Industri Aluminium Melaju, PLTU Captive Ikut Membesar

Indonesia menyiapkan lompatan besar industri aluminium. Namun, di balik ekspansi smelter, hampir 10 gigawatt pembangkit batu bara ikut membayangi. ALUMINIUM adalah salah satu logam penting dalam transisi energi. Aluminium membentuk bodi kendaraan listrik. Menopang panel surya. Mengalirkan listrik melalui jaringan transmisi. Bobotnya ringan, tahan korosi, dan dapat didaur ulang berulang kali. Namun, aluminium tidak otomatis…

Baca Selengkapnya...

PLTS 100 GW Dibangun, Industri Lokal Dapat Apa?

Indonesia memulai proyek surya terbesar dalam sejarahnya. Kapasitas manufaktur panel dalam negeri ikut melonjak. Tantangannya kini bukan sekadar memasang panel, tetapi memastikan megaproyek itu membentuk rantai industri nasional. PEMBANGUNAN PLTS 100 gigawatt peak (GWp) sudah bergerak dari rencana menuju proyek. Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2026 meluncurkan program tersebut di Gilimanuk, Bali, dengan paket awal…

Baca Selengkapnya...

Batas Pemanasan Global 1,5°C Segera Terlewati, Era Overshoot Dimulai

Dunia hampir pasti memasuki era climate overshoot. Persoalannya kini bukan hanya apakah suhu menembus 1,5°C, tetapi seberapa tinggi dan berapa lama bumi berada di atas batas tersebut. BATAS yang selama satu dekade menjadi kompas kebijakan iklim dunia hampir pasti terlewati. Laporan terbaru United Nations Environment Programme (UNEP), Limiting Overshoot: Navigating Exceedance of 1.5°C and Pathways…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Mau Mengubur Karbon Negara Lain, Siapa Menanggung Risikonya?

Indonesia memiliki modal geologi untuk menjadi pusat penyimpanan karbon regional. Peluang ekonominya besar, tetapi tanggung jawabnya dapat bertahan lama setelah kapal pengangkut pergi. INDONESIA membuka pintu untuk “mengubur” karbon negara lain di bawah perut buminya. CO₂ yang ditangkap dari kegiatan industri di luar negeri dapat diangkut melintasi laut, diterima di Indonesia, lalu disuntikkan ke dalam…

Baca Selengkapnya...

Bursa Mineral, Jalan Panjang Menjadi Penentu Harga

Indonesia menguasai sekitar 62 persen produksi nikel tambang dunia, tetapi harga komoditasnya masih merujuk pasar luar negeri. Bursa baru membuka peluang membentuk harga, menekan kebocoran, dan memperkuat ketertelusuran. Namun, semua itu bergantung pada satu modal yang tidak dapat dibentuk lewat undang-undang, kepercayaan. INDONESIA sudah memilih orang yang akan mengawasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Dalam…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi Tak Selalu Harus Cari Sumur Baru

Pembangkit panas bumi yang sudah beroperasi ternyata belum tentu selesai menghasilkan nilai. Panas yang tersisa masih dapat dimanfaatkan untuk membuat listrik tambahan. Ulubelu menjadi salah satu ujian apakah optimalisasi aset lama bisa mempercepat penambahan energi bersih tanpa selalu memulai dari eksplorasi baru. PENGEMBANGAN panas bumi biasanya membawa bayangan tentang eksplorasi, pengeboran sumur, pengujian reservoir, pembangunan…

Baca Selengkapnya...

Jalan Tol Bisa Jadi Pembangkit Listrik, Layakkah?

Delapan ratus dua kilometer koridor jalan tol diproyeksikan dapat menampung PLTS hingga sekitar 0,5 GWp dan baterai 1,5 GWh. Gagasan itu menawarkan cara baru mencari ruang bagi energi surya. Namun lahan yang tersedia belum otomatis menghasilkan listrik yang murah. SELAMA ini jalan tol dibangun untuk satu pekerjaan utama, memindahkan kendaraan. PT PLN (Persero) melihat kemungkinan…

Baca Selengkapnya...

Ketika Listrik Bersih Tak Bisa Masuk Jaringan

China diperkirakan tidak menyerap 360 TWh listrik angin dan surya hanya dalam enam bulan pertama 2026. Bagi Indonesia yang sedang mengejar pembangunan PLTS hingga 100 GW, angka itu menunjukkan bahwa menambah pembangkit bersih saja tidak cukup. Jaringan, penyimpanan, fleksibilitas sistem, dan desain pasar listrik harus ikut bergerak. ADA paradoks baru dalam transisi energi. Sebuah negara…

Baca Selengkapnya...

100 GW PLTS, Seberapa Siap Sistem Listrik Indonesia?

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 GW dan menyebut 30 GW akan dibangun tahun ini. Dibanding kapasitas surya Indonesia yang baru sekitar 1,5 GW pada akhir 2025, tantangannya bukan lagi sekadar memasang panel, tetapi menyiapkan jaringan, penyimpanan energi, pembiayaan, dan industri untuk lompatan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. INDONESIA sedang menyiapkan lompatan energi…

Baca Selengkapnya...