Potensi EBT Melimpah, Mengapa Indonesia Masih Tertinggal?

INDONESIA memiliki sumber energi baru dan terbarukan (EBT) yang melimpah. Namun, realitasnya pemanfaatannya masih sangat kecil. Padahal, transisi ke energi bersih semakin mendesak, terutama untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi EBT…

Baca Selengkapnya...

PLTU dan Energi Hijau, Komitmen Indonesia di Tengah Dilema Paris Agreement

INDONESIA tetap berkomitmen pada Perjanjian Paris, tetapi realitas energi murah masih menjadi pertimbangan utama. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengikuti langkah Amerika Serikat yang keluar dari perjanjian tersebut. Namun, transisi energi harus tetap memperhitungkan kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat. Energi Murah vs. Transisi Hijau Pembangkit…

Baca Selengkapnya...

Hibah 14,7 Juta Euro, Dorongan Baru untuk Transisi Energi Indonesia

INDONESIA kembali mendapat dukungan internasional dalam upaya transisi energi. Uni Eropa (UE) dan Prancis mengucurkan hibah senilai 14,7 juta euro atau sekitar Rp 248,8 miliar untuk mempercepat pengembangan energi berkelanjutan di Tanah Air. Dana ini akan dikelola melalui Indonesia Energy Transition Facility (IETF), sebuah program yang bertujuan mempercepat transformasi energi di Indonesia. Dukungan bagi PLN…

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Indonesia, Tantangan Komitmen atau Keterbatasan Anggaran?

INDONESIA tengah menghadapi tantangan besar dalam transisi energi, terutama terkait dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mencapai target net zero emissions. Namun, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang mengungkapkan bahwa program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara tidak bisa dipaksakan karena keterbatasan anggaran, menjadi sorotan….

Baca Selengkapnya...

Uni Eropa di Persimpangan, Menjaga Regulasi Hijau atau Menyederhanakan Aturan?

UNI EROPA tengah bergulat dengan dilema besar: menyederhanakan aturan keberlanjutan atau mempertahankannya demi kepastian investasi hijau. Di satu sisi, kelompok industri mengeluhkan beban birokrasi yang berlebihan. Di sisi lain, investor pro-keberlanjutan memperingatkan bahwa perubahan drastis dapat menggagalkan ambisi Eropa dalam transisi hijau. Regulasi yang Dipertaruhkan Kelompok investor global dengan dana kelolaan mencapai 6,6 triliun euro…

Baca Selengkapnya...

Dilema Batu Bara Indonesia, Dominasi Global atau Pembatasan Ekspor?

INDONESIA adalah raksasa di pasar batu bara dunia. Dengan kontribusi sekitar 30-35% dari total perdagangan global, kebijakan ekspor batu bara Tanah Air memiliki dampak besar terhadap pasar energi internasional. Namun, lonjakan produksi dan tekanan harga dari negara importir membuat pemerintah mempertimbangkan langkah-langkah strategis, termasuk kemungkinan pembatasan ekspor. Dilema Ekspor Batu Bara Menteri Energi dan Sumber…

Baca Selengkapnya...

Menilai Kegagalan Pendanaan JETP di Indonesia

JUST Energy Transition Partnership (JETP) yang dijanjikan oleh Amerika Serikat untuk membantu Indonesia dalam transisi energi hijau ternyata gagal memenuhi ekspektasi. Meskipun US$ 20 miliar telah dijanjikan untuk pendanaan proyek energi terbarukan di Indonesia, kenyataannya tidak ada dana yang dicairkan. Hal ini diungkapkan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, yang menyebutkan bahwa…

Baca Selengkapnya...

Indonesia dan Paris Agreement, Menakar Keadilan dalam Transisi Energi

AMERIKA Serikat menarik diri dari Perjanjian Iklim Paris (Paris Agreement) setelah Donald Trump resmi menjadi presiden. Langkah ini memicu perdebatan global, termasuk di Indonesia. Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menilai keputusan AS membuat kesepakatan ini tidak adil bagi negara berkembang seperti Indonesia. “Jika AS tidak mau mematuhi Paris Agreement, mengapa Indonesia harus?”…

Baca Selengkapnya...

Transisi Energi Berkeadilan, Indonesia dan Malaysia di Bayang-bayang Jepang?

KUNJUNGAN Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, ke Malaysia dan Indonesia baru-baru ini menyoroti arah kebijakan energi kawasan. Di bawah inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC), Jepang terus mendorong solusi yang masih berpusat pada bahan bakar fosil, seperti gas alam cair (LNG), co-firing amonia, serta teknologi carbon capture and storage (CCS). Alih-alih mempercepat transisi energi berkeadilan,…

Baca Selengkapnya...