Indonesia dan Paris Agreement, Menakar Keadilan dalam Transisi Energi

AMERIKA Serikat menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris (Paris Agreement) setelah Donald Trump resmi menjadi presiden. Langkah ini memicu perdebatan global, termasuk di Indonesia. Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menilai keputusan AS membuat kesepakatan ini tidak adil bagi negara berkembang seperti Indonesia. “Jika AS tidak mau mematuhi Paris Agreement, mengapa Indonesia harus?”…

Baca Selengkapnya...

Emisi Karbon di Atmosfer Meningkat Pesat di 2024

TAHUN 2024 menjadi titik kritis bagi permasalahan perubahan iklim global. Layanan cuaca dan iklim Inggris, The Meteorological Office, melaporkan peningkatan emisi karbon dioksida (CO2) yang terjadi dengan kecepatan yang sangat mencengangkan. Kenaikan gas rumah kaca (GRK) ini bertentangan dengan upaya dunia untuk membatasi pemanasan suhu Bumi hingga 1,5 derajat Celsius, sebagaimana disepakati dalam Perjanjian Paris…

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Berkeadilan, Indonesia dan Malaysia di Bayang-bayang Jepang?

KUNJUNGAN Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, ke Malaysia dan Indonesia baru-baru ini menyoroti arah kebijakan energi kawasan. Di bawah inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC), Jepang terus mendorong solusi yang masih berpusat pada bahan bakar fosil, seperti gas alam cair (LNG), co-firing amonia, serta teknologi carbon capture and storage (CCS). Alih-alih mempercepat transisi energi berkeadilan,…

Baca Selengkapnya...

Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim, Ancaman Nyata bagi Indonesia

INDONESIA, negara yang memiliki kekayaan alam melimpah, kini menghadapi ancaman serius: perubahan iklim. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, dampak perubahan iklim pada ekonomi Indonesia bukanlah sesuatu yang bisa dipandang sebelah mata. Setiap tahun, kerugian yang ditimbulkan mencapai angka yang mengkhawatirkan—dan akumulasi kerugian itu semakin menambah tekanan pada perekonomian negara. Menurut…

Baca Selengkapnya...

Inovasi Semen Berkelanjutan untuk Mengurangi Jejak Karbon Global

SEMEN, komoditas yang tak tergantikan dalam konstruksi global, telah lama dikenal sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar kedua setelah energi. Diproduksi dengan cara tradisional yang memanfaatkan kalsium karbonat dari batu kapur, proses ini menghasilkan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah besar. Menyadari pentingnya keberlanjutan dalam industri ini, tim ilmuwan dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, telah…

Baca Selengkapnya...

Reklamasi Pulau Biawak Hancurkan Ekosistem Mangrove dan Terumbu Karang

REKLAMASI di Pulau Biawak, bagian dari gugusan Pulau Pari di Kepulauan Seribu, kembali menjadi sorotan tajam. Proyek yang dilakukan oleh PT CPS ini memicu kerusakan lingkungan serius, mulai dari pembabatan 40 ribu pohon mangrove hingga penghancuran ekosistem terumbu karang dan padang lamun di area seluas 62 meter persegi. Mangrove yang rusak merupakan hasil kerja keras…

Baca Selengkapnya...

Listrik Hijau Semakin Menjadi Pilihan Industri Indonesia

PEMBANGUNAN berkelanjutan semakin mengarah pada perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk energi. Listrik hijau, yang dihasilkan melalui energi baru terbarukan (EBT), kini menjadi salah satu pendorong utama untuk sektor industri dan bisnis. Pada 2024, Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatatkan perkembangan signifikan dalam layanan listrik hijau melalui Green as a Service (GEAS), dengan penerbitan Renewable Energy…

Baca Selengkapnya...

Karyawan Dunia Merasa Perusahaan Belum Serius Atasi Perubahan Iklim

PERUBAHAN iklim semakin nyata, tetapi apakah perusahaan benar-benar melakukan cukup untuk menghadapinya? Sebuah survei global baru mengungkapkan keraguan karyawan terhadap upaya keberlanjutan di tempat kerja. Deloitte, sebuah firma jasa profesional global, baru-baru ini merilis hasil survei yang melibatkan lebih dari 20.000 responden dari lebih dari 20 negara. Survei ini merupakan bagian dari Consumer Signals Surveys…

Baca Selengkapnya...

Perlindungan Hiu dan Pari, Dukungan Inggris untuk Konservasi Laut Indonesia

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapatkan dukungan pendanaan dari IWT Challenge Fund Pemerintah Inggris untuk memperkuat upaya perlindungan habitat hiu dan pari di kawasan laut Indonesia. Program ini bertujuan untuk mengurangi perikanan dan perdagangan hiu serta pari ilegal yang kerap mengancam kelestarian spesies-spesies tersebut. Dukungan ini melibatkan berbagai lembaga nasional dan internasional,…

Baca Selengkapnya...

ExxonMobil Investasi Besar untuk Penyimpanan Karbon di Indonesia

INDUSTRI energi global semakin fokus pada pengembangan teknologi yang mendukung keberlanjutan. Di Indonesia, salah satu langkah konkret datang dari ExxonMobil yang baru saja menandatangani komitmen investasi sebesar US$15 miliar (sekitar Rp243 triliun) untuk membangun proyek penyimpanan karbon (carbon capture storage/CCS) yang monumental. Ini merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menghadapi tantangan…

Baca Selengkapnya...