Menambang Krisis: Saat KLH Kekurangan Pengawas, Akademisi Jadi Harapan Baru

KRISIS pengawasan lingkungan di Indonesia kini mencapai titik rawan. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut negara hanya memiliki sekitar 3.000 pengawas lingkungan untuk mengawasi ribuan aktivitas tambang batu bara dan mineral di seluruh Indonesia. Jumlah yang timpang untuk menghadapi skala kerusakan yang terus meluas. “Seluruh aktivitas penambangan sumber daya alam benar-benar harus mendapat pengawalan…

Baca Selengkapnya...

Hujan Mikroplastik di Jakarta, Bukti Gagalnya Transisi Sampah Kota

KETIKA hujan turun di Jakarta, kini bukan hanya air yang membasahi bumi. Butiran mikroplastik ikut menetes dari langit, mengisyaratkan darurat baru dalam krisis lingkungan perkotaan. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuktikan bahwa air hujan di Ibu Kota mengandung partikel plastik mikroskopis yang berasal dari aktivitas manusia. Dari TPA ke Langit Jakarta Menteri Lingkungan…

Baca Selengkapnya...

Longsor dan Banjir di Puncak, Harga Mahal dari Pembangunan Tanpa Kendali

HUJAN deras mengguyur kawasan Puncak selama dua hari berturut-turut, sejak Sabtu (5/7). Akibatnya, banjir dan longsor melanda tujuh desa di Kecamatan Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tiga orang meninggal dunia dan satu orang masih dinyatakan hilang. Namun, di balik bencana ini, mengendap persoalan yang jauh lebih dalam, kerusakan tata ruang dan alih fungsi…

Baca Selengkapnya...

Poop Cruise, Kisah Kapal Pesiar Mewah Gagal Menjaga Manusia dan Lingkungan

KISAH kapal Carnival Triumph dalam dokumenter Netflix Trainwreck: Poop Cruise bukan hanya soal krisis sanitasi. Film ini juga menyentil sisi gelap dari industri kapal pesiar, industri yang kerap disebut glamor, tapi menyisakan jejak karbon dan pencemaran serius. Selama lima hari, empat ribuan penumpang terjebak tanpa toilet, AC, dan air bersih. Kotoran manusia mencemari lorong. Bau…

Baca Selengkapnya...

Manusia Musuh Utama Keanekaragaman Hayati di Bumi

KEANEKARAGAMAN hayati di seluruh planet ini mengalami penurunan drastis. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature mengungkap bahwa aktivitas manusia menjadi faktor utama hilangnya berbagai spesies di darat, air tawar, dan laut. Penelitian ini merupakan salah satu sintesis terbesar tentang dampak manusia terhadap biodiversitas, mencakup hampir 100.000 lokasi di seluruh benua. Studi yang dilakukan oleh…

Baca Selengkapnya...

Izin Misterius Ekowisata Puncak, Baru Terungkap Setelah Bencana

BENCANA ekologis yang melanda Jabodetabek pada awal Maret 2025 menjadi titik balik terungkapnya izin proyek wisata besar di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Salah satu yang paling disorot adalah Eiger Adventure Land (EAL), destinasi ekowisata yang digadang-gadang memiliki jembatan gantung terpanjang di dunia. Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan bahwa izin utama lahan yang digunakan proyek ini bukan…

Baca Selengkapnya...

Perundingan Plastik Global di INC-5 Berakhir Buntu

DUNIA sedang menghadapi krisis plastik. Dari lautan yang penuh sampah hingga udara yang terkontaminasi mikroplastik, tantangan ini membutuhkan solusi global. Namun, pertemuan Intergovernmental Negotiating Committee ke-5 (INC-5) di Busan, Korea Selatan, pekan ini gagal mencapai kata sepakat. Lebih dari 100 negara mendukung pembatasan produksi plastik. Sementara beberapa produsen minyak besar menolak, memilih fokus pada pengelolaan…

Baca Selengkapnya...