El Niño Membuat Air, Pangan, dan Listrik Berebut Waduk

Tampungan bendungan di Jawa menyusut 981,5 juta meter kubik. Ketika kemarau mengeras, air yang sama harus menopang sawah, kebutuhan masyarakat, sekaligus pembangkit listrik. El Niño membuka satu pertanyaan besar, seberapa tahan sistem energi Indonesia ketika iklim mengubah ketersediaan sumber dayanya? AIR di bendungan-bendungan Pulau Jawa berkurang sekitar 981,5 juta meter kubik. Angka itu setara penurunan…

Baca Selengkapnya...

Koridor Hidrogen Dibangun, Siapa yang akan Memakainya?

Indonesia mulai membangun koridor hidrogen sepanjang 194 kilometer. Namun, sebagian pasokan yang telah diproduksi bahkan belum menemukan pengguna. INDONESIA sudah dapat memproduksi hidrogen. Persoalannya, belum seluruh hidrogen itu mempunyai pembeli. Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan perusahaannya memproduksi sekitar 200 ton hidrogen per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 75 ton yang digunakan untuk…

Baca Selengkapnya...

Sarulla Punya 330 MW, Mengapa Hanya Menghasilkan 220 MW?

PLTP Sarulla kehilangan sekitar sepertiga kemampuan produksinya. Pemerintah menyiapkan investasi US$270 juta untuk memulihkan kapasitas sambil membuka jalan menuju potensi 1.100 MW. INDONESIA tidak kekurangan potensi panas bumi di Sarulla. Di bawah kawasan Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara, tersimpan sumber daya panas bumi yang diperkirakan mencapai 1.100 megawatt atau MW. Pembangkitnya juga sudah berdiri. Tiga unit…

Baca Selengkapnya...

E10 Tinggal Setahun, Pabrik Etanolnya Sudah Siap?

Pemerintah menargetkan E10 mulai 2027. Kebutuhan etanol bisa mencapai 1,4 juta kiloliter setahun, sementara industri masih mengejar kapasitas produksi. Hitung mundur menuju E10 semakin pendek. Pemerintah menargetkan bensin dengan campuran bioetanol 10 persen mulai diterapkan pada 2027. Namun, satu angka menunjukkan besarnya pekerjaan yang masih harus diselesaikan. Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 1,4 juta kiloliter bioetanol…

Baca Selengkapnya...

Mitra Sampah Jadi Listrik Terpilih, Kesiapan Daerah Jadi Penentu

DELAPAN mitra telah dipilih untuk mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik tahap kedua. Namun, penetapan tersebut belum berarti proyek siap dibangun. PT Danantara Investment Management bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera menetapkan mitra untuk delapan kawasan yang mencakup 20 kabupaten dan kota. Dari 85 perusahaan dalam Daftar Penyedia Terseleksi, terdapat 68 aplikasi…

Baca Selengkapnya...

Audit PLTU, Listrik Andal Tak Cukup Batu Bara

PEMADAMAN listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa membuka persoalan yang lebih besar daripada sekadar kekurangan batu bara. Indonesia memiliki pembangkit dalam jumlah besar. Produksi batu bara nasional juga mencapai ratusan juta ton setiap tahun. Namun, ketika sejumlah pembangkit terganggu dan pasokan bahan bakar tidak sesuai kebutuhan mesin, cadangan sistem dapat menyusut dengan…

Baca Selengkapnya...

Nyamplung Menunggu Skala Biofuel

INDONESIA sedang mencari bahan bakar rendah emisi yang tidak menambah beban baru bagi pangan dan lahan produktif. Di tengah pencarian itu, nyamplung kembali muncul sebagai salah satu kandidat penting. Tanaman bernama ilmiah Calophyllum inophyllum ini bukan komoditas baru. Nyamplung tumbuh di banyak wilayah pesisir Indonesia. Sebagian berada di lahan marginal, kawasan terdegradasi, atau area yang…

Baca Selengkapnya...

Listrik Hijau Tak Lagi Cukup Tahunan

Klaim listrik hijau sedang memasuki fase yang lebih ketat. Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan global mengandalkan pencocokan energi terbarukan secara tahunan. Perusahaan membeli listrik atau sertifikat energi hijau dalam jumlah yang setara dengan konsumsi listrik selama setahun. Namun, pendekatan itu mulai dianggap belum cukup. Pertanyaannya kini lebih rinci. Apakah listrik bersih tersedia pada jam ketika perusahaan…

Baca Selengkapnya...

B50 Mulai Berlaku, Ujian Besarnya Ada di Dana, Sawit, dan Mesin

INDONESIA resmi memasuki babak baru biodiesel. Mulai 1 Juli 2026, mandatori B50 berlaku nasional. Artinya, bahan bakar solar harus dicampur dengan 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit. Di atas kertas, ini langkah besar. B50 diposisikan sebagai strategi memperkuat ketahanan energi, menekan impor solar, dan memperbesar pemanfaatan sumber daya domestik. Dalam situasi harga energi global…

Baca Selengkapnya...