Banjir Sumatra Mengungkap Sesuatu, Indonesia Kehilangan Sistem Alarm Lingkungan

BANJIR besar di Sumatra bukan sekadar peristiwa alam. Itu iadalah stress test kebijakan lingkungan Indonesia. Bukan hanya curah hujan ekstrem yang menjadi penyebab, melainkan hilangnya sistem alarm ekologi yang seharusnya mendeteksi risiko jauh sebelum air meluap ke desa-desa. Kasus ini memperlihatkan sesuatu yang lebih mengkhawatirkan. Kerusakan hulu dianggap ‘wajar’ sampai bencana datang dan membuka semuanya….

Baca Selengkapnya...

Banjir Sumatra Menguji Hukum Lingkungan: Satgas Turun, Publik Menanti Pembuktian

Oleh Redaksi SustainReview GELONDOINGAN kayu yang hanyut di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengubah citra bencana menjadi sesuatu yang lebih politis dan ekologis. Banjir bukan hanya air yang datang mendadak. Air bah menawarkan bukti visual bahwa tata kelola hutan di hulu retak. Sepekan terakhir, drone warga memperlihatkan batang-batang kayu raksasa mengapung dan menutup badan…

Baca Selengkapnya...

Mikroplastik di Perut Sapi, Alarm Baru untuk Regulasi Pangan dan Pertanian

DI BALIK narasi “food security”, ada ancaman kecil yang tak terlihat mata. Mikroplastik kini terbukti masuk dan bereaksi langsung di dalam lambung sapi. Penemuan ini mengguncang diskusi mengenai tata kelola pertanian modern dan keamanan pangan. Sektor peternakan selama ini dipersepsikan sebagai penerima dampak polusi plastik dari hilir, bukan ekosistem aktif yang ikut mengolahnya. Namun riset…

Baca Selengkapnya...

Kayu Terapung, Tata Kelola yang Tenggelam di Bencana Sumatra

GELONDONGAN kayu yang terseret banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengubah wajah bencana menjadi lebih gamblang. Air bah tidak hanya merendam rumah dan memutus akses, tetapi juga mengangkat tanda tanya besar, dari mana kayu-kayu itu berasal? Pemerintah bergerak cepat setelah temuan visual dari lapangan dan drone menunjukkan batang-batang berdiameter besar yang hanyut di…

Baca Selengkapnya...

Tagihan Ekologis Sumatra Jatuh Tempo, Batang Toru Mengirim Alarm ke Jakarta

Deforestasi sistemik, izin ekstraktif, dan tata kelola hutan yang keliru menjelma bencana hidrometeorologi besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. KRISIS ekologis Sumatra kini bukan lagi wacana akademik. Tapi, sudah tiba dalam bentuk paling brutal, yakni banjir besar, tanah longsor, korban jiwa, dan keruntuhan infrastruktur. Di balik layar bencana ini, ada fakta struktural yang…

Baca Selengkapnya...

Banjir Sumatra Bongkar Celah Tata Kelola Proyek Energi Hijau

INDONESIA menaruh harapan besar pada energi terbarukan untuk mengurangi emisi dan memperkuat kemandirian energi. Namun, tragedi banjir besar di Sumatra memunculkan pertanyaan baru, sejauh mana proyek-proyek hijau ini mempengaruhi stabilitas ekologi? Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mulai menelusuri indikasi keterkaitan antara ekspansi proyek energi terbarukan dan kejadian banjir di tiga provinsi…

Baca Selengkapnya...

Banjir Bandang Sumatra 2025: Ketika Hulu Runtuh, Hilir Membayar Mahal

PULAU Sumatra kembali memasuki babak kelam. Sejak 24 November 2025, rangkaian banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Skala bencananya mengoyak nalar. BNPB melaporkan 469 warga meninggal, 474 hilang, 647 terluka, dan lebih dari 1,7 juta jiwa terdampak. Sebanyak 480 ribu orang mengungsi di 48 kabupaten, dengan 214 jembatan rusak,…

Baca Selengkapnya...

Tesso Nilo di Titik Kritis

TAMAN Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena luasnya yang kini hanya tersisa 12.561 hektare sebagai hutan alami, sekitar 15% dari total kawasan, tetapi juga karena konflik lapangan yang kian terbuka. Perusakan pos pengamanan, pengusiran petugas, hingga penjarahan ribuan bibit rehabilitasi memperlihatkan bagaimana upaya konservasi berada dalam tekanan yang nyata. Fenomena…

Baca Selengkapnya...

Banjir Aceh dan Krisis Tata Air, Ketika Sungai Melemah dan Lahan Kehilangan Daya Serap

PADA akhir November 2025, Aceh kembali terendam banjir besar. Dari Gayo Lues hingga pesisir Bireuen dan Pidie, air meluap, rumah tergenang, dan jalan-jalan terputus. Di banyak tempat, warga menyebut situasi ini sebagai “banjir tahunan”. Namun gambaran itu semakin tidak relevan. Yang terjadi bukan sekadar banjir musiman. Aceh sedang memasuki fase baru krisis tata air, di…

Baca Selengkapnya...

Banjir Besar Aceh–Tapanuli, Cuaca Ekstrem Menguji Tata Ruang yang Rapuh

BENCANA banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 menjadi peringatan keras bahwa cuaca ekstrem bukan lagi anomali, melainkan ujian terhadap sistem tata ruang dan tata air yang telah lama melemah. Hingga Jumat (28/11), BNPB mencatat 72 korban meninggal, puluhan lainnya masih hilang, dan ribuan warga mengungsi….

Baca Selengkapnya...