Pasar Karbon Indonesia: Instrumen Baru, Kredibilitas Lama yang Diuji

PASAR karbon Indonesia mulai bergerak sebagai instrumen ekonomi, bukan lagi sekadar narasi lingkungan. Namun, pertanyaan kuncinya belum berubah, apakah sistem ini cukup kredibel untuk menarik modal global? Pasar karbon pada dasarnya adalah mekanisme yang memberi nilai ekonomi pada penurunan emisi. Dalam praktiknya, perusahaan dapat membeli kredit karbon untuk mengimbangi emisi yang tidak dapat mereka kurangi…

Baca Selengkapnya...

Carbon Removal Jadi Infrastruktur, Microsoft Kunci Pasokan 15 Tahun

PASAR karbon global mulai berubah arah. Bukan lagi sekadar kompensasi emisi, tapi masuk fase baru, infrastruktur jangka panjang. Kesepakatan Microsoft untuk membeli 626.000 ton kredit carbon removal selama 15 tahun dari proyek North Star di Kanada menjadi sinyal kuat. Korporasi kini tidak lagi berburu offset murah, tetapi mengunci pasokan karbon yang bersifat permanen, terukur, dan…

Baca Selengkapnya...

Karbon Masuk Taman Nasional, Ujian Baru Konservasi Way Kambas

RENCANA perubahan zonasi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) membuka perdebatan serius dalam tata kelola konservasi Indonesia. Di satu sisi, pemerintah mendorong pemanfaatan jasa lingkungan karbon sebagai instrumen perlindungan dan rehabilitasi. Di sisi lain, organisasi lingkungan melihatnya sebagai kemunduran prinsipil dalam pengelolaan kawasan pelestarian alam. Melalui Balai TN Way Kambas, Kementerian Kehutanan merancang penetapan sekitar…

Baca Selengkapnya...

Pajak Karbon Eropa Menyasar Suku Cadang Mobil dan Peralatan Rumah Tangga

UNI Eropa tengah menyiapkan babak baru dalam kebijakan iklim global. Bukan lagi hanya soal baja, semen, atau aluminium mentah. Brussels kini membidik emisi yang tersembunyi lebih jauh di dalam rantai pasok industri, dari suku cadang otomotif hingga peralatan rumah tangga. Draf dokumen Komisi Eropa yang dilihat Reuters menunjukkan rencana perluasan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM)…

Baca Selengkapnya...

Ekonomi Karbon untuk Semua, Hutan dan Masyarakat Harus Sama-sama Untung

PERDAGANGAN karbon di Indonesia memasuki fase penting. Di atas kertas, potensinya luar biasa. Hutan tropis, lahan gambut, dan keanekaragaman hayati Indonesia adalah modal besar untuk pasar karbon global. Namun, pertanyaan mendasar masih menggantung, sudahkah masyarakat di akar rumput merasakan manfaat nyata dari ekonomi karbon ini? Kesadaran yang Belum Menjadi Nilai Ekonomi Menurut Research Associate Climate…

Baca Selengkapnya...

Dana Karbon untuk Hutan, Harapan Baru dari Perpres 110/2025

KEBIJAKAN baru perdagangan karbon di Indonesia mulai bergerak. Di balik jargon pasar karbon dan nilai ekonomi emisi, pemerintah menyisipkan ambisi lain, membuka sumber dana segar untuk menjaga hutan dan satwa liar yang kian terdesak. Instrumen Baru, Harapan Lama Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden No. 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian…

Baca Selengkapnya...

Ekonomi Karbon Multiskema, Jalan Tengah Menuju Pembiayaan Iklim Rp4.500 Triliun

INDONESIA tengah menghadapi salah satu tantangan pendanaan iklim terbesar di dunia. Melalui First Biennial Transparency Report (BTR) yang disampaikan ke Sekretariat UNFCCC, pemerintah memetakan kebutuhan dana mencapai US$ 282 miliar atau sekitar Rp 4.519 triliun untuk menjalankan aksi mitigasi dan adaptasi iklim hingga 2030. Angka ini bukan sekadar catatan teknokratik. Ini menggambarkan jurang pendanaan yang…

Baca Selengkapnya...

Mempercepat Ekonomi Karbon, Langkah Strategis Keberlanjutan Indonesia

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penerapan nilai ekonomi karbon di Indonesia. Kebijakan ini menjadi krusial dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak. Dalam sebuah pernyataan setelah serah terima jabatan pada 22 Oktober 2024, Hanif menyampaikan bahwa penetapan batas atas emisi menjadi langkah…

Baca Selengkapnya...