Tagihan Ekologis Sumatra Jatuh Tempo, Batang Toru Mengirim Alarm ke Jakarta

Deforestasi sistemik, izin ekstraktif, dan tata kelola hutan yang keliru menjelma bencana hidrometeorologi besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. KRISIS ekologis Sumatra kini bukan lagi wacana akademik. Tapi, sudah tiba dalam bentuk paling brutal, yakni banjir besar, tanah longsor, korban jiwa, dan keruntuhan infrastruktur. Di balik layar bencana ini, ada fakta struktural yang…

Baca Selengkapnya...

Banjir Sumatra Bongkar Celah Tata Kelola Proyek Energi Hijau

INDONESIA menaruh harapan besar pada energi terbarukan untuk mengurangi emisi dan memperkuat kemandirian energi. Namun, tragedi banjir besar di Sumatra memunculkan pertanyaan baru, sejauh mana proyek-proyek hijau ini mempengaruhi stabilitas ekologi? Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mulai menelusuri indikasi keterkaitan antara ekspansi proyek energi terbarukan dan kejadian banjir di tiga provinsi…

Baca Selengkapnya...

Banjir Bandang Sumatra 2025: Ketika Hulu Runtuh, Hilir Membayar Mahal

PULAU Sumatra kembali memasuki babak kelam. Sejak 24 November 2025, rangkaian banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Skala bencananya mengoyak nalar. BNPB melaporkan 469 warga meninggal, 474 hilang, 647 terluka, dan lebih dari 1,7 juta jiwa terdampak. Sebanyak 480 ribu orang mengungsi di 48 kabupaten, dengan 214 jembatan rusak,…

Baca Selengkapnya...

Tesso Nilo di Titik Kritis

TAMAN Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena luasnya yang kini hanya tersisa 12.561 hektare sebagai hutan alami, sekitar 15% dari total kawasan, tetapi juga karena konflik lapangan yang kian terbuka. Perusakan pos pengamanan, pengusiran petugas, hingga penjarahan ribuan bibit rehabilitasi memperlihatkan bagaimana upaya konservasi berada dalam tekanan yang nyata. Fenomena…

Baca Selengkapnya...

Banjir Aceh dan Krisis Tata Air, Ketika Sungai Melemah dan Lahan Kehilangan Daya Serap

PADA akhir November 2025, Aceh kembali terendam banjir besar. Dari Gayo Lues hingga pesisir Bireuen dan Pidie, air meluap, rumah tergenang, dan jalan-jalan terputus. Di banyak tempat, warga menyebut situasi ini sebagai “banjir tahunan”. Namun gambaran itu semakin tidak relevan. Yang terjadi bukan sekadar banjir musiman. Aceh sedang memasuki fase baru krisis tata air, di…

Baca Selengkapnya...

Banjir Besar Aceh–Tapanuli, Cuaca Ekstrem Menguji Tata Ruang yang Rapuh

BENCANA banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 menjadi peringatan keras bahwa cuaca ekstrem bukan lagi anomali, melainkan ujian terhadap sistem tata ruang dan tata air yang telah lama melemah. Hingga Jumat (28/11), BNPB mencatat 72 korban meninggal, puluhan lainnya masih hilang, dan ribuan warga mengungsi….

Baca Selengkapnya...

Gunung Memanas Lebih Cepat, Ancaman Baru bagi Miliaran Penduduk Dunia

PEGUNUNGAN di seluruh dunia sedang berubah lebih cepat daripada yang kita bayangkan. Peningkatan suhu, pola curah hujan yang makin tak menentu, dan pergeseran salju menjadi hujan membuat kawasan ini menghadapi tekanan iklim yang jauh lebih intens dibanding daerah dataran rendah. Dampaknya tidak hanya ekologis. Jutaan rumah tangga, pertanian, hingga sistem air bersih di Asia, Amerika…

Baca Selengkapnya...

Air Dunia di Titik Kritis, Ketahanan Pangan dan Energi Terancam Jika Tata Kelola Tidak Berubah

KRISIS air global bukan lagi gambaran masa depan. Kondisi itu hadir sekarang dan menekan sistem pangan, energi, dan pembangunan jauh lebih cepat dari kemampuan negara-negara menanganinya. Di tengah situasi itu, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Air, Retno Marsudi, memberi peringatan keras, “Kondisi sumber daya air dunia tidak baik-baik saja.” Pernyataan ini bukan alarm…

Baca Selengkapnya...

Aviasi di Titik Balik, Taruhan Besar Menuju Penerbangan Rendah Karbon

Bagian 3 dari Serial Editorial “Masa Depan Pariwisata Indonesia 2025–2026” Pengantar Redaksi Serial ini membedah arah baru pariwisata global dan nasional melalui perspektif ekonomi, geopolitik, iklim, investasi, hingga transformasi teknologi. Seluruh laporan disusun berdasarkan data resmi, termasuk Indonesia Tourism Outlook 2025–2026 — publikasi kolaborasi Bank Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian PPN/Bappenas.Dan berikut…

Baca Selengkapnya...

Fatwa Sampah MUI, Sinyal Moral untuk Tata Kelola Air dan Ekonomi Sirkular Indonesia

SUNGAI, danau, dan laut Indonesia terus tertekan oleh volume sampah yang meningkat setiap tahun. Di beberapa wilayah, sungai berubah menjadi jalur pembuangan limbah plastik dan organik. Laut Nusantara, yang menjadi penopang perikanan dan pariwisata, menanggung beban mikroplastik yang telah masuk ke rantai makanan manusia. Di tengah urgensi itu, Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI)…

Baca Selengkapnya...