Danantara dan Masa Depan Investasi Hijau Indonesia

INDONESIA tengah memasuki era baru dalam investasi energi hijau. Pemerintah menargetkan tambahan kapasitas listrik 103 Gigawatt (GW) dari energi terbarukan hingga 2040. Upaya ini membutuhkan investasi besar, mencapai US$ 235 miliar dalam 15 tahun ke depan. Untuk itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan berperan sebagai katalis utama. Peran Danantara dalam Pembiayaan Energi…

Baca Selengkapnya...

B50 dan Dilema Lahan, Mampukah Indonesia Menyediakannya?

PEMERINTAH Indonesia bersiap melangkah lebih jauh dalam transisi energi dengan rencana implementasi biodiesel 50 persen (B50) pada 2026. Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor solar dan memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, tantangan besar muncul terkait kebutuhan lahan yang luas untuk mendukung produksi bahan bakunya. Berdasarkan perhitungan terbaru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral…

Baca Selengkapnya...

Target Emisi Indonesia Mundur ke 2035, Tarik-Ulur Ambisi Ekonomi & Hijau

INDONESIA menghadapi dilema besar dalam transisi energi. Demi mencapai pertumbuhan ekonomi 8% sesuai visi Presiden Prabowo, pemerintah memutuskan untuk menunda target puncak emisi sektor energi hingga 2035—lima tahun lebih lambat dari target awal. Langkah ini tertuang dalam revisi Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang disetujui DPR pada Februari 2025. Meski di satu sisi mendukung investasi dan…

Baca Selengkapnya...

RUU Minerba Disahkan: Siapa Untung, Siapa Rugi?

DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba). Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna ke-13 Masa Sidang 2024-2025 pada Selasa (18/2). Sejumlah perubahan dalam UU Minerba ini akan berdampak langsung pada tata kelola industri tambang di Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah mekanisme…

Baca Selengkapnya...

Potensi EBT Melimpah, Mengapa Indonesia Masih Tertinggal?

INDONESIA memiliki sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang melimpah. Namun, realitasnya pemanfaatannya masih sangat kecil. Padahal, transisi ke energi bersih semakin mendesak, terutama untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi EBT…

Baca Selengkapnya...

PLTU dan Energi Hijau, Komitmen Indonesia di Tengah Dilema Paris Agreement

INDONESIA tetap berkomitmen pada Perjanjian Paris, tetapi realitas energi murah masih menjadi pertimbangan utama. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengikuti langkah Amerika Serikat yang keluar dari perjanjian tersebut. Namun, transisi energi harus tetap memperhitungkan kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat. Energi Murah vs. Transisi Hijau Pembangkit…

Baca Selengkapnya...

Hibah 14,7 Juta Euro, Dorongan Baru untuk Transisi Energi Indonesia

INDONESIA kembali mendapat dukungan internasional dalam upaya transisi energi. Uni Eropa (UE) dan Prancis mengucurkan hibah senilai 14,7 juta euro atau sekitar Rp 248,8 miliar untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan di Tanah Air. Dana ini akan dikelola melalui Indonesia Energy Transition Facility (IETF), sebuah program yang bertujuan mempercepat transformasi energi di Indonesia. Dukungan bagi PLN…

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Indonesia, Tantangan Komitmen atau Keterbatasan Anggaran?

INDONESIA tengah menghadapi tantangan besar dalam transisi energi, terutama terkait dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mencapai target net zero emissions. Namun, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang mengungkapkan bahwa program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara tidak bisa dipaksakan karena keterbatasan anggaran, menjadi sorotan….

Baca Selengkapnya...

Dilema Batu Bara Indonesia, Dominasi Global atau Pembatasan Ekspor?

INDONESIA adalah raksasa di pasar batu bara dunia. Dengan kontribusi sekitar 30-35% dari total perdagangan global, kebijakan ekspor batu bara Tanah Air memiliki dampak besar terhadap pasar energi internasional. Namun, lonjakan produksi dan tekanan harga dari negara importir membuat pemerintah mempertimbangkan langkah-langkah strategis, termasuk kemungkinan pembatasan ekspor. Dilema Ekspor Batu Bara Menteri Energi dan Sumber…

Baca Selengkapnya...