Hamdani S Rukiah

Tepung Singkong Bisa Memadamkan Karhutla?

Gagasan “ubi bombing” memiliki dasar ilmiah. Namun, yang digunakan bukan tepung biasa dan teknologinya masih harus melewati pengujian. TEPUNG singkong mendadak masuk ke ruang rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan. Bukan sebagai makanan, melainkan kandidat bahan untuk membantu meredam api. Gagasan itu muncul ketika Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla Sumatra di VVIP…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi Tak Selalu Harus Cari Sumur Baru

Pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi ternyata belum tentu selesai menghasilkan nilai. Panas yang tersisa masih dapat dimanfaatkan untuk membuat listrik tambahan. Ulubelu menjadi salah satu ujian apakah optimalisasi aset lama bisa mempercepat penambahan energi bersih tanpa selalu memulai dari eksplorasi baru. PENGEMBANGAN panas bumi biasanya membawa bayangan tentang eksplorasi, pengeboran sumur, pengujian reservoir, pembangunan…

Baca Selengkapnya...

Jalan Tol Bisa Jadi Pembangkit Listrik, Layakkah?

Delapan ratus dua kilometer koridor jalan tol diproyeksikan dapat menampung PLTS hingga sekitar 0,5 GWp dan baterai 1,5 GWh. Gagasan itu menawarkan cara baru mencari ruang bagi energi surya. Namun lahan yang tersedia belum otomatis menghasilkan listrik yang murah. SELAMA ini jalan tol dibangun untuk satu pekerjaan utama, memindahkan kendaraan. PT PLN (Persero) melihat kemungkinan…

Baca Selengkapnya...

Ketika Listrik Bersih Tak Bisa Masuk Jaringan

China diperkirakan tidak menyerap 360 TWh listrik angin dan surya hanya dalam enam bulan pertama 2026. Bagi Indonesia yang sedang mengejar pembangunan PLTS hingga 100 GW, angka itu menunjukkan bahwa menambah pembangkit bersih saja tidak cukup. Jaringan, penyimpanan, fleksibilitas sistem, dan desain pasar listrik harus ikut bergerak. ADA paradoks baru dalam transisi energi. Sebuah negara…

Baca Selengkapnya...

100 GW PLTS, Seberapa Siap Sistem Listrik Indonesia?

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW dan menyebut 30 GW akan dibangun tahun ini. Dibanding kapasitas surya Indonesia yang baru sekitar 1,5 GW pada akhir 2025, tantangannya bukan lagi sekadar memasang panel, tetapi menyiapkan jaringan, penyimpanan energi, pembiayaan, dan industri untuk lompatan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. INDONESIA sedang menyiapkan lompatan energi…

Baca Selengkapnya...

Citarum Tak Cukup Dihijaukan, Dampak Airnya Harus Terukur

BRIN mulai mengukur apakah aforestasi benar-benar memperbaiki fungsi hidrologis DAS Citarum. Pendekatan ini menggeser ukuran keberhasilan penghijauan dari jumlah pohon menuju manfaat air yang dapat dibuktikan. MENANAM ribuan pohon relatif mudah dihitung. Mengetahui apakah pohon-pohon itu benar-benar membantu memulihkan sebuah daerah aliran sungai jauh lebih sulit. Apakah limpasan berkurang? Apakah air lebih mampu meresap ke…

Baca Selengkapnya...

Lima Bintang Belum Tentu Berarti Wisata Berkelanjutan

Lebih dari 28 ribu ulasan wisata di Mandalika dan Lombok menunjukkan rating tinggi tidak selalu berarti tanpa masalah. BRIN mencoba membaca kritik tentang sampah, infrastruktur, mata pencaharian, hingga konservasi yang tersembunyi di balik bintang. LIMA bintang bisa mengatakan sebuah pantai indah, pemandangannya memukau, dan pengalaman berkunjung menyenangkan. Namun lima bintang tidak selalu mengatakan bahwa destinasi…

Baca Selengkapnya...

El Niño Membuat Air, Pangan, dan Listrik Berebut Waduk

Tampungan bendungan di Jawa menyusut 981,5 juta meter kubik. Ketika kemarau mengeras, air yang sama harus menopang sawah, kebutuhan masyarakat, sekaligus pembangkit listrik. El Niño membuka satu pertanyaan besar, seberapa tahan sistem energi Indonesia ketika iklim mengubah ketersediaan sumber dayanya? AIR di bendungan-bendungan Pulau Jawa berkurang sekitar 981,5 juta meter kubik. Angka itu setara penurunan…

Baca Selengkapnya...

Koridor Hidrogen Dibangun, Siapa yang akan Memakainya?

Indonesia mulai membangun koridor hidrogen sepanjang 194 kilometer. Namun, sebagian pasokan yang telah diproduksi bahkan belum menemukan pengguna. INDONESIA sudah dapat memproduksi hidrogen. Persoalannya, belum seluruh hidrogen itu mempunyai pembeli. Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan perusahaannya memproduksi sekitar 200 ton hidrogen per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 75 ton yang digunakan untuk…

Baca Selengkapnya...

Sarulla Punya 330 MW, Mengapa Hanya Menghasilkan 220 MW?

PLTP Sarulla kehilangan sekitar sepertiga kemampuan produksinya. Pemerintah menyiapkan investasi US$270 juta untuk memulihkan kapasitas sambil membuka jalan menuju potensi 1.100 MW. INDONESIA tidak kekurangan potensi panas bumi di Sarulla. Di bawah kawasan Pahae, Kabupaten Tapanuli Utara, tersimpan sumber daya panas bumi yang diperkirakan mencapai 1.100 megawatt atau MW. Pembangkitnya juga sudah berdiri. Tiga unit…

Baca Selengkapnya...