Bantargebang Masuk Radar Metana Global, Tata Kelola Sampah Jadi Risiko Iklim

KRISIS sampah di Indonesia tidak lagi bisa dibaca sebagai persoalan lokal. Data satelit terbaru menunjukkan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini masuk dalam daftar sumber emisi metana terbesar di dunia. Ini menandai pergeseran penting, dari isu pengelolaan limbah menjadi risiko iklim yang terukur. Laporan Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills…

Baca Selengkapnya...

Panas Ekstrem Dorong Sistem Pangan ke Titik Kritis, Risiko Sistemik Kian Nyata

SISTEM pangan global memasuki fase tekanan baru akibat meningkatnya panas ekstrem. Panas ekstrem kini bukan sekadar risiko iklim, tetapi telah menjadi faktor sistemik yang menurunkan produksi pangan, melemahkan tenaga kerja, dan memperbesar kerentanan ekonomi global. Laporan bersama Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Meteorological Organization (UN agency) menegaskan bahwa gelombang panas yang lebih sering…

Baca Selengkapnya...

KAI Masuk B40, Seberapa Hijau Kereta Indonesia?

PERALIHAN PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke biosolar B40 menandai langkah penting dalam transisi energi sektor transportasi. Namun, langkah ini belum cukup untuk memastikan bahwa operasional kereta api di Indonesia telah benar-benar rendah emisi. KAI menyatakan seluruh lokomotif dan gensetnya kini menggunakan B40, sejalan dengan kebijakan mandatori biodiesel yang didorong oleh Kementerian Energi dan Sumber…

Baca Selengkapnya...

Mikroplastik di Perut Sapi, Alarm Baru untuk Regulasi Pangan dan Pertanian

DI BALIK narasi “food security”, ada ancaman kecil yang tak terlihat mata. Mikroplastik kini terbukti masuk dan bereaksi langsung di dalam lambung sapi. Penemuan ini mengguncang diskusi mengenai tata kelola pertanian modern dan keamanan pangan. Sektor peternakan selama ini dipersepsikan sebagai penerima dampak polusi plastik dari hilir, bukan ekosistem aktif yang ikut mengolahnya. Namun riset…

Baca Selengkapnya...

Kayu Terapung, Tata Kelola yang Tenggelam di Bencana Sumatra

GELONDONGAN kayu yang terseret banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengubah wajah bencana menjadi lebih gamblang. Air bah tidak hanya merendam rumah dan memutus akses, tetapi juga mengangkat tanda tanya besar, dari mana kayu-kayu itu berasal? Pemerintah bergerak cepat setelah temuan visual dari lapangan dan drone menunjukkan batang-batang berdiameter besar yang hanyut di…

Baca Selengkapnya...

Tagihan Ekologis Sumatra Jatuh Tempo, Batang Toru Mengirim Alarm ke Jakarta

Deforestasi sistemik, izin ekstraktif, dan tata kelola hutan yang keliru menjelma bencana hidrometeorologi besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. KRISIS ekologis Sumatra kini bukan lagi wacana akademik. Tapi, sudah tiba dalam bentuk paling brutal, yakni banjir besar, tanah longsor, korban jiwa, dan keruntuhan infrastruktur. Di balik layar bencana ini, ada fakta struktural yang…

Baca Selengkapnya...

Banjir Sumatra Bongkar Celah Tata Kelola Proyek Energi Hijau

INDONESIA menaruh harapan besar pada energi terbarukan untuk mengurangi emisi dan memperkuat kemandirian energi. Namun, tragedi banjir besar di Sumatra memunculkan pertanyaan baru, sejauh mana proyek-proyek hijau ini mempengaruhi stabilitas ekologi? Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mulai menelusuri indikasi keterkaitan antara ekspansi proyek energi terbarukan dan kejadian banjir di tiga provinsi…

Baca Selengkapnya...

Promosi Pariwisata Indonesia di Eropa: Visual Kuat, Efektivitas Masih Gelap

PROMOSI pariwisata Indonesia kembali tampil menonjol di ruang publik Eropa. Sepanjang Juli 2025, bus, billboard, dan digital screen Wonderful Indonesia hadir di Berlin dan Roma, mengulang pola kampanye visual yang sebelumnya dilakukan pada 2017 dan 2019. Upaya ini memberi kehadiran kuat di kota-kota ikonik, namun efektivitasnya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan Eropa masih menyisakan pertanyaan besar….

Baca Selengkapnya...

Banjir Bandang Sumatra 2025: Ketika Hulu Runtuh, Hilir Membayar Mahal

PULAU Sumatra kembali memasuki babak kelam. Sejak 24 November 2025, rangkaian banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Skala bencananya mengoyak nalar. BNPB melaporkan 469 warga meninggal, 474 hilang, 647 terluka, dan lebih dari 1,7 juta jiwa terdampak. Sebanyak 480 ribu orang mengungsi di 48 kabupaten, dengan 214 jembatan rusak,…

Baca Selengkapnya...

Banjir Aceh dan Krisis Tata Air, Ketika Sungai Melemah dan Lahan Kehilangan Daya Serap

PADA akhir November 2025, Aceh kembali terendam banjir besar. Dari Gayo Lues hingga pesisir Bireuen dan Pidie, air meluap, rumah tergenang, dan jalan-jalan terputus. Di banyak tempat, warga menyebut situasi ini sebagai “banjir tahunan”. Namun gambaran itu semakin tidak relevan. Yang terjadi bukan sekadar banjir musiman. Aceh sedang memasuki fase baru krisis tata air, di…

Baca Selengkapnya...