Banjir Akibat Iklim Bukan Lagi Risiko Jauh

PERUBAHAN iklim sering dibahas sebagai ancaman jangka panjang. Namun bukti ilmiah terbaru menunjukkan sebaliknya. Risiko itu tidak lagi berada di masa depan. Tapi, sudah bekerja hari ini, perlahan, tertunda, tetapi mematikan. Salah satu manifestasi paling nyata adalah meningkatnya banjir bandang dari danau gletser, atau glacial lake outburst floods (GLOFs). Fenomena ini terjadi ketika danau yang…

Baca Selengkapnya...

Ujian Ketahanan Bali

BALI tidak sedang sepi.Namun, Bali sedang diuji. Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata tahun ini berada di kisaran 6,8 juta orang. Angka itu hanya sedikit di bawah target nasional, tetapi cukup untuk memunculkan satu pertanyaan kebijakan yang lebih besar. Seberapa tangguh Bali sebagai destinasi utama di tengah perubahan iklim dan pergeseran perilaku wisatawan? Penurunan yang…

Baca Selengkapnya...

Banjir Menguji Tata Kelola Sawit Indonesia

KELAPA sawit menopang ekonomi Indonesia. Namun di wilayah dengan curah hujan tinggi dan lanskap yang rapuh, konsentrasi lahan justru mengubah sawit menjadi faktor risiko tata air. Di titik ini, banjir tidak lagi bisa dibaca semata sebagai bencana alam, melainkan sebagai ujian tata kelola perkebunan dan wilayah. Sejak 2006, Indonesia menyalip Malaysia sebagai produsen minyak sawit…

Baca Selengkapnya...

Risiko Iklim Masuk Jantung Tata Kelola Keuangan Indonesia

INDONESIA memasuki fase baru dalam penataan sistem keuangan berkelanjutan. Bukan lagi sekadar memenuhi kepatuhan, regulator kini bergerak mempersempit ruang greenwashing sekaligus mendorong industri jasa keuangan menilai risiko iklim sebagai variabel inti dalam pengambilan keputusan. Perubahan ini menandai pergeseran strategis. Transparansi dan pengelolaan risiko kini menjadi arena kompetisi baru bagi lembaga keuangan. Standar Transparansi Naik Kelas…

Baca Selengkapnya...