Jejak Karbon di Ruang Operasi, Saatnya Medis Hijau Jadi Prioritas

SEKTOR kesehatan selama ini dikenal sebagai penyelamat hidup. Namun siapa sangka, di balik perannya yang mulia, dunia medis juga menyumbang jejak karbon yang tidak kecil. Prosedur-prosedur penyelamatan, seperti endoskopi gastrointestinal, ternyata punya dampak lingkungan yang signifikan. Gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari penggunaan alat sekali pakai, konsumsi energi tinggi, serta limbah medis menjadi masalah…

Baca Selengkapnya...

Ketahanan Pangan Indonesia di Bawah Bayang-bayang Krisis Iklim

INDONESIA tengah menghadapi ancaman serius terhadap ketahanan pangannya. Pemanasan global bukan sekadar isu lingkungan global, tetapi juga persoalan nyata yang menggerus fondasi produksi pangan nasional. Kenaikan suhu bumi telah mengubah banyak hal. Di dunia pertanian, perubahan ini mempengaruhi hampir semua komoditas. Tanaman tak lagi tumbuh optimal, hasil panen menurun, dan risiko gagal panen meningkat akibat…

Baca Selengkapnya...

Saat Kayu Jadi Masa Depan Arsitektur Ramah Lingkungan

DI BALIK setiap rumah kayu tradisional Jepang, tersembunyi filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam. Bukan sekadar pilihan estetika, kayu telah lama menjadi simbol keberlanjutan yang tumbuh bersama budaya. Jepang, negeri dengan tutupan hutan sekitar 68 persen dari total wilayahnya, sejak dulu mengandalkan kayu sebagai bahan utama konstruksi rumah. Dari struktur rangka, dinding, hingga ornamen…

Baca Selengkapnya...

Ancaman Monokultur, Keanekaragaman Pangan Dunia di Ujung Tanduk

KEANEKARAGAMAN sumber daya genetik tanaman pangan dan pertanian dunia menghadapi ancaman serius. Laporan terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), yang dirilis pada 24 Maret 2025, menyoroti ketergantungan berlebihan terhadap sembilan jenis tanaman pangan utama yang menopang 60 persen produksi pangan global. Sembilan tanaman tersebut adalah tebu, jagung, beras, gandum, kentang, kedelai, kelapa…

Baca Selengkapnya...

Makanan Sekolah tak Sekadar Kenyang, Saatnya Peduli Gizi dan Lingkungan

KUALITAS makanan di sekolah kini menjadi perhatian global. Dalam laporan terbarunya, Education and Nutrition: Learn to Eat Well, UNESCO mengungkap fakta mengejutkan: 27 persen makanan sekolah di dunia disiapkan tanpa keterlibatan ahli gizi. Dari 187 negara yang dikaji, hanya 93 yang memiliki regulasi atau pedoman resmi terkait makanan yang disajikan di sekolah. Artinya, lebih dari…

Baca Selengkapnya...

Es Abadi Puncak Jayawijaya akan Punah 2026, Alarm Krisis Iklim

SALJU abadi di Puncak Jayawijaya, ikon keindahan alam Papua, menghadapi ancaman serius. BMKG memprediksi lapisan es ini akan punah pada 2026. Lenyapnya es ini bukan sekadar kehilangan simbol alam, tetapi juga bukti nyata dari percepatan krisis iklim global. Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, pencairan es di Puncak Jayawijaya merupakan dampak langsung dari peningkatan suhu akibat…

Baca Selengkapnya...

Krisis Iklim Ancam Olimpiade, Atlet Global Tuntut Perubahan

DUNIA olahraga kini semakin terhimpit oleh ancaman krisis iklim. Sebanyak 451 atlet dari 91 negara, termasuk Indonesia, menyerukan tindakan nyata kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk memperkuat aksi mitigasi iklim. Mereka khawatir, tanpa langkah serius, masa depan olahraga global bisa terancam. Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan. Fenomena ini telah mengganggu jadwal kompetisi,…

Baca Selengkapnya...

Mengakhiri Ketimpangan Agraria, Jalan Panjang Menuju Keadilan

KEADILAN sosial dalam kepemilikan dan pengelolaan tanah menjadi isu krusial yang terus diperjuangkan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya pemerataan akses terhadap tanah bagi masyarakat luas. Ia berharap semangat Ramadhan dan Idul Fitri menjadi inspirasi dalam mewujudkan kebijakan yang lebih adil dan inklusif. Tanah untuk Semua, Bukan Segelintir…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Investasikan Rp 155,5 Triliun untuk Ketahanan Pangan

PEMERINTAH Indonesia fokus untuk memperkuat ketahanan pangan, dengan meningkatkan alokasi anggaran untuk sektor ini pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Setelah alokasi sebesar Rp 114,3 triliun pada APBN 2024, anggaran ketahanan pangan pada 2025 melonjak menjadi Rp 155,5 triliun. Penambahan sebesar Rp 41,2 triliun ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung produktivitas pertanian, perikanan,…

Baca Selengkapnya...