Bantar Gebang dan Krisis Open Dumping Indonesia

LONGSOR gunungan sampah setinggi sekitar 50 meter di Zona IV TPST Bantar Gebang pada Minggu (8/3) yang menewaskan empat orang kembali membuka satu persoalan lama dalam pengelolaan sampah Indonesia, praktik open dumping yang seharusnya telah berakhir lebih dari satu dekade lalu. Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan di tempat pembuangan akhir. Ini memperlihatkan tekanan struktural pada…

Baca Selengkapnya...

Jejak Karbon Perang, Dimensi Iklim dari Konflik Bersenjata Modern

Operasi militer modern menghasilkan emisi karbon besar, sementara rekonstruksi pascaperang berpotensi memperbesar tekanan terhadap target iklim global. PERDEBATAN global tentang perubahan iklim selama ini lebih banyak menyoroti energi fosil, industri, dan transportasi. Namun satu sumber emisi besar sering luput dari perhatian kebijakan, konflik bersenjata. Perang modern tidak hanya meninggalkan kerusakan kemanusiaan dan infrastruktur. Tapi juga…

Baca Selengkapnya...

Mikroplastik di Air Ketuban, Alarm Baru Kesehatan Ibu dan Janin

TEMUAN mikroplastik dalam air ketuban 42 ibu melahirkan di Gresik, Jawa Timur, menambah daftar panjang paparan plastik dalam tubuh manusia. Riset ini dilakukan Ecoton Foundation bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Laboratorium FTIR UIN Sunan Ampel Surabaya. Hasilnya tegas, paparan plastik sudah mencapai ruang paling intim kehidupan, rahim. Sebanyak 40,5 persen partikel yang terdeteksi berjenis…

Baca Selengkapnya...

1.358 Tambang di Zona Kritis Dievaluasi, Sinyal Baru Tata Kelola Ekstraktif

PEMERINTAH mulai mengirim pesan tegas ke sektor ekstraktif. Bukan lewat moratorium. Bukan pula lewat wacana. Tetapi, melalui evaluasi masif terhadap 1.358 unit ekstraksi batu bara dan nikel di 14 provinsi yang dikategorikan kritis. Langkah ini dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Hingga 25 Februari, 250 unit telah diperiksa. Dari jumlah itu, sekitar 80 unit dibekukan…

Baca Selengkapnya...

Ketidakpastian Serapan Karbon Laut, Risiko Sistemik bagi Kebijakan Iklim

LAUTAN selama ini menjadi “penyangga senyap” krisis iklim. Laut menyerap sebagian karbon dioksida yang dilepas manusia ke atmosfer. Namun, seberapa besar dan sampai kapan daya serap itu bertahan masih menyisakan tanda tanya besar. Laporan terbaru dari Komisi Oseanografi Antarpemerintah di bawah UNESCO menegaskan satu hal, pemahaman dunia tentang karbon laut belum utuh. Kekosongan data dan…

Baca Selengkapnya...

Pembekuan 36 Izin Tambang, Sinyal Disiplin Baru Tata Kelola Lingkungan Indonesia

PEMBEKUAN 36 izin lingkungan menandai babak baru dalam penertiban sektor tambang Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menghentikan sementara operasional lebih dari 30 perusahaan karena tidak memiliki izin pembuangan air limbah. Di antara yang terdampak adalah PT Citra Palu Minerals, anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk. Langkah ini bukan sekadar sanksi administratif. Ini adalah sinyal…

Baca Selengkapnya...

Desain Fiskal Restorasi Lahan Denmark, Opsi Strategis bagi Indonesia

UNI EROPA mengirim sinyal kebijakan yang jelas. Tata guna lahan kini diposisikan sebagai instrumen fiskal iklim. European Commission menyetujui skema bantuan negara Denmark senilai €1,04 miliar, setara sekitar Rp17,7 triliun, untuk menarik lahan pertanian dan kehutanan keluar dari produksi secara permanen hingga 2030. Targetnya terukur, yakni menurunkan emisi gas rumah kaca, memulihkan fungsi hidrologis, dan…

Baca Selengkapnya...

Desain Fiskal Sanitasi Kota, Mengapa 27% Rumah Bandung Tanpa Septic Tank?

DI TENGAH modernisasi ruang kota, satu angka mengusik fondasi dasar layanan publik. Sekitar 27 persen rumah tangga di Kota Bandung belum memiliki septic tank. Lebih mengkhawatirkan, angka itu tidak menunjukkan penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Masalahnya bukan sekadar teknis. Ini menyentuh prioritas fiskal. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui stagnasi tersebut berkaitan dengan desain…

Baca Selengkapnya...

Strategi Karbon China di Gurun Taklamakan

SELAMA puluhan tahun, Gurun Taklamakan identik dengan lanskap tandus. Luasnya sekitar 337.000 kilometer persegi. Lebih dari 95 persen wilayahnya tertutup pasir bergerak. Gurun ini kerap disebut sebagai “kekosongan biologis”. Kini narasinya berubah. Penelitian terbaru menunjukkan tepi gurun tersebut mulai berfungsi sebagai penyerap karbon atau carbon sink. Perubahan ini bukan terjadi secara alami. Ini lahir dari…

Baca Selengkapnya...

8,3 Juta Hektare di Tangan Rakyat, Konsolidasi Tata Kelola Perhutanan Sosial

PERHUTANAN sosial telah bergerak melampaui fase distribusi izin. Dengan luasan akses mencapai 8,3 juta hektare, kebijakan ini kini memasuki tahap konsolidasi tata kelola. Fokusnya tidak lagi pada ekspansi administratif, tetapi pada penguatan struktur kelembagaan, kualitas pengelolaan, dan integrasi ke dalam arsitektur ekonomi hijau nasional. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa skema ini dirancang untuk…

Baca Selengkapnya...