Putusan Texas Menguji Batas Negara Mengatur Investasi ESG

PERDEBATAN tentang ESG kembali memasuki fase krusial. Bukan melalui fluktuasi pasar atau laporan keberlanjutan, melainkan lewat ruang sidang. Sebuah pengadilan federal di Amerika Serikat memutuskan untuk menghentikan secara permanen penerapan undang-undang anti-ESG paling agresif di Texas. Putusan ini menandai momen penting dalam tarik-menarik antara kebijakan politik, kebebasan berekspresi, dan pengelolaan risiko iklim dalam sistem keuangan…

Baca Selengkapnya...

Risiko Iklim Masuk Jantung Tata Kelola Keuangan Indonesia

INDONESIA memasuki fase baru dalam penataan sistem keuangan berkelanjutan. Bukan lagi sekadar memenuhi kepatuhan, regulator kini bergerak mempersempit ruang greenwashing sekaligus mendorong industri jasa keuangan menilai risiko iklim sebagai variabel inti dalam pengambilan keputusan. Perubahan ini menandai pergeseran strategis. Transparansi dan pengelolaan risiko kini menjadi arena kompetisi baru bagi lembaga keuangan. Standar Transparansi Naik Kelas…

Baca Selengkapnya...

Membaca Arah Global Taxonomy, Saat Jakarta dan Brasil Bicara Bahasa yang Sama

BRASIL memanfaatkan momentum COP30 untuk mendorong lahirnya Super-Taxonomy, sebuah kerangka global yang menyatukan definisi keberlanjutan lintas negara. Namun gema langkah ini tidak berhenti di Amerika Latin. Di Asia Tenggara, Indonesia tengah memperbarui Taksonomi Hijau OJK versi 2.0, yang akan menjadi panduan utama sektor keuangan dalam menilai investasi hijau dan risiko iklim. Keduanya, meski lahir dari…

Baca Selengkapnya...

OJK Kuatkan Peta Jalan Hijau, Taksonomi Baru dan Aturan Risiko Iklim Menanti 2027

DALAM upaya mempercepat transformasi ekonomi hijau, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun fondasi baru yang akan mengubah wajah pembiayaan nasional. Dua inisiatif besar kini berjalan beriringan,Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi 3 dan revisi POJK 51/2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan. Langkah ini bukan sekadar pembaruan administratif, tetapi reposisi arah industri keuangan menuju masa depan yang…

Baca Selengkapnya...

Qatar Jadi Pionir Keuangan Hijau, Indonesia Harus Menyusul

QATAR mencetak tonggak baru dalam keuangan hijau. Negara yang selama ini dikenal sebagai raksasa energi fosil itu menerbitkan obligasi hijau berdaulat senilai 2,5 miliar dolar AS. Langkah ini tidak hanya mencatat rekor pasar, tetapi juga menegaskan ambisi Qatar untuk menjadi pemain utama dalam pembiayaan berkelanjutan. Penerbitan dilakukan dalam dua tenor. 1 Miliar dolar untuk lima…

Baca Selengkapnya...

Aliansi Net Zero Retak Lagi

TRANSISI energi global tengah berada di persimpangan jalan. Di saat berbagai sektor berlomba menuju emisi nol bersih, langkah Barclays keluar dari Net Zero Banking Alliance (NZBA) mengirimkan sinyal mengejutkan. Barclays bukan bank pertama yang meninggalkan aliansi yang dibentuk di bawah naungan UNEP FI (United Nations Environment Programme Finance Initiative). Sebelumnya, raksasa keuangan seperti HSBC, Citigroup,…

Baca Selengkapnya...

Rp610 Triliun Sudah Dibelanjakan, Apa Dampaknya bagi Ketahanan Iklim?

TIDAK kurang dari Rp76,3 triliun per tahun. Angka ini bukan sekadar angka. Setiap tahunnya, pemerintah Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp76,3 triliun dari APBN untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Ini bukan wacana, melainkan komitmen nyata. Dana tersebut masuk dalam skema Climate Budget Tagging—sebuah pendekatan yang memungkinkan identifikasi belanja negara yang berdampak pada iklim, baik untuk mitigasi…

Baca Selengkapnya...

Bank Mandiri Kuasai ESG di Indonesia, Sejajar Standar Global

BANK MANDIRI mencatat tonggak penting dalam perjalanan keberlanjutannya. Lembaga pemeringkat internasional Sustainalytics menobatkannya sebagai bank terbaik di Indonesia dalam ESG Score. Penilaian ini didasarkan pada evaluasi terbaru yang menunjukkan penurunan ESG Risk Rating Bank Mandiri dari 28,2 pada 2024 menjadi 17,5 per Januari 2025. Capaian ini bukan hanya sekadar angka. Ini adalah hasil dari berbagai…

Baca Selengkapnya...