Hamdani S Rukiah

Kemenko Baru Bahlil, Hilirisasi Bisa Lepas dari Batu Bara?

INDONESIA menempatkan hilirisasi dan transisi energi dalam satu kementerian koordinator. Pertanyaan berikutnya berada di kawasan industri, dari mana listrik untuk mengolah mineral akan datang? Pertanyaan itu menentukan apakah pertumbuhan industri berjalan bersama pengurangan emisi. Pabrik pengolahan mineral membutuhkan pasokan energi yang andal. Ketika kebutuhan tersebut dipenuhi dengan pembangkit batu bara baru, investasi hilirisasi bisa sekaligus…

Baca Selengkapnya...

Jerman Tetapkan Akhir Energi Fosil, Indonesia Kapan?

JERMAN kini memberi tahun pada sebuah pertanyaan yang sering dibiarkan menggantung dalam kebijakan energi, kapan ketergantungan pada batu bara, minyak, dan gas berakhir? Jawaban yang ditulis dalam peta jalan terbarunya adalah 2045. Menteri Lingkungan Jerman Carsten Schneider memaparkan peta jalan peralihan bertahap dari bahan bakar fosil itu di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, pada 23 September…

Baca Selengkapnya...

Private Jet Makin Ramai, Siapa Membayar Karbonnya?

PESAWAT itu mungkin membawa enam atau delapan orang. Mesinnya tetap harus mengangkat badan pesawat, membakar bahan bakar, dan menempuh ribuan kilometer, nyaris tanpa keuntungan efisiensi dari ratusan kursi yang terisi seperti pada penerbangan komersial. Di situlah persoalan private jet berubah dari simbol kemewahan menjadi soal iklim. International Council on Clean Transportation (ICCT) memperkirakan 3,57 juta penerbangan private…

Baca Selengkapnya...

Swasembada Energi, Seberapa Hijau Jalan yang Dipilih?

Indonesia ingin melepaskan diri dari impor energi melalui sawit, tebu, batu bara, panas bumi, surya, hingga nuklir. Namun, mandiri secara pasokan belum tentu rendah karbon, murah, ataupun aman bagi lingkungan. DALAM satu meja kebijakan, matahari duduk bersama batu bara. Sawit, jagung, singkong, dan tebu disiapkan menjadi bahan bakar. Sumur minyak lama hendak dipacu kembali. Nuklir…

Baca Selengkapnya...

Siapa Peduli Polusi Udara Jakarta?

Lima tahun setelah pengadilan memenangkan hak warga atas udara bersih, Jakarta masih mengandalkan hujan untuk meredakan polusi. Kebijakan bertambah, tetapi siapa memastikan emisi benar-benar turun? PADA 16 September 2021, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan sebagian gugatan 32 warga yang menuntut hak atas udara bersih. Tepat lima tahun kemudian, langit Jakarta belum memberi jawaban yang melegakan….

Baca Selengkapnya...

Indonesia Setuju Lindungi Iklim, Izin Ekstraktif Tetap Meluas

Mahkamah Internasional menegaskan bahwa negara wajib mencegah kerusakan iklim. Indonesia menerima prinsip itu. Namun, jutaan hektare hutan masih berada dalam kendali izin ekstraktif. PERUBAHAN iklim tidak lagi hanya menjadi urusan target sukarela, janji konferensi, atau laporan penurunan emisi. Sebaliknya, mulai memasuki wilayah pertanggungjawaban hukum negara. Pada 23 Juli 2025, Mahkamah Internasional atau International Court of…

Baca Selengkapnya...

Industri Aluminium Melaju, PLTU Captive Ikut Membesar

Indonesia menyiapkan lompatan besar industri aluminium. Namun, di balik ekspansi smelter, hampir 10 gigawatt pembangkit batu bara ikut membayangi. ALUMINIUM adalah salah satu logam penting dalam transisi energi. Aluminium membentuk bodi kendaraan listrik. Menopang panel surya. Mengalirkan listrik melalui jaringan transmisi. Bobotnya ringan, tahan korosi, dan dapat didaur ulang berulang kali. Namun, aluminium tidak otomatis…

Baca Selengkapnya...

El Niño Datang, Mengapa Jawabannya Masih Beras?

El Niño sangat kuat sedang mengeringkan sebagian wilayah Indonesia. Pemerintah merespons dengan hampir satu juta ton bantuan beras dan tambahan satu juta ton SPHP. Stok hari ini mungkin aman. Pertanyaan yang lebih besar, seberapa tahan sistem pangan jika kekeringan berlangsung hingga awal 2027? HAMPIR satu juta ton beras akan kembali bergerak dari gudang pemerintah menuju…

Baca Selengkapnya...

Batas Pemanasan Global 1,5°C Segera Terlewati, Era Overshoot Dimulai

Dunia hampir pasti memasuki era climate overshoot. Persoalannya kini bukan hanya apakah suhu menembus 1,5°C, tetapi seberapa tinggi dan berapa lama bumi berada di atas batas tersebut. BATAS yang selama satu dekade menjadi kompas kebijakan iklim dunia hampir pasti terlewati. Laporan terbaru United Nations Environment Programme (UNEP), Limiting Overshoot: Navigating Exceedance of 1.5°C and Pathways…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Mau Mengubur Karbon Negara Lain, Siapa Menanggung Risikonya?

Indonesia memiliki modal geologi untuk menjadi pusat penyimpanan karbon regional. Peluang ekonominya besar, tetapi tanggung jawabnya dapat bertahan lama setelah kapal pengangkut pergi. INDONESIA membuka pintu untuk “mengubur” karbon negara lain di bawah perut buminya. CO₂ yang ditangkap dari kegiatan industri di luar negeri dapat diangkut melintasi laut, diterima di Indonesia, lalu disuntikkan ke dalam…

Baca Selengkapnya...