Sungai Kapuas Surut, Rantai Pasok Kalimantan Ikut Kandas

Kemarau membuat tongkang batu bara di Mahakam mengurangi muatan dan angkutan sawit di Kapuas terhenti. Risiko iklim kini berubah menjadi biaya logistik. HAMPARAN pasir membentang luas di Kampung Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Warga berjalan, menggelar tikar, dan menikmati matahari terbenam di tempat yang biasanya tertutup aliran Sungai Kapuas. Di tengah…

Baca Selengkapnya...

Batas Pemanasan Global 1,5°C Segera Terlewati, Era Overshoot Dimulai

Dunia hampir pasti memasuki era climate overshoot. Persoalannya kini bukan hanya apakah suhu menembus 1,5°C, tetapi seberapa tinggi dan berapa lama bumi berada di atas batas tersebut. BATAS yang selama satu dekade menjadi kompas kebijakan iklim dunia hampir pasti terlewati. Laporan terbaru United Nations Environment Programme (UNEP), Limiting Overshoot: Navigating Exceedance of 1.5°C and Pathways…

Baca Selengkapnya...

Sepekan Terbakar, 17,1 Juta Ton Karbon Terlepas

Karhutla Indonesia memasuki dimensi baru. Dalam tujuh hari, emisinya melonjak 429 persen di atas rata-rata musiman. Angka ini menunjukkan api bukan hanya membakar lahan, tetapi juga membebani agenda penurunan emisi. KEBAKARAN hutan dan lahan dapat berlangsung berbulan-bulan. Namun, karbon yang tersimpan selama puluhan hingga ribuan tahun dapat terlepas hanya dalam hitungan hari. Itulah gambaran yang…

Baca Selengkapnya...

Dari Peringatan Kemarau ke Krisis Pangan Nduga Papua

BMKG telah memperingatkan kemarau dan curah hujan rendah. Namun, 2.325 hektare lahan pertanian di Nduga akhirnya gagal panen, 1.156 keluarga terancam rawan pangan, dan sebagian warga mengungsi. KEKERINGAN di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, telah melewati batas persoalan cuaca. Air berkurang, kebun gagal menghasilkan makanan, dan sebagian warga bergerak meninggalkan kampung untuk mencari kebutuhan dasar. Badan…

Baca Selengkapnya...

Satelit Bisa Melihat Api, Mengapa Karhutla Tetap Meluas?

Indonesia dapat memprediksi kekeringan, mendeteksi hotspot hampir secara real-time, dan memetakan lahan terbakar dari angkasa. Namun, data tidak akan memadamkan api jika terlambat berubah menjadi tindakan. LANGIT Indonesia tidak pernah benar-benar berhenti mengawasi daratan. Satelit membaca suhu permukaan, memantau kekeringan, menemukan anomali panas, mengikuti pergerakan asap, hingga memetakan lahan yang telah terbakar. Informasinya datang semakin…

Baca Selengkapnya...

Tepung Singkong Bisa Memadamkan Karhutla?

Gagasan “ubi bombing” memiliki dasar ilmiah. Namun, yang digunakan bukan tepung biasa dan teknologinya masih harus melewati pengujian. TEPUNG singkong mendadak masuk ke ruang rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bukan sebagai makanan, melainkan kandidat bahan untuk membantu meredam api. Gagasan itu muncul ketika Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla Sumatra di VVIP…

Baca Selengkapnya...

Mengapa Karhutla Sulit Benar-benar Padam?

Riau berhasil menekan sebagian besar titik api. Namun, peringatan kebakaran masih muncul di Sumatra Selatan. Pada lahan gambut, padam di permukaan belum tentu berarti ancaman telah berakhir. PERINGATAN kebakaran muncul di Google Maps pada Senin sore, 24 Agustus 2026. Lokasinya berada di Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. Berdasarkan pemantauan satelit, Google memberi…

Baca Selengkapnya...

Api Tak Terlihat, Gambut Kalimantan Masih Berasap

BMKG mendeteksi 383 titik panas di seluruh Kalimantan yang berpeluang kuat mengindikasikan kebakaran. Di Kalimantan Selatan, SIPONGI mencatat 44 hotspot pada Minggu pagi. Perbedaan cakupan dan waktu pemantauan itu menunjukkan bahwa hilangnya kobaran belum berarti ancaman karhutla berakhir. API tidak lagi terlihat di permukaan lahan Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Namun, asap masih keluar dari…

Baca Selengkapnya...

Styrofoam Bisa Didaur Ulang, Mengapa Tetap Jadi Sampah?

STYROFOAM punya paradoks yang jarang terlihat ketika kotak makanan putih itu masih berada di tangan konsumen. Materialnya secara teknis dapat didaur ulang. Namun setelah menjadi sampah, nilainya bisa kalah oleh ongkos untuk mengumpulkan dan mengangkutnya. Di situlah persoalan expanded polystyrene atau EPS menjadi lebih besar daripada sekadar urusan teknologi daur ulang. Kepala Pusat Riset Sistem…

Baca Selengkapnya...

Kota Kebanjiran Belum Tentu Punya Cukup Air

Semarang diperkirakan memiliki potensi pemanenan air hujan 89,01 miliar liter setahun. Namun setelah kondisi sosial dan karakter wilayah diperhitungkan, yang realistis dimanfaatkan hanya sekitar 24 miliar liter. Ketahanan air ternyata bukan sekadar persoalan berapa banyak hujan yang turun. HUJAN bisa menjadi masalah dan sumber daya pada saat yang sama. Di kota seperti Semarang, air yang…

Baca Selengkapnya...