UNI Eropa tengah menyiapkan babak baru dalam kebijakan iklim global. Bukan lagi hanya soal baja, semen, atau aluminium mentah. Brussels kini membidik emisi yang tersembunyi lebih jauh di dalam rantai pasok industri, dari suku cadang otomotif hingga peralatan rumah tangga.
Draf dokumen Komisi Eropa yang dilihat Reuters menunjukkan rencana perluasan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) ke produk manufaktur seperti komponen mobil, lemari es, mesin cuci, produk konstruksi, hingga berbagai peralatan industri. Langkah ini menandai pergeseran penting. CBAM bergerak dari hulu ke hilir, dari bahan baku ke produk jadi.
Menurut analisis yang dikutip ESG News, arah kebijakan ini mencerminkan kekhawatiran Uni Eropa bahwa pembatasan karbon di level bahan mentah saja tidak cukup untuk menutup celah carbon leakage. Produk hilir dengan kandungan baja dan aluminium tinggi tetap berpotensi “menyelinap” dari rezim harga karbon Eropa.
Menutup Celah Carbon Leakage
Dalam drafnya, Komisi Eropa secara eksplisit menyebut bahwa perluasan cakupan CBAM ditujukan untuk melindungi sektor industri yang berada lebih dalam di rantai nilai. Risiko carbon leakage, yakni relokasi produksi ke negara dengan regulasi iklim lebih longgar, dinilai tetap tinggi jika kebijakan berhenti di level komoditas dasar.
Baca juga: Ekonomi Karbon Multiskema, Jalan Tengah Menuju Pembiayaan Iklim Rp4.500 Triliun
Produk konstruksi untuk jembatan, transformator listrik, kabel, hingga mesin pertanian masuk dalam radar. Ini mengisyaratkan satu hal, bahwa CBAM bukan lagi instrumen teknis, melainkan alat strategis yang menyentuh inti sistem industri Eropa.
Instrumen Perdagangan dengan Ambisi Iklim
Secara desain, CBAM menyamakan biaya karbon produk impor dengan harga karbon domestik Uni Eropa. Tujuannya ganda, melindungi industri Eropa dan mendorong dekarbonisasi global melalui tekanan pasar.
Baca juga: Hutan Sumatra di Peta Netral Karbon Apple 2030
Namun resistensi internasional menguat. Negara-negara seperti China, India, dan Afrika Selatan menilai CBAM bersifat diskriminatif. Bagi banyak ekonomi berkembang, biaya transisi industri rendah karbon masih tinggi, sementara akses teknologi bersih terbatas.

Perluasan CBAM ke produk konsumen berpotensi memperkeras friksi tersebut, terutama karena dampaknya mulai terasa langsung di pasar akhir.
Daur Ulang Pendapatan dan Dilema Daya Saing
Draf kedua Komisi Eropa merinci rencana penggunaan pendapatan CBAM. Sekitar 25% pendapatan akan dialokasikan pada 2028–2029 untuk mengompensasi produsen Eropa atas kenaikan biaya akibat tarif karbon impor. Total pendapatan CBAM diperkirakan mencapai €2,1 miliar pada 2030.
Baca juga: Jejak Karbon Orang Kaya, 10% Picu 65% Pemanasan Global
Namun, akses ke dana ini bersyarat. Industri hanya berhak menerima kompensasi jika berinvestasi nyata dalam pengurangan jejak karbon produksi. Skema ini merespons tekanan pelaku industri Eropa yang menuntut perlindungan daya saing selama masa transisi.
Di sisi lain, Komisi menghindari kompensasi langsung bagi eksportir, langkah yang dinilai berisiko melanggar aturan WTO. Di sinilah ketegangan antara kebijakan iklim, perdagangan bebas, dan hukum internasional semakin terasa.
Sinyal Penting bagi Eksekutif dan Investor
Bagi pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan investor global, pesan dari Brussels semakin jelas. CBAM berevolusi dari kebijakan iklim menjadi instrumen industri dan perdagangan strategis. Perusahaan yang terhubung dengan pasar Uni Eropa, termasuk produsen Asia dan negara berkembang, perlu meninjau ulang desain produk, strategi pasok, dan investasi dekarbonisasi.
Baca juga: Citra Hijau, Data Kelabu: Saat Negara Besar Mainkan Angka Karbon
Ketika CBAM bergerak ke hilir, batas antara kebijakan iklim dan strategi industri kian kabur. Dampaknya tidak hanya akan dirasakan di Eropa, tetapi juga di negara-negara pemasok utama, termasuk Indonesia, yang posisinya semakin dekat dengan pusaran regulasi karbon global. ***
- Foto: Vicente Viana Martínez/ Pexels – Bendera Uni Eropa berkibar di salah satu kawasan kota Eropa. Uni Eropa tengah menyiapkan perluasan mekanisme pajak karbon lintas batas (CBAM) ke produk manufaktur.


