Banjir Jabodetabek: Rp 1,69 Triliun Melayang, akankah Terulang Lagi?

BANJIR bandang yang melanda Jabodetabek pada awal Maret 2025 meninggalkan jejak kerugian yang tidak main-main. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa total kerugian akibat bencana ini mencapai Rp 1,69 triliun. Dalam hitungan hari, air bah menyapu permukiman, infrastruktur, dan perekonomian warga, memperlihatkan betapa rentannya kawasan urban terhadap ancaman cuaca ekstrem. Bekasi Paling…

Baca Selengkapnya...

Air Semakin Langka, Laut Semakin Naik: Darurat Global!

PERMUKAAN air laut terus naik, mengancam jutaan penduduk dunia. Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi, menegaskan bahwa pencairan gletser menjadi faktor utama di balik kenaikan ini. Berdasarkan data Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), lebih dari 900 gigaton air tawar telah hilang akibat melelehnya gletser dalam 50 tahun terakhir. Dampaknya? Ketinggian…

Baca Selengkapnya...

RUU Masyarakat Adat, Janji Perlindungan atau Sekadar Ilusi Hukum?

MASYARAKAT adat telah lama menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem hutan, lahan gambut, dan keanekaragaman hayati. Namun, pengakuan negara terhadap peran mereka masih jauh dari harapan. Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat kini menjadi harapan baru, bukan hanya bagi komunitas adat, tetapi juga bagi keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Peran Sentral Masyarakat Adat dalam Pelestarian Alam Selama…

Baca Selengkapnya...

Sinyal Krisis Iklim, Indonesia Hadapi Cuaca Ekstrem hingga 2100

INDONESIA menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan peningkatan intensitas curah hujan ekstrem saat musim hujan serta periode kekeringan yang lebih panjang pada musim kemarau hingga tahun 2100. Tren ini sejalan dengan temuan global yang menunjukkan bahwa perubahan iklim memperburuk kondisi cuaca ekstrem. Hujan Lebih Deras, Kemarau Lebih…

Baca Selengkapnya...

Transisi Nol Emisi, Antara Optimisme dan Realitas Industri

TARGET nol emisi kini memasuki babak baru. Ekspektasi tinggi mulai bergeser menjadi keraguan. Para eksekutif di sektor energi, pertambangan, dan agribisnis semakin skeptis bahwa nol emisi bisa tercapai pada 2070, bahkan lebih lama lagi. Sebuah survei dari Bain and Company mengungkapkan tren pesimisme yang meningkat di kalangan pemimpin industri. Jika tahun lalu hanya 32 persen…

Baca Selengkapnya...

Jejak Karbon Farmasi, Efek Samping yang Jarang Disadari

ORANG-orang jarang mempertimbangkan dampak lingkungan dari obat-obatan yang mereka konsumsi. Dari pereda nyeri hingga antibiotik, sektor farmasi ternyata memiliki jejak karbon yang signifikan. Studi dari University of Leiden di Belanda mengungkapkan bahwa emisi gas rumah kaca industri farmasi tumbuh jauh lebih cepat dibanding rata-rata global. Bahkan, dalam 24 tahun terakhir, emisi sektor ini meningkat hampir…

Baca Selengkapnya...

Zakat Hijau, Pilar Baru Keuangan Syariah Berkelanjutan

ZAKAT bukan lagi sekadar instrumen sosial. Kini, zakat juga dapat menjadi motor penggerak keberlanjutan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggagas konsep zakat hijau atau green zakat. Kerangka kerja ini dirancang untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam ekosistem zakat nasional. Transformasi Zakat Menuju…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Berada di Antara Negara Paling Percaya Diri Hadapi Perubahan Iklim

DI TENGAH ancaman perubahan iklim yang kian nyata, Indonesia justru muncul sebagai salah satu negara paling optimis dalam menghadapi tantangan ini. Hasil riset terbaru yang dilakukan oleh Aarhus University, Denmark, dan International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), Austria, menunjukkan bahwa Indonesia termasuk dalam 12 negara dengan tingkat optimisme tertinggi terhadap perubahan iklim. Selain Indonesia,…

Baca Selengkapnya...

Polusi Udara Indonesia, Mengapa Masih yang Terburuk di Asia Tenggara?

INDONESIA mencatatkan diri sebagai negara dengan tingkat polusi tertinggi di Asia Tenggara sepanjang 2024. Laporan 2024 World Air Quality Report dari IQAir menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2,5 di Indonesia mencapai 35,5 mikrogram per meter kubik, jauh di atas ambang batas tahunan yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 mikrogram per meter kubik. Meskipun angka…

Baca Selengkapnya...

PLTSa di 12 Kota Masih Mandek, Evaluasi Jadi Kunci Percepatan

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) digadang-gadang menjadi solusi dua masalah sekaligus: limbah perkotaan yang menumpuk dan kebutuhan energi berkelanjutan. Namun, sejak ditetapkan tujuh tahun lalu dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018, proyek ini masih jauh dari target. Dari 12 kota yang masuk dalam skema percepatan, hanya Surabaya dan Surakarta yang berhasil mengoperasikan PLTSa….

Baca Selengkapnya...