Hamdani S Rukiah

AI Mengubah Tata Kelola Abrasi dan Rob di Pantura

PENGELOLAAN pesisir Indonesia mulai memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar respons terhadap bencana, tetapi bergerak menuju sistem berbasis data. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan arah itu melalui pengembangan metode kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan garis pantai utara Jawa (Pantura) dengan akurasi tinggi. Teknologi ini tidak berhenti pada pemetaan batas darat dan laut. Tapi,…

Baca Selengkapnya...

ESG: Mengapa Standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Semakin Penting bagi Bisnis

DALAM beberapa tahun terakhir, ESG tidak lagi dipandang sebagai isu reputasi. Tapi, mulai berfungsi sebagai alat seleksi modal, menentukan perusahaan mana yang layak didanai, dipercaya, dan bertahan dalam ekonomi global yang semakin menuntut transparansi. ESG adalah kerangka penilaian yang mengukur kinerja perusahaan dari tiga aspek utama, lingkungan (Environmental), sosial (Social), dan tata kelola (Governance). Konsep…

Baca Selengkapnya...

PSEL Dikebut Nasional, tapi Hulu Masih Jadi Titik Lemah

INDONESIA mulai bergerak keluar dari pola lama pengelolaan sampah. Bukan lagi sekadar mengumpulkan dan membuang, tetapi membangun sistem terpadu dari hulu hingga hilir, dari rumah tangga hingga infrastruktur energi. Dorongan ini terlihat dalam rangkaian kebijakan dan proyek yang kini berjalan paralel di berbagai wilayah. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Dorong ASEAN Bangun Arsitektur Biosekuriti Hadapi Spesies Invasif

INDONESIA mulai mendorong perubahan penting dalam tata kelola keanekaragaman hayati kawasan. Pendekatan sektoral di tingkat nasional yang selama ini dominan dinilai tidak lagi memadai. Arah kebijakan kini bergerak menuju sistem regional yang lebih terintegrasi. Melalui lokakarya regional yang digelar di Jakarta pada 30 Maret–1 April 2026, negara-negara ASEAN menyepakati pembentukan proyek AIM-ASEAN (Accelerating IAS Management…

Baca Selengkapnya...

Daya Dukung Terlampaui, Komodo Masuk Era Pembatasan Wisata

PEMBATASAN wisata di Taman Nasional Komodo mulai April 2026 bukan sekadar kebijakan teknis. Ini adalah koreksi atas pertumbuhan yang melampaui batas ekologis. Dalam bahasa sederhana, jumlah manusia sudah melebihi kapasitas alam untuk menanggungnya. Data Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menunjukkan tren yang jelas. Kunjungan melonjak dari 65.362 wisatawan pada 2021 menjadi 429.509 pada 2025. Lonjakan…

Baca Selengkapnya...

FOLU Net Sink 2030, Strategi Indonesia Menjadikan Hutan sebagai Penyerap Karbon

INDONESIA menempatkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai kunci dalam strategi pengendalian perubahan iklim. Dalam struktur emisi nasional, sektor ini bukan hanya penyumbang utama, tetapi juga memiliki potensi terbesar untuk menjadi solusi. Melalui agenda FOLU Net Sink 2030, pemerintah menargetkan perubahan mendasar. Sektor kehutanan tidak lagi menjadi sumber emisi, melainkan menjadi penyerap karbon bersih. FOLU…

Baca Selengkapnya...

Australia Jadikan Taxonomy Mesin Modal, Indonesia Siap atau Tertinggal?

Australia menggeser taxonomy dari alat klasifikasi menjadi penentu aliran modal, sinyal baru yang berpotensi menguji kesiapan Indonesia di pasar keuangan global. LANSKAP keuangan berkelanjutan global memasuki fase baru. Bukan lagi soal bagaimana aktivitas “diberi label hijau”, tetapi bagaimana label tersebut menentukan ke mana modal mengalir. Melalui panduan terbaru yang dirilis oleh Australian Sustainable Finance Institute,…

Baca Selengkapnya...

Scope 3 California, Tekanan Baru Rantai Pasok Indonesia di Era Transparansi Karbon

CALIFORNIA kembali mendorong standar baru dalam tata kelola emisi global. Melalui implementasi SB 253, negara bagian ini tidak hanya mengatur perusahaan domestik, tetapi juga berpotensi mengubah cara rantai pasok global diukur, dinilai, dan dipertanggungjawabkan. Regulasi ini berlaku bagi perusahaan dengan pendapatan di atas US$1 miliar yang beroperasi atau menjual produk di California. Mulai 2026, perusahaan…

Baca Selengkapnya...

Solusi Iklim Murah Itu Nyata, Pelajaran dari ‘Insinyur Alam’ dalam Menyerap Karbon

DI TENGAH perlombaan global mengembangkan teknologi penangkap karbon yang mahal dan kompleks, sebuah temuan ilmiah terbaru justru mengarah pada pendekatan yang lebih sederhana, bekerja bersama proses alami. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Earth and Environment menunjukkan bahwa ekosistem yang dibentuk oleh berang-berang mampu berfungsi sebagai penyerap karbon bersih (net carbon sink). Temuan ini memperkuat…

Baca Selengkapnya...

SBTi FLAG 1.2, Tekanan Baru bagi Rantai Pasok Indonesia di Era Nol Deforestasi

STANDAR global kembali bergerak. Bukan pada energi atau industri, melainkan pada lahan. Pembaruan Forest, Land and Agriculture (FLAG) Guidance versi 1.2 dari Science Based Targets initiative (SBTi) mengubah cara perusahaan membaca risiko, dari sekadar emisi karbon menjadi integrasi antara iklim, alam, dan rantai pasok. Perubahan ini bukan sekadar teknis. Tapi, sekaligus mendefinisikan ulang apa yang…

Baca Selengkapnya...