Hamdani S Rukiah

Indonesia Mulai Masuk Peta Mineral Kritis Dunia

RARE Earth Elements (REE) atau Logam Tanah Jarang (LTJ) mulai menjadi salah satu penentu baru dalam geopolitik transisi energi global. Di tengah meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik, baterai, magnet permanen, hingga turbin angin, Indonesia mulai melihat LTJ bukan sekadar sumber daya tambang, tetapi aset strategis industri masa depan. Rare Earth Elements adalah kelompok mineral kritis yang…

Baca Selengkapnya...

Antrean Haji Indonesia Kini Mulai Menjadi Risiko Kesehatan Publik

ANTREAN haji Indonesia tidak lagi sekadar menjadi persoalan daftar tunggu ibadah. Dalam skala yang lebih luas, fenomena ini mulai berubah menjadi isu kesehatan publik, tekanan demografi, dan tantangan keberlanjutan tata kelola dana haji nasional. Saat ini, jumlah pendaftar haji Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 5,7 juta orang. Di sisi lain, kuota haji Indonesia hanya berada di…

Baca Selengkapnya...

Limbah Sawit Mulai Masuk Rantai Material Teknologi Energi

LIMBAH sawit yang selama ini dianggap residu industri bernilai rendah mulai dilihat sebagai bagian dari rantai pasok material teknologi energi masa depan. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan nanosilika dari abu boiler sawit untuk mendukung sistem penyimpanan energi fleksibel pada perangkat wearable. Nanosilika adalah material berbasis silika berukuran nano yang memiliki luas permukaan…

Baca Selengkapnya...

Pasar Karbon Indonesia Mulai Masuk Era Auditabilitas

PASAR karbon Indonesia mulai bergerak ke fase yang lebih kompleks. Isunya bukan lagi sekadar menjual kredit karbon, tetapi memastikan setiap klaim penurunan emisi benar-benar dapat diverifikasi, dilacak, dan dipertanggungjawabkan. Pasar karbon adalah mekanisme ekonomi yang memberi nilai finansial pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Dalam praktiknya, perusahaan atau proyek yang berhasil menurunkan emisi dapat menjual…

Baca Selengkapnya...

Keamanan Nuklir Indonesia Mulai Bertumpu pada Data dan Fingerprint Material

KEAMANAN nuklir modern tidak lagi hanya bergantung pada pagar berlapis, pengawasan fisik, atau prosedur laboratorium. Dunia kini bergerak menuju era baru. Keamanan berbasis data, karakteristik material, dan kemampuan melacak asal-usul bahan nuklir secara presisi. Indonesia mulai masuk ke fase itu. Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui pengembangan platform berbasis web bernama Indonesian Nuclear Forensics Library…

Baca Selengkapnya...

Ekonomi Karbon Indonesia Tak Lagi Ditentukan Luas Hutan, tetapi Kredibilitas Sistem

PASAR karbon Indonesia mulai memasuki fase yang lebih kompleks. Persoalannya kini bukan lagi sekadar berapa luas hutan yang dimiliki, melainkan seberapa kuat sistem data, verifikasi, dan tata kelola yang menopangnya. Indonesia memang memiliki salah satu aset karbon alami terbesar di dunia. Hutan tropis, mangrove, gambut, hingga proyek restorasi ekosistem menjadi modal penting dalam ekonomi hijau…

Baca Selengkapnya...

Ekonomi Indonesia Mulai Kurang Jawa-Sentris?

PETA optimisme ekonomi Indonesia tampaknya mulai berubah. Jika selama bertahun-tahun pusat konsumsi dan kepercayaan ekonomi nasional cenderung terkonsentrasi di kota-kota besar Pulau Jawa, survei terbaru Bank Indonesia menunjukkan sinyal baru dari daerah. Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya menjadi kota dengan kenaikan keyakinan konsumen terbesar pada April 2026. Sebaliknya, sejumlah kota seperti Medan, Mataram, dan Banjarmasin…

Baca Selengkapnya...

Udara Sejuk Mulai Menjadi Ketimpangan Baru ASEAN

KRISIS panas di ASEAN mungkin tidak akan dirasakan secara setara. Di kota-kota yang makin panas, udara sejuk perlahan berubah menjadi privilese baru perkotaan. ASEAN Center for Energy (ACE) memperingatkan kota-kota besar di Asia Tenggara akan menghadapi lonjakan suhu ekstrem dalam beberapa dekade ke depan. Namun di balik ancaman itu, muncul persoalan lain yang mulai jarang…

Baca Selengkapnya...

AC Mulai Menjadi Ancaman Energi ASEAN

PENDINGIN ruangan atau air conditioner (AC) selama ini dianggap penyelamat kota-kota tropis. Namun di tengah lonjakan suhu ekstrem di Asia Tenggara, perangkat pendingin itu mulai memunculkan persoalan baru, tekanan besar terhadap sistem energi kawasan. ASEAN Center for Energy (ACE) memperingatkan kebutuhan pendinginan di kawasan ASEAN akan melonjak tajam seiring meningkatnya suhu dan urbanisasi. Dalam jangka…

Baca Selengkapnya...

Kota ASEAN Mulai Kehilangan Kemampuan untuk Tetap Sejuk

KRISIS iklim di ASEAN mulai berubah bentuk. Bukan lagi hanya soal banjir, emisi, atau cuaca ekstrem sesaat. Kota-kota besar di Asia Tenggara kini menghadapi ancaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, panas yang makin sulit ditoleransi. ASEAN Center for Energy (ACE) memperkirakan kota-kota besar di kawasan ini akan mengalami 85–120 hari panas ekstrem dengan suhu…

Baca Selengkapnya...