OJK Kuatkan Peta Jalan Hijau, Taksonomi Baru dan Aturan Risiko Iklim Menanti 2027

DALAM upaya mempercepat transformasi ekonomi hijau, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun fondasi baru yang akan mengubah wajah pembiayaan nasional. Dua inisiatif besar kini berjalan beriringan,Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi 3 dan revisi POJK 51/2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan. Langkah ini bukan sekadar pembaruan administratif, tetapi reposisi arah industri keuangan menuju masa depan yang…

Baca Selengkapnya...

Krisis Dana Adaptasi, Dunia Masih Gagal Membayar Utang Iklimnya

KETIKA dampak perubahan iklim semakin nyata, dari banjir besar di Asia Selatan hingga kekeringan panjang di Afrika Timur, pendanaan adaptasi justru menurun. Laporan terbaru UN Environment Programme (UNEP) memperlihatkan tren yang mengkhawatirkan. Negara-negara kaya hanya menyalurkan 26 miliar dolar AS dana publik untuk adaptasi iklim pada 2023, turun 2 miliar dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya….

Baca Selengkapnya...

Menambang Krisis: Saat KLH Kekurangan Pengawas, Akademisi Jadi Harapan Baru

KRISIS pengawasan lingkungan di Indonesia kini mencapai titik rawan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut negara hanya memiliki sekitar 3.000 pengawas lingkungan untuk mengawasi ribuan aktivitas tambang batu bara dan mineral di seluruh Indonesia. Jumlah yang timpang untuk menghadapi skala kerusakan yang terus meluas. “Seluruh aktivitas penambangan sumber daya alam benar-benar harus mendapat pengawalan…

Baca Selengkapnya...

Ketika Hutan Jadi Investasi, Rekor Baru Brasil di Jalur Hijau

BRASIL menulis bab baru dalam ekonomi hijau.Melalui National Bank for Economic and Social Development (BNDES), negara ini memobilisasi dana R$ 3,4 miliar (sekitar US$ 600 juta) sejak 2023 untuk konservasi, restorasi, dan pengelolaan hutan berkelanjutan, sekaligus menciptakan 23.500 lapangan kerja dan menanam 70 juta pohon di berbagai bioma. Namun tonggak terpenting datang pada Oktober 2025,…

Baca Selengkapnya...

Ketika Menteri AI Hamil, Reformasi Birokrasi dari Rahim Digital

DI DUNIA yang tengah mencari arah etika baru di tengah ledakan kecerdasan buatan (AI), Albania justru menempuh jalur tak biasa. Negara kecil di Eropa Tenggara itu membuat publik dunia tercengang ketika Menteri AI-nya, Diella, “diumumkan hamil.” Namun, ini bukan kisah manusia. Perdana Menteri Albania Edi Rama, dalam forum Berlin Global Dialogue (25/10), mengungkapkan bahwa kehamilan…

Baca Selengkapnya...

Pesut Mahakam dan Ironi Penyelamatan oleh Orang Asing

POPULASI pesut mahakam, mamalia air tawar endemik Kalimantan Timur, kini hanya 62 ekor. Angka itu mencerminkan paradoks menyakitkan, satwa langka Indonesia justru diselamatkan oleh warga negara asing. Dalam forum A Multi-Stakeholder Dialogue: Plastic, Climate and Biodiversity Nexus yang digelar WWF Indonesia di Jakarta (28/10/2025), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengaku menerima kabar kelahiran dua…

Baca Selengkapnya...

Brasil Berdarah di Tengah Persiapan Hijau Menuju COP30

Menjelang COP30, Brasil berupaya menata citra hijau. Namun, darah justru kembali mengalir di Rio de Janeiro. RIO de Janeiro kembali menjadi sorotan dunia, bukan karena persiapan menuju forum lingkungan global, melainkan tragedi berdarah yang mencoreng wajah kota itu. Sedikitnya 64 orang tewas dalam operasi polisi pada Selasa malam (28/10), menjadi operasi paling mematikan sepanjang sejarah…

Baca Selengkapnya...

Tagih Tanggung Jawab 66 Raksasa Polusi Dunia untuk Danai Teknologi Penangkap Karbon

STUDI terbaru Climate Analytics menyoroti tanggung jawab moral dan finansial dari perusahaan bahan bakar fosil serta industri semen dunia. Dalam laporan yang dirilis 24 Oktober 2025 dan dikutip dari Edie, lembaga riset ini menghitung secara spesifik kontribusi finansial puluhan perusahaan yang dianggap paling banyak mencemari atmosfer bumi. Hasilnya, 66 perusahaan bahan bakar fosil terbesar diminta…

Baca Selengkapnya...

Dari Sumpah Persatuan ke Sumpah Kesadaran Digital

Oleh: Hamdani S Rukiah PADA 28 Oktober 1928, sekelompok pemuda berkumpul di sebuah rumah di Jalan Kramat, Jakarta. Mereka datang dari berbagai latar belakang, bahasa, dan daerah, tapi bersatu dalam satu keyakinan bahwa masa depan bangsa harus diperjuangkan bersama. Dari sana lahirlah tiga kalimat yang kemudian mengubah arah sejarah, Sumpah Pemuda. Kini, hampir seabad kemudian,…

Baca Selengkapnya...

Garis Pantai Masa Depan, 0,6 Meter yang Bisa Diselamatkan

KENAIKAN permukaan laut bukan sekadar ancaman masa depan. Itu sudah berjalan hari ini, perlahan tapi pasti. Laut yang terus memuai dan lapisan es yang mencair menjadi penanda bahwa keputusan manusia beberapa dekade ke depan akan menentukan bentuk garis pantai dunia selama ratusan tahun mendatang. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Climate Change (24/10/2025) menunjukkan…

Baca Selengkapnya...