InJourney dan Jejak Karbon Pariwisata, Uji Nyata Bisnis Hijau di Sektor Aviasi

TRANSFORMASI pariwisata berkelanjutan tidak lagi bisa berhenti pada slogan. Skala operasi yang besar menuntut tanggung jawab yang setara. Di titik inilah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) menempatkan diri, sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata yang mulai mengukur, menghitung, dan menekan jejak karbonnya secara sistematis. InJourney menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 4.000 ton CO₂. Angka ini…

Baca Selengkapnya...

Hutan di Dalam Izin, Bom Karbon di Jantung Transisi Energi Indonesia

TRANSISI energi kerap diposisikan sebagai jalan keluar dari krisis iklim. Namun di Indonesia, jalur ini justru menyimpan paradoks besar. Di balik narasi hijau, jutaan hektare hutan berada dalam status “legal untuk dibuka”, dan berpotensi melepaskan emisi karbon dalam skala yang sulit dipulihkan. Temuan ini disorot Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dalam laporan Melegalkan Krisis Iklim….

Baca Selengkapnya...

Bunker Nuklir Inggris Tergerus Erosi, Alarm Dini bagi Kebijakan Pesisir Indonesia

SEBUAH bunker nuklir era Perang Dingin di pesisir East Yorkshire, Inggris, kini berada di ambang kehancuran. Bangunan bata merah yang berdiri di tepi tebing itu diperkirakan hanya tinggal menunggu hari sebelum runtuh ke Laut Utara. Penyebabnya bukan konflik geopolitik, melainkan erosi pesisir yang berlangsung cepat dan konsisten. Ironinya kuat. Struktur yang dirancang untuk bertahan dari…

Baca Selengkapnya...

Kelas Kaya Indonesia Membesar, Kebijakan Hijau Diuji

PETA kekayaan dunia sedang bergeser. Pusat gravitasi lama di Amerika Utara dan Eropa Barat mulai berbagi ruang dengan pasar negara berkembang. Indonesia muncul sebagai salah satu episentrum baru. Laporan Global Wealth Report Knight Frank menunjukkan jumlah individu dengan kekayaan bersih di atas US$10 juta di Indonesia mencapai 8.120 orang. Angka ini setara 0,3 persen dari…

Baca Selengkapnya...

Karbon Tanah Masuk Arus Utama, Peternakan Regeneratif Uji Kredibilitas Pasar Karbon

PASAR karbon sukarela perlahan bergerak dari janji ke pembuktian. Di Amerika Serikat, pendekatan berbasis tanah menunjukkan bahwa solusi iklim berbasis alam tidak hanya relevan secara ekologis, tetapi juga dapat diukur, diverifikasi, dan dikontrak oleh korporasi global. Perusahaan berbasis Texas, Grassroots Carbon, mencatat tonggak penting dengan menyalurkan 1,9 juta ton penghilangan karbon terverifikasi dari praktik peternakan…

Baca Selengkapnya...

Pasokan Kayu Global Masuk Fase Risiko Struktural

RANTAI pasok global yang bergantung pada kayu memasuki fase tekanan baru. Bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan bisnis yang berpotensi mengguncang stabilitas biaya, kepatuhan regulasi, hingga kepercayaan investor. Permintaan kayu yang terus meningkat kini bertemu dengan batas ekologis hutan, perubahan iklim, dan regulasi yang makin ketat. Sinyal ini menguat dalam riset terbaru yang dirilis…

Baca Selengkapnya...

Gugatan Rp4,8 Triliun, Negara Mulai Menagih Biaya Ekologi Sumatra

ANGKA itu berdiri sendiri di awal. Rp4,8 triliun. Nilai gugatan perdata yang diajukan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terhadap enam perusahaan yang beroperasi di Sumatra Utara. Negara menyebutnya sebagai biaya kerusakan ekologi akibat banjir dan longsor yang berulang. Dari total tersebut, Rp4,66 triliun diklaim sebagai kerugian lingkungan. Sisanya, Rp178 miliar, dialokasikan untuk pemulihan ekosistem. Gugatan menyasar…

Baca Selengkapnya...

PGE Perluas Lumut Balai, Panas Bumi Masuk Fase Investasi Serius

PENGEMBANGAN panas bumi Indonesia bergerak dari fase perencanaan menuju konsolidasi investasi. Langkah terbaru datang dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang memulai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Sumatera Selatan. Proyek ini ditandai dengan kick-off meeting pada 12 Januari 2026. Berlokasi di Wilayah Kerja…

Baca Selengkapnya...

Pasca-Bencana Sumatra, Negara Uji Ulang Strategi Pengawasan Hutan

BENCANA ekologis yang beruntun di Sumatra kembali menyingkap persoalan lama dalam tata kelola hutan Indonesia. Banjir dan longsor tidak hanya dipicu oleh cuaca ekstrem, tetapi juga oleh lemahnya pengawasan kawasan hutan dan ketidaksinkronan kebijakan ruang. Di tengah tekanan itu, pemerintah mulai mengajukan koreksi struktural. Dalam rapat kerja pemulihan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan pascabencana Sumatra…

Baca Selengkapnya...

Kolaborasi Energi Indonesia-China, Uji Serius Transisi di Luar Retorika

TRANSISI energi Indonesia kembali diuji. Bukan pada janji, tetapi pada kemampuannya membangun proyek nyata lintas negara. Kerja sama antara Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. menjadi contoh terbaru. Nota kesepahaman yang ditandatangani di Suzhou, China, awal Januari 2026, bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini mencerminkan pergeseran strategi. Indonesia…

Baca Selengkapnya...