FOLU, Raja Karbon Indonesia di Pasar Global

INDONESIA kini berada di garis depan dalam upaya global menurunkan emisi karbon. Pemerintah tengah mempersiapkan skema perdagangan karbon di sektor kehutanan dan penggunaan lahan (FOLU – Forest and Other Land Uses). Sektor ini dipandang sebagai potensi besar yang dapat memberikan nilai tambah, terutama bagi negara dengan kekayaan hutan seperti Indonesia. Langkah ini datang tak lama…

Baca Selengkapnya...

Bali Wajibkan Penggunaan Tumbler untuk Kurangi Sampah Plastik

MULAI 3 Februari 2025, Pemerintah Provinsi Bali akan menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh pegawai pemerintahan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta sekolah di Bali untuk menggunakan tumbler. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali…

Baca Selengkapnya...

Kematian Ikan di Danau Maninjau, Dampak Cuaca Ekstrem pada Perikanan

KEMATIAN massal ikan keramba jaring apung yang melanda Danau Maninjau, Padang, Sumatra Barat, pada pertengahan Januari 2025, mengingatkan kita akan betapa rentannya ekosistem perikanan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Fenomena yang menyebabkan matinya 75 ton ikan ini menjadi tantangan serius bagi para petani keramba dan pengelola sumber daya perikanan di daerah tersebut. Terutama, di tengah upaya…

Baca Selengkapnya...

Pola Makan Nabati, Solusi Hijau untuk Masa Depan Bumi

KRISIS iklim kian memuncak, dan salah satu pemicu utamanya mungkin ada di atas piring Anda. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Oxford Open Climate Change mengungkapkan bahwa sistem pangan global, khususnya peternakan hewan, berkontribusi hingga sepertiga dari total emisi gas rumah kaca dunia. Fakta ini menempatkan sistem pangan sebagai salah satu elemen paling kritis dalam…

Baca Selengkapnya...

AS Mundur dari Perjanjian Paris, Dampak bagi Iklim dan Indonesia

KEPUTUSAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali menarik negara tersebut dari Perjanjian Iklim Paris semakin memicu perdebatan di kalangan praktisi dan pemerhati isu keberlanjutan. Meski Perjanjian Paris bukanlah sebuah kesepakatan yang mengikat secara hukum, dokumen ini menjadi landasan kerja sama global dalam mengatasi pemanasan global. Bagaimana dampak keputusan ini bagi dunia dan Indonesia,…

Baca Selengkapnya...

Mengalihkan Utang untuk Melindungi Terumbu Karang Indonesia

INDONESIA dan Amerika Serikat pada 15 Januari 2025, menyelesaikan proses pengalihan utang sebesar 35 juta dollar AS (sekitar Rp 573 miliar) yang akan digunakan untuk konservasi laut di Indonesia. Dana ini akan diprioritaskan untuk melindungi ekosistem terumbu karang yang ada di kawasan Bentang Laut Kepala Burung dan Laut Sunda-Banda. Ini merupakan dua area yang tergolong…

Baca Selengkapnya...

Menyiasati Kesenjangan Pendanaan SDGs dengan Teknologi dan Inovasi

KESENJANGAN pendanaan untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis teknologi untuk menjawab persoalan ini. Dalam SDGs Lecture yang diselenggarakan Bappenas pada Jumat (17/1/2025), Arif menjelaskan langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mendukung keberlanjutan di berbagai sektor….

Baca Selengkapnya...

Indonesia Bersiap Luncurkan Perdagangan Karbon Internasional Perdana

INDONESIA mengambil langkah besar dalam upaya keberlanjutan global. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, mengumumkan bahwa negara ini siap menggelar perdagangan karbon internasional pertama melalui Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) pada 20 Januari 2025. Langkah ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mewujudkan komitmen pengurangan emisi dan mendorong kolaborasi global untuk masa depan…

Baca Selengkapnya...

Obligasi Hijau dan Sosial, Rekor Baru Utang Berkelanjutan di 2025

PASAR utang berkelanjutan global terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, Bloomberg Intelligence memproyeksikan nilai penawaran utang ini mencapai angka fantastis, yaitu US$2,1 triliun. Pertumbuhan ini dipicu oleh minat yang kuat terhadap obligasi hijau (green bond) dan obligasi sosial, terutama dari lembaga pemerintah yang mencari pendanaan untuk program keberlanjutan. Tidak hanya itu, tren ini juga mencerminkan…

Baca Selengkapnya...