Quality Tourism 2026, Transformasi Terakhir Menuju Pariwisata Kelas Dunia

Bagian 6 dari Serial Editorial “Masa Depan Pariwisata Indonesia 2025–2026” Pengantar Redaksi Bagian ini menutup serial “Masa Depan Pariwisata Indonesia 2025–2026,” yang merangkum arah strategis pembangunan pariwisata nasional menuju Quality Tourism sebagai fondasi baru sektor ini.Serial ini membedah wajah baru pariwisata Indonesia dan dunia melalui lensa geopolitik, iklim, digitalisasi, investasi, dan transformasi destinasi, berbasis data…

Baca Selengkapnya...

Fatwa Sampah MUI, Sinyal Moral untuk Tata Kelola Air dan Ekonomi Sirkular Indonesia

SUNGAI, danau, dan laut Indonesia terus tertekan oleh volume sampah yang meningkat setiap tahun. Di beberapa wilayah, sungai berubah menjadi jalur pembuangan limbah plastik dan organik. Laut Nusantara, yang menjadi penopang perikanan dan pariwisata, menanggung beban mikroplastik yang telah masuk ke rantai makanan manusia. Di tengah urgensi itu, Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI)…

Baca Selengkapnya...

1.700 Hakim Bersertifikat, Infrastruktur Baru Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia

DI TENGAH krisis ekologi yang kian rumit, Indonesia mulai membangun fondasi penting yang sering luput dari perhatian publik, kapasitas peradilan lingkungan. Pada sesi Paviliun Indonesia di COP30 Belém, Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Prim Haryadi mengungkapkan bahwa Indonesia kini memiliki 1.700 hakim bersertifikat lingkungan. Sebuah langkah yang jarang disorot tetapi sangat menentukan masa depan…

Baca Selengkapnya...

Deklarasi Belém, Menggeser Paradigma Industrialisasi Hijau Dunia

BELÉM kembali mencuri perhatian dunia. Pada 14 November, di tengah dinamika perundingan COP30, 35 negara bersama organisasi internasional resmi meluncurkan Belém Declaration for Green Industrialization. Dokumen politik ini menandai babak baru industrialisasi global lebih hijau, lebih inklusif, dan lebih berpihak pada pembangunan negara berkembang. Deklarasi ini mengikat komitmen para negara untuk memodernisasi industri, mempercepat transisi…

Baca Selengkapnya...

Paul Charles: Industri Perjalanan Harus Berevolusi Menuju Langit yang Lebih Hijau

LANGIT masa depan pariwisata dunia tengah bergeser warna. Dari abu-abu emisi menuju biru kehijauan keberlanjutan. Dalam forum TOURISE Global Summit 2025, Riyadh (11–13 November 2025), pakar aviasi internasional Paul Charles menegaskan, “The industry must evolve.” Pesan itu ia sampaikan dalam wawancara eksklusif dengan SustainReview.ID, menandai momentum baru ketika dunia penerbangan dan perjalanan global mulai berpacu…

Baca Selengkapnya...

Bank Pembangunan Dunia Sepakat Percepat Pendanaan Iklim, Fokus pada Alam dan Ketahanan

HARI pertama COP30 di Belém, Brasil, ditandai dengan satu pesan kuat, keuangan global harus bekerja lebih cepat untuk iklim. Bank pembangunan multilateral (Multilateral Development Banks/MDBs) kembali menegaskan komitmen mereka mempercepat pendanaan bagi aksi adaptasi dan perlindungan alam. Dalam laporan bertajuk “From Innovation to Impact: Building Resilience for People and Planet,” MDBs memperkenalkan metrik baru untuk…

Baca Selengkapnya...

Surat dari Belém: Seruan Dunia untuk Menutup ‘Triple Gap’ Iklim

DI TENGAH menajamnya krisis iklim dan meningkatnya disinformasi global, tujuh utusan khusus untuk kawasan strategis dunia menyerukan langkah konkret dan solidaritas lintas negara. Dalam surat bersama yang dirilis pada Belém Climate Summit, mereka menegaskan dukungan bagi Presidensi COP30 Brasil dan menyerukan agar dunia tidak lagi terjebak dalam “lingkaran janji”, tetapi menempuh aksi nyata untuk menutup…

Baca Selengkapnya...

Garis Pantai Masa Depan, 0,6 Meter yang Bisa Diselamatkan

KENAIKAN permukaan laut bukan sekadar ancaman masa depan. Itu sudah berjalan hari ini, perlahan tapi pasti. Laut yang terus memuai dan lapisan es yang mencair menjadi penanda bahwa keputusan manusia beberapa dekade ke depan akan menentukan bentuk garis pantai dunia selama ratusan tahun mendatang. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Nature Climate Change (24/10/2025) menunjukkan…

Baca Selengkapnya...

Panas dan Mikroplastik, Perang Kecil di Dalam Tubuh Manusia

KETIKA suhu naik, plastik mulai beraksi. Plastik melepaskan jutaan partikel halus, mikroplastik, yang tak kasatmata tapi bisa menembus tubuh manusia, mengalir di darah, bahkan berdiam di paru-paru. Di balik secangkir kopi, mangkuk mi instan, atau pakaian olahraga berbahan poliester, tersembunyi perang kecil yang belum kita menangkan. Penelitian terbaru yang dikutip dari The Washington Post menunjukkan,…

Baca Selengkapnya...

Ketimpangan Iklim, Indonesia Menanggung Panas yang Tak Diciptakannya

KRISIS iklim global kini menunjukkan wajah paling tidak adilnya. Negara-negara kecil dan berkembang, termasuk Indonesia, menghadapi gelombang panas ekstrem yang makin sering dan mematikan. Padahal kontribusi mereka terhadap emisi karbon dunia sangat kecil. Sebuah studi internasional terbaru mengungkapkan, hingga akhir abad ini, Indonesia berpotensi mengalami lonjakan hari panas ekstrem lebih tinggi dibanding negara-negara industri besar…

Baca Selengkapnya...