Industri Indonesia Harus Kurangi Sampah 30% pada 2029

PADA tahun 2029, produsen di Indonesia akan menghadapi tantangan besar dalam mengurangi sampah yang mereka hasilkan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan kewajiban untuk mengurangi 30% sampah, yang dipandang sebagai langkah penting dalam mencapai keberlanjutan lingkungan. Melalui kebijakan ini, produsen di sektor-sektor tertentu akan berperan lebih besar dalam mengurangi dampak negatif…

Baca Selengkapnya...

CIF Terbitkan Obligasi Iklim untuk Transisi Energi Bersih

DALAM langkah penting untuk mendukung teknologi rendah karbon di negara berkembang, lembaga multilateral Climate Investment Fund (CIF) baru-baru ini menerbitkan obligasi iklim pertama senilai US$500 juta. Langkah ini membuka pintu bagi pendanaan inovatif untuk proyek-proyek energi bersih yang sangat dibutuhkan untuk mencapai target keberlanjutan global. Obligasi tersebut diterbitkan sebagai bagian dari Climate Market Mechanism, yang…

Baca Selengkapnya...

Ekspor Limbah Sawit Diperketat, Prioritas untuk Industri Domestik dan B40

PEMERINTAH Indonesia resmi memperketat ekspor limbah kelapa sawit, termasuk Palm Oil Mill Effluent (POME), residu minyak sawit asam tinggi (HAPOR), dan minyak jelantah (UCO). Langkah ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 2/2025, yang mulai berlaku pada 8 Januari 2025. Kebijakan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan baku bagi industri minyak goreng dan mendukung…

Baca Selengkapnya...

Suhu Laut 2024 Pecah Rekor, Apa Dampaknya untuk Kita?

LAUTAN kita mencatatkan rekor baru pada 2024. Suhu permukaan laut mencapai titik tertinggi yang pernah tercatat manusia, tidak hanya di permukaan, tetapi juga hingga kedalaman 2.000 meter. Penemuan ini menjadi sorotan dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Advances in Atmospheric Sciences. Mengapa suhu laut yang terus memanas harus menjadi perhatian serius? Jawabannya ada di…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Kunci Transisi Energi Asia Tenggara dengan Potensi Terbarukan Melimpah

INDONESIA terus menjadi sorotan dalam upaya transisi energi global. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), Francesco La Camera, pada Sidang Majelis Umum ke-15 IRENA di Abu Dhabi. Sidang ini bertujuan mempercepat transisi energi di tengah ancaman ketahanan energi akibat konflik Timur Tengah dan cuaca ekstrem yang melanda dunia. “Indonesia adalah…

Baca Selengkapnya...

Jakarta Krisis Air Tanah, Pemerintah Batasi Izin Baru

JAKARTA menghadapi ancaman besar terkait pemanfaatan air tanah. Sebuah langkah tegas dari pemerintah kini sedang dipertimbangkan untuk menanggulangi kerusakan yang terjadi pada cekungan air tanah (CAT) di Jakarta. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mengevaluasi kemungkinan pemberhentian penerbitan izin baru…

Baca Selengkapnya...

PBB Serukan Penghapusan Subsidi Bahan Bakar Fosil

TRANSISI energi bersih kian mendesak. Pada Sidang Majelis Umum ke-15 International Renewable Energy Agency (IRENA) di Abu Dhabi, Minggu (12/1/2025), Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan pentingnya mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke investasi energi terbarukan. Dalam forum internasional yang dihadiri para pemimpin dunia, Guterres menyerukan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, dan pengusaha,…

Baca Selengkapnya...

Dampak Kebakaran Hutan: Krisis Asuransi dan Kerugian Ekonomi Besar di California

KEBAKARAN hutan yang melanda Los Angeles dan kawasan sekitarnya telah mencatatkan rekor kerugian luar biasa. Ribuan rumah, termasuk milik selebriti Hollywood, ludes dilalap api. Dampak kebakaran ini tidak hanya terasa pada kehilangan harta benda, tetapi juga menambah beban ekonomi yang menghancurkan, diperkirakan mencapai US$ 150 miliar atau sekitar Rp 2.428 triliun. Angka ini tiga kali…

Baca Selengkapnya...

Masa Depan Pekerjaan, Green Jobs dan Keahlian Teknologi Dominasi 2030

MASA depan pekerjaan global akan mengalami pergeseran besar pada 2030. Laporan The Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum (WEF) mengungkap, pekerjaan yang berfokus pada iklim dan teknologi akan tumbuh pesat. Perubahan ini didorong oleh dua kekuatan utama: kebutuhan mendesak untuk mitigasi perubahan iklim dan perkembangan teknologi mutakhir. Menurut laporan tersebut, 47 persen pemberi…

Baca Selengkapnya...