Swasembada Energi, Seberapa Hijau Jalan yang Dipilih?

Indonesia ingin melepaskan diri dari impor energi melalui sawit, tebu, batu bara, panas bumi, surya, hingga nuklir. Namun, mandiri secara pasokan belum tentu rendah karbon, murah, ataupun aman bagi lingkungan. DALAM satu meja kebijakan, matahari duduk bersama batu bara. Sawit, jagung, singkong, dan tebu disiapkan menjadi bahan bakar. Sumur minyak lama hendak dipacu kembali. Nuklir…

Baca Selengkapnya...

PLTS 100 GW Dibangun, Industri Lokal Dapat Apa?

Indonesia memulai proyek surya terbesar dalam sejarahnya. Kapasitas manufaktur panel dalam negeri ikut melonjak. Tantangannya kini bukan sekadar memasang panel, tetapi memastikan megaproyek itu membentuk rantai industri nasional. PEMBANGUNAN PLTS 100 gigawatt peak (GWp) sudah bergerak dari rencana menuju proyek. Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2026 meluncurkan program tersebut di Gilimanuk, Bali, dengan paket awal…

Baca Selengkapnya...

Bursa Mineral, Jalan Panjang Menjadi Penentu Harga

Indonesia menguasai sekitar 62 persen produksi nikel tambang dunia, tetapi harga komoditasnya masih merujuk pasar luar negeri. Bursa baru membuka peluang membentuk harga, menekan kebocoran, dan memperkuat ketertelusuran. Namun, semua itu bergantung pada satu modal yang tidak dapat dibentuk lewat undang-undang, kepercayaan. INDONESIA sudah memilih orang yang akan mengawasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Dalam…

Baca Selengkapnya...

Energi Kita Lebih Banyak Terbuang daripada Terpakai

Sekitar 66 persen energi berakhir sebagai panas terbuang. BRIN mengembangkan material termoelektrik untuk memanennya kembali menjadi listrik, meski tidak seluruh panas dapat dipulihkan. ENERGI yang benar-benar kita manfaatkan ternyata lebih sedikit daripada yang terbuang. Dari setiap 100 satuan energi yang masuk ke sistem, hanya sekitar 34 yang akhirnya menjadi kerja berguna. Selebihnya terlepas ke lingkungan,…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi Tak Selalu Harus Cari Sumur Baru

Pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi ternyata belum tentu selesai menghasilkan nilai. Panas yang tersisa masih dapat dimanfaatkan untuk membuat listrik tambahan. Ulubelu menjadi salah satu ujian apakah optimalisasi aset lama bisa mempercepat penambahan energi bersih tanpa selalu memulai dari eksplorasi baru. PENGEMBANGAN panas bumi biasanya membawa bayangan tentang eksplorasi, pengeboran sumur, pengujian reservoir, pembangunan…

Baca Selengkapnya...

Jalan Tol Bisa Jadi Pembangkit Listrik, Layakkah?

Delapan ratus dua kilometer koridor jalan tol diproyeksikan dapat menampung PLTS hingga sekitar 0,5 GWp dan baterai 1,5 GWh. Gagasan itu menawarkan cara baru mencari ruang bagi energi surya. Namun lahan yang tersedia belum otomatis menghasilkan listrik yang murah. SELAMA ini jalan tol dibangun untuk satu pekerjaan utama, memindahkan kendaraan. PT PLN (Persero) melihat kemungkinan…

Baca Selengkapnya...

Ketika Listrik Bersih Tak Bisa Masuk Jaringan

China diperkirakan tidak menyerap 360 TWh listrik angin dan surya hanya dalam enam bulan pertama 2026. Bagi Indonesia yang sedang mengejar pembangunan PLTS hingga 100 GW, angka itu menunjukkan bahwa menambah pembangkit bersih saja tidak cukup. Jaringan, penyimpanan, fleksibilitas sistem, dan desain pasar listrik harus ikut bergerak. ADA paradoks baru dalam transisi energi. Sebuah negara…

Baca Selengkapnya...

100 GW PLTS, Seberapa Siap Sistem Listrik Indonesia?

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW dan menyebut 30 GW akan dibangun tahun ini. Dibanding kapasitas surya Indonesia yang baru sekitar 1,5 GW pada akhir 2025, tantangannya bukan lagi sekadar memasang panel, tetapi menyiapkan jaringan, penyimpanan energi, pembiayaan, dan industri untuk lompatan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. INDONESIA sedang menyiapkan lompatan energi…

Baca Selengkapnya...

Eropa Membiayai SAF, Indonesia Sudah Sampai Mana?

Belanda menyiapkan €290 juta atau sekitar Rp6 triliun untuk mendorong produksi SAF dan pengembangan proyek. Indonesia sudah memiliki roadmap, target pencampuran, bahan baku, bahkan produksi awal. Pertanyaan berikutnya bergeser, siapa yang membiayai industri ini menuju skala komersial? EROPA mulai memperlihatkan bahwa mandat menggunakan sustainable aviation fuel (SAF) saja belum cukup untuk membangun industri bahan bakar…

Baca Selengkapnya...