Ambisi PLTN 2032 dan Krisis Talenta Nuklir Indonesia

INDONESIA mulai membuka jalan menuju era energi nuklir. Pemerintah menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama dapat beroperasi sekitar 2032 sebagai bagian dari strategi diversifikasi energi dan penguatan transisi menuju sistem energi rendah karbon. Namun di balik rencana tersebut, muncul satu tantangan mendasar yang jarang dibahas secara terbuka, yakni ketersediaan sumber daya manusia. Badan Riset…

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Indonesia dalam Bayang-bayang Kepentingan Batu Bara

TRANSISI energi sering dipahami sebagai persoalan teknologi, investasi, atau target emisi. Namun dalam banyak kasus, arah perubahan energi justru lebih ditentukan oleh konfigurasi kekuasaan ekonomi dan politik yang membentuk kebijakan. Indonesia bukan pengecualian. Di balik komitmen menuju ekonomi rendah karbon, berbagai kepentingan yang terkait dengan industri batu bara masih memainkan peran signifikan dalam menentukan arah…

Baca Selengkapnya...

RUKN dan RUPTL Digugat, Risiko Hukum dalam Peta Transisi Energi Indonesia

TRANSISI energi Indonesia kini diuji di ruang sidang. Bukan melalui debat akademik. Bukan lewat negosiasi internasional. Melainkan lewat gugatan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Tim Advokasi Koalisi Bersihkan Indonesia menggugat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengesahan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034…

Baca Selengkapnya...

Arus Laut dalam Peta Listrik Nasional, Uji Serius Transisi Energi

POTENSI energi laut Indonesia mencapai 63 GW, tetapi target awal dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 baru menyentuh 40 MW. Di situlah cerita transisi energi laut Indonesia dimulai, kecil dalam angka, besar dalam pesan kebijakan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pemanfaatan arus laut resmi masuk dalam dokumen Perusahaan Listrik Negara RUPTL…

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Indonesia Terkunci Hiper-Regulasi

Ketika Terlalu Banyak Aturan Justru Mematikan Inovasi INDONESIA sesungguhnya tidak kekurangan energi.Yang makin langka justru ruang kebijakan. Di atas kertas, negeri ini duduk di atas cadangan batu bara besar, perkebunan sawit terluas di dunia, dan potensi energi terbarukan yang hampir tak tertandingi. Namun di lapangan, banyak pelaku energi merasa seperti berjalan di lorong sempit yang…

Baca Selengkapnya...