Hamdani S Rukiah

Polyester dalam Darah, Sinyal Baru Krisis Limbah Tekstil

MIKROPLASTIK tidak lagi berhenti di lingkungan. Tapi, telah masuk ke dalam tubuh manusia. Temuan terbaru menunjukkan partikel nano dan mikroplastik (NMPs), terutama dari limbah tekstil berbahan polyester, terdeteksi dalam darah, sperma, hingga air ketuban. Ini adalah sinyal bahwa polusi plastik telah berubah menjadi risiko biologis langsung, dengan implikasi kebijakan lintas sektor dari industri hingga kesehatan…

Baca Selengkapnya...

Artemis II: Ketika Eksplorasi Luar Angkasa Berubah Menjadi Industri

Artemis II NASA menandai awal ekonomi Bulan, membuka peluang energi masa depan dan infrastruktur luar angkasa global. MISI Artemis II bukan sekadar perjalanan manusia mengelilingi Bulan. Ini adalah penanda fase baru, eksplorasi luar angkasa mulai beralih dari eksperimen menjadi infrastruktur. Untuk pertama kalinya sejak era Apollo, manusia kembali ke orbit Bulan, dan melakukannya bukan untuk…

Baca Selengkapnya...

Ekonomi Hidrogen, Mengapa Energi Ini Menjadi Kunci Transisi Energi Global

HIDROGEN mulai muncul sebagai salah satu kandidat utama dalam transisi energi global. Dalam beberapa tahun terakhir, negara dan perusahaan energi besar mulai menempatkan hidrogen sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi jangka panjang. Ekonomi hidrogen adalah sistem energi di mana hidrogen digunakan sebagai sumber energi bersih untuk menggantikan bahan bakar fosil, terutama di sektor yang sulit didekarbonisasi…

Baca Selengkapnya...

PLTD Ditutup, Indonesia Mulai Pangkas Ketergantungan BBM dan Masuk Era Elektrifikasi

PEMERINTAH mulai mengirim sinyal paling tegas dalam agenda transisi energi nasional, meninggalkan diesel. Presiden Prabowo Subianto menargetkan penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PT PLN (Persero) sebagai langkah awal mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian teknis di sektor listrik. Ini adalah upaya mengoreksi struktur energi nasional…

Baca Selengkapnya...

IUP di Hutan Lindung Dicabut, Negara Perketat Kontrol Sumber Daya

PEMERINTAH bergerak cepat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang bermasalah di kawasan hutan lindung, dengan tenggat hanya satu pekan. Nada perintahnya tegas. Tidak ada ruang untuk kompromi terhadap izin yang dianggap tidak jelas. Namun di balik ketegasan itu, tersimpan persoalan yang jauh lebih besar dari sekadar pencabutan izin. Apakah sistem tata…

Baca Selengkapnya...

PROPER Jadi Penentu Reputasi, Bukan Lagi Sekadar Kepatuhan

TRANSFORMASI tata kelola lingkungan di Indonesia mulai bergerak ke arah baru. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) tidak lagi sekadar instrumen evaluasi kepatuhan. Ta;pi, mulai berfungsi sebagai penanda reputasi dan daya saing perusahaan di mata publik, regulator, dan pasar. Pada periode 2024–2025, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat 5.476 perusahaan mengikuti PROPER, naik 22 persen dibandingkan…

Baca Selengkapnya...

Kepemimpinan Berbasis Kepedulian sebagai Kebutuhan Baru

DI TENGAH organisasi yang semakin kompleks dan bergerak cepat, persoalan kepemimpinan tidak lagi berhenti pada kemampuan mengambil keputusan. Tantangannya kini lebih mendasar, bagaimana keputusan itu dibentuk, dan bagaimana manusia di dalam sistem meresponsnya. Banyak organisasi hari ini tidak kehilangan arah karena kekurangan strategi. Mereka melemah karena rapuhnya kepercayaan, menurunnya rasa memiliki, dan terputusnya relasi manusia…

Baca Selengkapnya...

AI Mengubah Tata Kelola Abrasi dan Rob di Pantura

PENGELOLAAN pesisir Indonesia mulai memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar respons terhadap bencana, tetapi bergerak menuju sistem berbasis data. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan arah itu melalui pengembangan metode kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan garis pantai utara Jawa (Pantura) dengan akurasi tinggi. Teknologi ini tidak berhenti pada pemetaan batas darat dan laut. Tapi,…

Baca Selengkapnya...

ESG: Mengapa Standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola Semakin Penting bagi Bisnis

DALAM beberapa tahun terakhir, ESG tidak lagi dipandang sebagai isu reputasi. Tapi, mulai berfungsi sebagai alat seleksi modal, menentukan perusahaan mana yang layak didanai, dipercaya, dan bertahan dalam ekonomi global yang semakin menuntut transparansi. ESG adalah kerangka penilaian yang mengukur kinerja perusahaan dari tiga aspek utama, lingkungan (Environmental), sosial (Social), dan tata kelola (Governance). Konsep…

Baca Selengkapnya...

PSEL Dikebut Nasional, tapi Hulu Masih Jadi Titik Lemah

INDONESIA mulai bergerak keluar dari pola lama pengelolaan sampah. Bukan lagi sekadar mengumpulkan dan membuang, tetapi membangun sistem terpadu dari hulu hingga hilir, dari rumah tangga hingga infrastruktur energi. Dorongan ini terlihat dalam rangkaian kebijakan dan proyek yang kini berjalan paralel di berbagai wilayah. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)…

Baca Selengkapnya...