Indonesia-Inggris Uji Implementasi Aksi Iklim Pasca COP30

HASIL COP30 di Belém belum cukup. Itu pesan yang dibawa Indonesia ke meja bilateral dengan Inggris. Bagi Jakarta, perundingan global belum menjawab skala krisis yang sudah terasa di lapangan. Diplomasi kini harus bergerak ke fase implementasi. Cepat, terukur, dan berbasis data. Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq dengan Utusan Khusus Iklim Inggris Rachel…

Baca Selengkapnya...

Bunker Nuklir Inggris Tergerus Erosi, Alarm Dini bagi Kebijakan Pesisir Indonesia

SEBUAH bunker nuklir era Perang Dingin di pesisir East Yorkshire, Inggris, kini berada di ambang kehancuran. Bangunan bata merah yang berdiri di tepi tebing itu diperkirakan hanya tinggal menunggu hari sebelum runtuh ke Laut Utara. Penyebabnya bukan konflik geopolitik, melainkan erosi pesisir yang berlangsung cepat dan konsisten. Ironinya kuat. Struktur yang dirancang untuk bertahan dari…

Baca Selengkapnya...

Banjir Akibat Iklim Bukan Lagi Risiko Jauh

PERUBAHAN iklim sering dibahas sebagai ancaman jangka panjang. Namun bukti ilmiah terbaru menunjukkan sebaliknya. Risiko itu tidak lagi berada di masa depan. Tapi, sudah bekerja hari ini, perlahan, tertunda, tetapi mematikan. Salah satu manifestasi paling nyata adalah meningkatnya banjir bandang dari danau gletser, atau glacial lake outburst floods (GLOFs). Fenomena ini terjadi ketika danau yang…

Baca Selengkapnya...

Aliansi NAP, Instrumen Baru untuk Menutup Kesenjangan Pendanaan Adaptasi Global

Belém menandai babak baru. Negara, bank pembangunan, filantropi, dan PBB mulai merapikan ekosistem pendanaan adaptasi. KETIKA dunia sibuk memperdebatkan fase akhir penurunan emisi, kebutuhan akan aksi adaptasi justru meningkat tajam. Di COP30 Belém, sebuah langkah penting akhirnya muncul berupa peluncuran Alliance for the Implementation of National Adaptation Plans (NAPs). Aliansi ini dibentuk untuk satu tujuan…

Baca Selengkapnya...

Kota, Barisan Pertama dan Pertahanan Terakhir Iklim Dunia

DI TENGAH meningkatnya frekuensi gelombang panas, banjir, dan kekeringan yang melanda dunia, kota-kota kini bukan lagi sekadar latar belakang dari krisis iklim, melainkan panggung utama tempat solusi harus lahir. Hal ini ditegaskan dalam pernyataan penutup Ministerial Meeting on Urbanization and Climate Change pada Selasa (11/11), di mana Presiden COP30, Duta Besar André Corrêa do Lago,…

Baca Selengkapnya...

Negara Pulau Kecil Menanggung Krisis Iklim yang Bukan Mereka Ciptakan

NEGARA-negara kepulauan kecil di dunia menghadapi ancaman eksistensial akibat perubahan iklim yang mereka sendiri nyaris tidak sebabkan. Laporan terbaru Global Commission on Adaptation (GCA) memperkirakan kerugian ekonomi Negara-Negara Berkembang Pulau Kecil (Small Island Developing States/SIDS) dapat mencapai 476 miliar dolar AS pada tahun 2050 jika langkah adaptasi tidak segera dipercepat. Padahal, 39 negara kepulauan yang…

Baca Selengkapnya...

Rp610 Triliun Sudah Dibelanjakan, Apa Dampaknya bagi Ketahanan Iklim?

TIDAK kurang dari Rp76,3 triliun per tahun. Angka ini bukan sekadar angka. Setiap tahunnya, pemerintah Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp76,3 triliun dari APBN untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Ini bukan wacana, melainkan komitmen nyata. Dana tersebut masuk dalam skema Climate Budget Tagging—sebuah pendekatan yang memungkinkan identifikasi belanja negara yang berdampak pada iklim, baik untuk mitigasi…

Baca Selengkapnya...

Mangrove, Solusi Alami Hemat $855 Miliar untuk Banjir

KETIKA bencana banjir semakin sering melanda akibat dampak perubahan iklim, solusi alami justru menjadi jawaban penting. Mangrove, ekosistem pesisir yang sering diabaikan, kini mendapat pengakuan sebagai pertahanan banjir yang tak ternilai. Sebuah studi terbaru dari Center for Coastal Climate Resilience di UC Santa Cruz menyoroti manfaat besar mangrove dalam melindungi masyarakat pesisir dan menghemat biaya…

Baca Selengkapnya...