AS Mundur dari Perjanjian Paris, Dampak bagi Iklim dan Indonesia

KEPUTUSAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali menarik negara tersebut dari Perjanjian Iklim Paris semakin memicu perdebatan di kalangan praktisi dan pemerhati isu keberlanjutan. Meski Perjanjian Paris bukanlah sebuah kesepakatan yang mengikat secara hukum, dokumen ini menjadi landasan kerja sama global dalam mengatasi pemanasan global. Bagaimana dampak keputusan ini bagi dunia dan Indonesia,…

Baca Selengkapnya...

Masa Depan Energi Nuklir, Rekor Baru di Depan Mata

SEKTOR energi nuklir kembali menjadi sorotan. Dengan pertumbuhan kebijakan, proyek, dan teknologi yang signifikan, energi ini kembali mendapatkan momentumnya. Namun, seperti dua sisi mata uang, peluang besar ini juga diiringi dengan tantangan yang harus diatasi. Dalam laporan terbarunya, The Path to a New Era for Nuclear Energy, Badan Energi Internasional (IEA) memaparkan prospek, tantangan, dan…

Baca Selengkapnya...

Mengalihkan Utang untuk Melindungi Terumbu Karang Indonesia

INDONESIA dan Amerika Serikat pada 15 Januari 2025, menyelesaikan proses pengalihan utang sebesar 35 juta dollar AS (sekitar Rp 573 miliar) yang akan digunakan untuk konservasi laut di Indonesia. Dana ini akan diprioritaskan untuk melindungi ekosistem terumbu karang yang ada di kawasan Bentang Laut Kepala Burung dan Laut Sunda-Banda. Ini merupakan dua area yang tergolong…

Baca Selengkapnya...

Menyiasati Kesenjangan Pendanaan SDGs dengan Teknologi dan Inovasi

KESENJANGAN pendanaan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis teknologi untuk menjawab persoalan ini. Dalam SDGs Lecture yang diselenggarakan Bappenas pada Jumat (17/1/2025), Arif menjelaskan langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mendukung keberlanjutan di berbagai sektor….

Baca Selengkapnya...

Indonesia Bersiap Luncurkan Perdagangan Karbon Internasional Perdana

INDONESIA mengambil langkah besar dalam upaya keberlanjutan global. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, mengumumkan bahwa negara ini siap menggelar perdagangan karbon internasional pertama melalui Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) pada 20 Januari 2025. Langkah ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mewujudkan komitmen pengurangan emisi dan mendorong kolaborasi global untuk masa depan…

Baca Selengkapnya...

Obligasi Hijau dan Sosial, Rekor Baru Utang Berkelanjutan di 2025

PASAR utang berkelanjutan global terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, Bloomberg Intelligence memproyeksikan nilai penawaran utang ini mencapai angka fantastis, yaitu US$2,1 triliun. Pertumbuhan ini dipicu oleh minat yang kuat terhadap obligasi hijau (green bond) dan obligasi sosial, terutama dari lembaga pemerintah yang mencari pendanaan untuk program keberlanjutan. Tidak hanya itu, tren ini juga mencerminkan…

Baca Selengkapnya...

Studi Baru: Arktik Diprediksi Bebas Es Laut di Musim Panas 2027

PARA ilmuwan kini mengkhawatirkan sebuah skenario yang selama ini hanya dibayangkan: musim panas tanpa es di Arktik. Dengan menggunakan model iklim terbaru, mereka memprediksi bahwa kondisi ini dapat terjadi secepatnya pada tahun 2027. Situasi ini menjadi peringatan keras bagi dunia tentang dampak masif perubahan iklim. Es Laut Arktik dalam Bahaya Es laut, yang mengapung di…

Baca Selengkapnya...

Regulasi Reklamasi, Ancaman Lingkungan atau Peluang Ekonomi?

INDONESIA sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang tentu memiliki tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu isu utama yang mencuat belakangan ini adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang reklamasi dan penambangan pasir laut yang dinilai berpotensi merusak ekosistem pesisir. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menuntut agar…

Baca Selengkapnya...

Pohon Pinus Hitam, Pelindung Alami Pesisir dari Tsunami dan Angin Kencang

DI TENGAH ancaman bencana alam yang semakin meningkat akibat perubahan iklim, peneliti dari Universitas Nagoya, Jepang, menemukan bahwa pohon pinus hitam Jepang (Pinus thunbergii) yang tumbuh di pesisir dapat memainkan peran vital sebagai pelindung alami dari tsunami dan angin kencang. Penelitian ini tidak hanya membuka wawasan baru mengenai potensi pohon sebagai benteng alamiah. Tetapi, juga…

Baca Selengkapnya...