Mikroplastik di Perut Sapi, Alarm Baru untuk Regulasi Pangan dan Pertanian

DI BALIK narasi “food security”, ada ancaman kecil yang tak terlihat mata. Mikroplastik kini terbukti masuk dan bereaksi langsung di dalam lambung sapi. Penemuan ini mengguncang diskusi mengenai tata kelola pertanian modern dan keamanan pangan. Sektor peternakan selama ini dipersepsikan sebagai penerima dampak polusi plastik dari hilir, bukan ekosistem aktif yang ikut mengolahnya. Namun riset…

Baca Selengkapnya...

Kayu Terapung, Tata Kelola yang Tenggelam di Bencana Sumatra

GELONDONGAN kayu yang terseret banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengubah wajah bencana menjadi lebih gamblang. Air bah tidak hanya merendam rumah dan memutus akses, tetapi juga mengangkat tanda tanya besar, dari mana kayu-kayu itu berasal? Pemerintah bergerak cepat setelah temuan visual dari lapangan dan drone menunjukkan batang-batang berdiameter besar yang hanyut di…

Baca Selengkapnya...

Tagihan Ekologis Sumatra Jatuh Tempo, Batang Toru Mengirim Alarm ke Jakarta

Deforestasi sistemik, izin ekstraktif, dan tata kelola hutan yang keliru menjelma bencana hidrometeorologi besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. KRISIS ekologis Sumatra kini bukan lagi wacana akademik. Tapi, sudah tiba dalam bentuk paling brutal, yakni banjir besar, tanah longsor, korban jiwa, dan keruntuhan infrastruktur. Di balik layar bencana ini, ada fakta struktural yang…

Baca Selengkapnya...

Banjir Sumatra Bongkar Celah Tata Kelola Proyek Energi Hijau

INDONESIA menaruh harapan besar pada energi terbarukan untuk mengurangi emisi dan memperkuat kemandirian energi. Namun, tragedi banjir besar di Sumatra memunculkan pertanyaan baru, sejauh mana proyek-proyek hijau ini mempengaruhi stabilitas ekologi? Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mulai menelusuri indikasi keterkaitan antara ekspansi proyek energi terbarukan dan kejadian banjir di tiga provinsi…

Baca Selengkapnya...

Promosi Pariwisata Indonesia di Eropa: Visual Kuat, Efektivitas Masih Gelap

PROMOSI pariwisata Indonesia kembali tampil menonjol di ruang publik Eropa. Sepanjang Juli 2025, bus, billboard, dan digital screen Wonderful Indonesia hadir di Berlin dan Roma, mengulang pola kampanye visual yang sebelumnya dilakukan pada 2017 dan 2019. Upaya ini memberi kehadiran kuat di kota-kota ikonik, namun efektivitasnya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan Eropa masih menyisakan pertanyaan besar….

Baca Selengkapnya...

Banjir Bandang Sumatra 2025: Ketika Hulu Runtuh, Hilir Membayar Mahal

PULAU Sumatra kembali memasuki babak kelam. Sejak 24 November 2025, rangkaian banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Skala bencananya mengoyak nalar. BNPB melaporkan 469 warga meninggal, 474 hilang, 647 terluka, dan lebih dari 1,7 juta jiwa terdampak. Sebanyak 480 ribu orang mengungsi di 48 kabupaten, dengan 214 jembatan rusak,…

Baca Selengkapnya...

Banjir Aceh dan Krisis Tata Air, Ketika Sungai Melemah dan Lahan Kehilangan Daya Serap

PADA akhir November 2025, Aceh kembali terendam banjir besar. Dari Gayo Lues hingga pesisir Bireuen dan Pidie, air meluap, rumah tergenang, dan jalan-jalan terputus. Di banyak tempat, warga menyebut situasi ini sebagai “banjir tahunan”. Namun gambaran itu semakin tidak relevan. Yang terjadi bukan sekadar banjir musiman. Aceh sedang memasuki fase baru krisis tata air, di…

Baca Selengkapnya...

Quality Tourism 2026, Transformasi Terakhir Menuju Pariwisata Kelas Dunia

Bagian 6 dari Serial Editorial “Masa Depan Pariwisata Indonesia 2025–2026” Pengantar Redaksi Bagian ini menutup serial “Masa Depan Pariwisata Indonesia 2025–2026,” yang merangkum arah strategis pembangunan pariwisata nasional menuju Quality Tourism sebagai fondasi baru sektor ini.Serial ini membedah wajah baru pariwisata Indonesia dan dunia melalui lensa geopolitik, iklim, digitalisasi, investasi, dan transformasi destinasi, berbasis data…

Baca Selengkapnya...

Fatwa Sampah MUI, Sinyal Moral untuk Tata Kelola Air dan Ekonomi Sirkular Indonesia

SUNGAI, danau, dan laut Indonesia terus tertekan oleh volume sampah yang meningkat setiap tahun. Di beberapa wilayah, sungai berubah menjadi jalur pembuangan limbah plastik dan organik. Laut Nusantara, yang menjadi penopang perikanan dan pariwisata, menanggung beban mikroplastik yang telah masuk ke rantai makanan manusia. Di tengah urgensi itu, Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI)…

Baca Selengkapnya...

1.700 Hakim Bersertifikat, Infrastruktur Baru Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia

DI TENGAH krisis ekologi yang kian rumit, Indonesia mulai membangun fondasi penting yang sering luput dari perhatian publik, kapasitas peradilan lingkungan. Pada sesi Paviliun Indonesia di COP30 Belém, Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Prim Haryadi mengungkapkan bahwa Indonesia kini memiliki 1.700 hakim bersertifikat lingkungan. Sebuah langkah yang jarang disorot tetapi sangat menentukan masa depan…

Baca Selengkapnya...