomi global. Laporan bersama Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Meteorological Organization (UN agency) menegaskan bahwa gelombang panas yang lebih sering…

Baca Selengkapnya...

98 Mata Air Menurun di Bandung Utara, Sinyal Krisis Air dari Hulu

PENURUNAN debit mata air di Bandung Utara menunjukkan bahwa krisis air di Indonesia bukan semata akibat perubahan iklim, tetapi juga akibat melemahnya perlindungan zona resapan dalam kebijakan tata ruang. Temuan ini menegaskan bahwa tekanan terhadap sumber daya air sudah terjadi di hulu, jauh sebelum krisis terasa di hilir. Data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional…

Baca Selengkapnya...