Polusi Udara Indonesia, Mengapa Masih yang Terburuk di Asia Tenggara?

INDONESIA mencatatkan diri sebagai negara dengan tingkat polusi tertinggi di Asia Tenggara sepanjang 2024. Laporan 2024 World Air Quality Report dari IQAir menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2,5 di Indonesia mencapai 35,5 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang batas tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 mikrogram per meter kubik. Meskipun angka…

Baca Selengkapnya...

PLTSa di 12 Kota Masih Mandek, Evaluasi Jadi Kunci Percepatan

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) digadang-gadang menjadi solusi dua masalah sekaligus: limbah perkotaan yang menumpuk dan kebutuhan energi berkelanjutan. Namun, sejak ditetapkan tujuh tahun lalu dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018, proyek ini masih jauh dari target. Dari 12 kota yang masuk dalam skema percepatan, hanya Surabaya dan Surakarta yang berhasil mengoperasikan PLTSa….

Baca Selengkapnya...

Limbah Baterai Kendaraan Listrik, Tantangan Besar dalam Transisi Energi

INDUSTRI kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus berkembang pesat. Pemerintah menargetkan 15 juta unit kendaraan listrik beroperasi pada 2030. Namun, di balik optimisme ini, muncul tantangan besar: pengelolaan limbah baterai. Jika tidak ditangani dengan baik, limbah ini bisa menjadi ancaman lingkungan yang serius. Ancaman Limbah Baterai dalam Transisi Energi Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan…

Baca Selengkapnya...

PLTA Kayan: Komitmen Jepang, Harapan Indonesia Menuju Net Zero Emission 2060

INDONESIA terus melangkah menuju masa depan energi yang lebih hijau. Salah satu upaya strategisnya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Kalimantan Utara. Proyek ini kembali mendapat dukungan kuat dari Jepang melalui penandatanganan Letter of Intent Cooperation (LOI) antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (Meti) Jepang. Langkah…

Baca Selengkapnya...

China Luncurkan FPSO Pertama dengan Teknologi Penangkapan Karbon

CHINA kembali mencuri perhatian dunia energi dengan inovasi terbarunya. Sebuah kapal Floating Production Storage and Offloading (FPSO) yang tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi dan penyimpanan minyak lepas pantai. Tetapi, juga dilengkapi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS). Ini adalah yang pertama di dunia. Kapal sepanjang 330 meter ini dirancang oleh Cosco Ocean Shipping Heavy…

Baca Selengkapnya...

Target Emisi Indonesia Mundur ke 2035, Tarik-Ulur Ambisi Ekonomi & Hijau

INDONESIA menghadapi dilema besar dalam transisi energi. Demi mencapai pertumbuhan ekonomi 8% sesuai visi Presiden Prabowo, pemerintah memutuskan untuk menunda target puncak emisi sektor energi hingga 2035—lima tahun lebih lambat dari target awal. Langkah ini tertuang dalam revisi Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang disetujui DPR pada Februari 2025. Meski di satu sisi mendukung investasi dan…

Baca Selengkapnya...

Polusi Udara Mencengkeram Asia, Anak-anak Korban Terbesar

SETIAP hari, lebih dari 100 anak di bawah usia lima tahun di Asia Timur dan Pasifik meninggal akibat polusi udara. Temuan ini disampaikan oleh Dana Anak-anak PBB (UNICEF) dalam laporan terbaru mereka. Angka tersebut menggambarkan dampak nyata krisis kualitas udara terhadap generasi mendatang. Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik, June Kunugi, menegaskan bahwa…

Baca Selengkapnya...

PLTU dan Energi Hijau, Komitmen Indonesia di Tengah Dilema Paris Agreement

INDONESIA tetap berkomitmen pada Perjanjian Paris, tetapi realitas energi murah masih menjadi pertimbangan utama. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengikuti langkah Amerika Serikat yang keluar dari perjanjian tersebut. Namun, transisi energi harus tetap memperhitungkan kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat. Energi Murah vs. Transisi Hijau Pembangkit…

Baca Selengkapnya...

Hibah 14,7 Juta Euro, Dorongan Baru untuk Transisi Energi Indonesia

INDONESIA kembali mendapat dukungan internasional dalam upaya transisi energi. Uni Eropa (UE) dan Prancis mengucurkan hibah senilai 14,7 juta euro atau sekitar Rp 248,8 miliar untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan di Tanah Air. Dana ini akan dikelola melalui Indonesia Energy Transition Facility (IETF), sebuah program yang bertujuan mempercepat transformasi energi di Indonesia. Dukungan bagi PLN…

Baca Selengkapnya...

Pemanasan Global 2°C Tak Terbendung, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

PEMANASAN global kian tak terkendali. Analisis terbaru menunjukkan bahwa membatasi kenaikan suhu bumi hingga di bawah 2°C bukan lagi skenario yang realistis. Ilmuwan iklim dari Universitas Columbia, James Hansen, menyatakan bahwa iklim bumi lebih sensitif terhadap emisi gas rumah kaca daripada yang selama ini diperkirakan. Penelitian yang ia pimpin mengungkap bahwa suhu global akan tetap…

Baca Selengkapnya...