Hamdani S Rukiah

Jebakan Fosil dan Pelajaran Target Iklim Inggris untuk Indonesia

INGGRIS menaikkan target iklimnya di tengah tekanan harga energi fosil. Keputusan ini penting dibaca Indonesia, bukan sebagai kabar jauh dari Eropa, melainkan sebagai sinyal kebijakan energi global. Target iklim adalah batas penurunan emisi gas rumah kaca yang ditetapkan negara untuk mengarahkan kebijakan energi, industri, transportasi, dan pembiayaan menuju ekonomi rendah karbon. Target iklim kini makin…

Baca Selengkapnya...

Tanah Turun, Laut Naik: Pantura Jawa Butuh Kebijakan Pesisir Berbasis Data

PANTAI Utara Jawa sedang menghadapi risiko ganda yang tidak lagi bisa dibaca sebagai banjir rob biasa. Di satu sisi, permukaan tanah di sejumlah wilayah terus turun. Di sisi lain, muka laut naik hingga 4,3 milimeter per tahun. Pantura Jawa makin rentan tergenang karena daratan turun lebih cepat dari kemampuan kebijakan pesisir beradaptasi. Penurunan tanah adalah…

Baca Selengkapnya...

Kota-kota Asia Mulai Kehilangan Badan Airnya

KOTA-kota di Asia mulai menghadapi krisis ekologis yang sering luput dari perhatian, yakni hilangnya badan air perkotaan akibat tekanan pembangunan, ekspansi properti, dan lemahnya pengawasan tata ruang. Badan air perkotaan adalah kolam, rawa, situ, danau kecil, hingga aliran sungai yang berfungsi menyimpan air, menahan banjir, menjaga suhu kota, dan menopang keseimbangan ekosistem urban. Badan air…

Baca Selengkapnya...

Kapal Listrik Mulai Masuk ke Ekosistem Konservasi Mangrove

KAWASAN konservasi mangrove kini mulai membutuhkan teknologi operasional yang lebih bersih, senyap, dan rendah emisi. Salah satu pendekatan yang mulai dikembangkan adalah penggunaan kapal listrik multifungsi untuk membersihkan sampah sekaligus mendukung aktivitas penelitian di kawasan ekologis sensitif. Kapal listrik adalah kapal yang menggunakan sistem propulsi berbasis energi baterai untuk mengurangi emisi karbon, kebisingan, dan konsumsi…

Baca Selengkapnya...

Saat Dunia Memburu Bioekonomi, Indonesia Masih Kekurangan Ahli Taksonomi

INDONESIA dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia. Namun, di tengah meningkatnya persaingan global memperebutkan sumber daya hayati untuk obat, pangan, hingga teknologi hijau, Indonesia justru menghadapi persoalan mendasar, belum banyak spesies yang benar-benar terpetakan secara ilmiah. Indonesia memiliki kekayaan flora sangat besar, tetapi kapasitas riset dan jumlah ahli untuk mengidentifikasi…

Baca Selengkapnya...

Mengatur Hujan untuk Menghadapi El Niño

PEMERINTAH mulai memperkuat operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah Indonesia sebagai langkah antisipasi menghadapi El Niño yang diperkirakan aktif mulai pertengahan 2026. Langkah ini bukan lagi sekadar respons cuaca ekstrem, tetapi mulai bergerak menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan air, pangan, energi, dan pengendalian kebakaran hutan nasional. Operasi modifikasi cuaca adalah teknik intervensi atmosfer…

Baca Selengkapnya...

Super El Niño Berpotensi Ubah Krisis Iklim Jadi Krisis Ekonomi Global Baru

DUNIA mulai menghadapi ancaman baru yang tidak lagi sekadar berkaitan dengan cuaca panas atau musim kering lebih panjang. Fenomena “Super El Niño” kini diperkirakan berpotensi menjadi salah satu risiko global terbesar menjelang 2027, karena dampaknya dapat menjalar ke pangan, energi, inflasi, hingga stabilitas ekonomi banyak negara. Super El Niño adalah fase pemanasan ekstrem suhu permukaan…

Baca Selengkapnya...

Polusi Udara Ternyata Punya “Sidik Jari” Berbeda di Tiap Kota

POLUSI udara ternyata tidak memiliki karakter yang sama di setiap kota. Penelitian terbaru menunjukkan partikel halus PM2.5 di Bandung, Jakarta, dan Tangerang memiliki bentuk, kandungan kimia, hingga sumber pencemar yang berbeda-beda. Temuan ini memperlihatkan bahwa krisis kualitas udara di Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan kebijakan yang seragam. PM2.5 adalah partikel polusi udara berukuran 2,5…

Baca Selengkapnya...

ICJ Mulai Mengubah Krisis Iklim Jadi Risiko Hukum Negara

MAJELIS Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations General Assembly (UNGA) pada 20 Mei 2026 resmi mengadopsi resolusi yang mendukung opini penasihat International Court of Justice terkait kewajiban negara menghadapi perubahan iklim. Langkah ini memperbesar tekanan politik dan hukum terhadap negara-negara penghasil emisi tinggi. Sebanyak 141 negara mendukung resolusi tersebut, delapan negara menolak, dan 28 lainnya…

Baca Selengkapnya...

Karbon Naik Kelas Jadi Instrumen Ekonomi Dunia

Carbon pricing global tembus US$107 miliar dan mulai memengaruhi perdagangan, industri, serta strategi ekonomi negara. HARGA emisi karbon kini mulai mengubah cara dunia menentukan nilai ekonomi. Negara, industri, hingga investor global perlahan tidak lagi melihat karbon hanya sebagai isu lingkungan, tetapi sebagai komponen biaya produksi, perdagangan, dan strategi fiskal baru. Carbon pricing atau penetapan harga…

Baca Selengkapnya...