1.358 Tambang di Zona Kritis Dievaluasi, Sinyal Baru Tata Kelola Ekstraktif

PEMERINTAH mulai mengirim pesan tegas ke sektor ekstraktif. Bukan lewat moratorium. Bukan pula lewat wacana. Tetapi, melalui evaluasi masif terhadap 1.358 unit ekstraksi batu bara dan nikel di 14 provinsi yang dikategorikan kritis. Langkah ini dipimpin oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Hingga 25 Februari, 250 unit telah diperiksa. Dari jumlah itu, sekitar 80 unit dibekukan…

Baca Selengkapnya...

Ketidakpastian Serapan Karbon Laut, Risiko Sistemik bagi Kebijakan Iklim

LAUTAN selama ini menjadi “penyangga senyap” krisis iklim. Laut menyerap sebagian karbon dioksida yang dilepas manusia ke atmosfer. Namun, seberapa besar dan sampai kapan daya serap itu bertahan masih menyisakan tanda tanya besar. Laporan terbaru dari Komisi Oseanografi Antarpemerintah di bawah UNESCO menegaskan satu hal, pemahaman dunia tentang karbon laut belum utuh. Kekosongan data dan…

Baca Selengkapnya...

Pembekuan 36 Izin Tambang, Sinyal Disiplin Baru Tata Kelola Lingkungan Indonesia

PEMBEKUAN 36 izin lingkungan menandai babak baru dalam penertiban sektor tambang Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menghentikan sementara operasional lebih dari 30 perusahaan karena tidak memiliki izin pembuangan air limbah. Di antara yang terdampak adalah PT Citra Palu Minerals, anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk. Langkah ini bukan sekadar sanksi administratif. Ini adalah sinyal…

Baca Selengkapnya...

Desain Fiskal Restorasi Lahan Denmark, Opsi Strategis bagi Indonesia

UNI EROPA mengirim sinyal kebijakan yang jelas. Tata guna lahan kini diposisikan sebagai instrumen fiskal iklim. European Commission menyetujui skema bantuan negara Denmark senilai €1,04 miliar, setara sekitar Rp17,7 triliun, untuk menarik lahan pertanian dan kehutanan keluar dari produksi secara permanen hingga 2030. Targetnya terukur, yakni menurunkan emisi gas rumah kaca, memulihkan fungsi hidrologis, dan…

Baca Selengkapnya...

Desain Fiskal Sanitasi Kota, Mengapa 27% Rumah Bandung Tanpa Septic Tank?

DI TENGAH modernisasi ruang kota, satu angka mengusik fondasi dasar layanan publik. Sekitar 27 persen rumah tangga di Kota Bandung belum memiliki septic tank. Lebih mengkhawatirkan, angka itu tidak menunjukkan penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Masalahnya bukan sekadar teknis. Ini menyentuh prioritas fiskal. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui stagnasi tersebut berkaitan dengan desain…

Baca Selengkapnya...

Strategi Karbon China di Gurun Taklamakan

SELAMA puluhan tahun, Gurun Taklamakan identik dengan lanskap tandus. Luasnya sekitar 337.000 kilometer persegi. Lebih dari 95 persen wilayahnya tertutup pasir bergerak. Gurun ini kerap disebut sebagai “kekosongan biologis”. Kini narasinya berubah. Penelitian terbaru menunjukkan tepi gurun tersebut mulai berfungsi sebagai penyerap karbon atau carbon sink. Perubahan ini bukan terjadi secara alami. Ini lahir dari…

Baca Selengkapnya...

8,3 Juta Hektare di Tangan Rakyat, Konsolidasi Tata Kelola Perhutanan Sosial

PERHUTANAN sosial telah bergerak melampaui fase distribusi izin. Dengan luasan akses mencapai 8,3 juta hektare, kebijakan ini kini memasuki tahap konsolidasi tata kelola. Fokusnya tidak lagi pada ekspansi administratif, tetapi pada penguatan struktur kelembagaan, kualitas pengelolaan, dan integrasi ke dalam arsitektur ekonomi hijau nasional. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa skema ini dirancang untuk…

Baca Selengkapnya...

Hutan sebagai “Pabrik Hujan”, Nilai Ekonomi yang Terlupakan dalam Kebijakan Air dan Pangan

DI TENGAH krisis iklim dan ancaman krisis air, ada satu fungsi hutan tropis yang selama ini kurang dihitung dalam kebijakan publik, yakni kemampuannya memproduksi hujan. Studi terbaru dari University of Leeds memberi bukti kuantitatif yang sulit diabaikan. Hutan bukan hanya penyerap karbon.Hutan adalah infrastruktur alam penghasil air. Penelitian berjudul Quantifying tropical forest rainfall generation yang…

Baca Selengkapnya...

Tanah Masam dan Impor Tinggi Menguji Arah Pangan Nasional

PERUBAHAN iklim mempersempit ruang tanam ideal. Produktivitas stagnan di banyak wilayah. Sementara itu, impor gandum Indonesia pada 2024 mencapai 12,7 juta ton. Di saat hampir separuh daratan nasional tergolong lahan suboptimum, pertanyaannya bukan lagi sekadar bagaimana meningkatkan produksi. Ini tentang arah strategi pangan nasional. Separuh Daratan, Produktivitas Tertekan Dari total 189,1 juta hektare daratan Indonesia,…

Baca Selengkapnya...

Ekosistem Rebound di Sungai Yangtze, Cermin Kebijakan bagi Sungai-sungai Indonesia

SEJAK 2020, China mengambil langkah drastis. Pemerintah melarang penuh penangkapan ikan komersial di sepanjang Sungai Yangtze. Kebijakan ini berlaku lintas provinsi dan dirancang jangka panjang. Targetnya, menghentikan keruntuhan biodiversitas dan memulihkan fungsi ekologis sungai terpanjang di Asia itu. Selama puluhan tahun, Yangtze mengalami tekanan berat. Overfishing, polusi industri, dan pembangunan bendungan menggerus populasi ikan. Spesies…

Baca Selengkapnya...