EROPA sedang menulis ulang peta energi bersihnya. Bukan lewat proyek nasional yang berdiri sendiri, tetapi lewat laut bersama. Pada Future of the North Seas Summit di Hamburg, para pemimpin Eropa menyepakati gelombang baru proyek hybrid offshore yang akan menghubungkan puluhan gigawatt listrik angin langsung ke jaringan lintas negara.
Kesepakatan ini melibatkan Inggris, Jerman, Norwegia, Denmark, Prancis, Belgia, Islandia, Irlandia, Belanda, dan Luksemburg. Laut Utara kini diposisikan sebagai reservoir energi bersih strategis bagi kawasan. Ini bukan hanya agenda iklim. Ini strategi keamanan energi.
Energi Kini Isu Kedaulatan
Perang Rusia-Ukraina mengubah kalkulasi energi Eropa. Ketergantungan pada gas pipa membuat harga listrik melonjak dan risiko geopolitik terbuka lebar. Sejak itu, energi bersih tak lagi sekadar isu lingkungan. Tapi, menjadi instrumen kedaulatan.
Inggris secara terbuka menempatkan transisi energi dalam bingkai kepentingan nasional. Menteri Energi Inggris Ed Miliband menegaskan bahwa dorongan pada energi bersih adalah cara keluar dari “rollercoaster” harga fosil dan jalan menuju kedaulatan energi. Pernyataan itu memperjelas bahwa angin lepas pantai kini berada di jantung strategi geopolitik, bukan hanya strategi dekarbonisasi.
Baca juga: AI Membeli Pembangkit Listrik, Pergeseran Baru Strategi Energi Big Tech
Tiga tahun lalu, negara-negara Laut Utara menargetkan 300 GW angin lepas pantai pada 2050. Deklarasi Hamburg memperinci arah baru,100 GW dari target itu akan dibangun sebagai proyek bersama lintas negara. Modelnya adalah hybrid offshore, di mana satu ladang angin bisa menyalurkan listrik ke beberapa negara sekaligus, mengikuti kebutuhan dan sinyal harga pasar.
Infrastruktur Mahal, tapi Strategis
Agenda ini padat modal. Turbin hanyalah awal. Dibutuhkan kabel bawah laut, platform konverter, sistem integrasi pasar, dan kerangka regulasi pembagian biaya serta pendapatan. Fokus investor kini bergeser ke interkonektor sebagai aset strategis.
Baca juga: Rekor Energi Bersih Tercapai, tapi Emisi Listrik Dunia Justru Naik
Presiden National Grid Ventures, Ben Wilson, menilai integrasi sistem Laut Utara dapat memangkas duplikasi infrastruktur dan meningkatkan efisiensi aliran listrik lintas batas. Artinya, proyek hibrida bukan hanya menambah kapasitas, tetapi juga menurunkan biaya sistem dalam jangka panjang.

Inggris masuk dalam kesepakatan ini dengan posisi kuat. Lelang angin lepas pantai terbarunya menghasilkan 8,4 GW, terbesar dalam sejarah Eropa. Gelombang investasi baru diperkirakan mengalir ke pelabuhan, galangan fabrikasi, dan aset transmisi. Sejumlah analisis industri yang dikutip ESG News menyebut aset hibrida sebagai kelas infrastruktur baru yang akan mendefinisikan fase berikutnya dari pasar offshore Eropa.
Kunci di Regulasi dan Perizinan
Ambisi 100 GW tidak akan tercapai tanpa keselarasan aturan. Desain pasar listrik, mekanisme penyeimbangan lintas negara, hingga keterkaitan sistem perdagangan emisi harus kompatibel. Tantangan terbesar tetap perizinan dan tata ruang laut, yang sering memperlambat proyek bertahun-tahun.
Baca juga: Potensi Energi Surya Melimpah, Timur Indonesia Bisa Mandiri Listrik
CEO Energy UK, Dhara Vyas, mengingatkan bahwa target ambisius ini membutuhkan penyelarasan berkelanjutan antara Inggris dan Uni Eropa dalam desain pasar listrik dan kebijakan karbon. Tanpa kepastian regulasi, arus investasi bisa tertahan.
Kerangka Hamburg mendorong perencanaan bersama. Koridor kabel dan platform konverter dapat dioptimalkan secara regional, bukan dibangun terpisah oleh tiap negara. Ini membuka jalan bagi rasionalisasi jaringan skala kawasan.
Sinyal bagi Investor dan Kawasan Lain
Bagi investor, ada tiga variabel kunci. Skema pembiayaan aset hibrida. Kedalaman integrasi pasar listrik lintas batas. Dan keseimbangan antara kompetisi nasional dengan pembangunan kolaboratif.
Secara strategis, Laut Utara kini menjadi tulang punggung jalur net zero Eropa. Target 60–80 GW kapasitas offshore pada 2030 menandai percepatan besar, dengan porsi proyek lintas batas yang terus meningkat. Model ini juga diamati kawasan lain yang berbagi laut, dari Asia Timur hingga Amerika Utara.
Baca juga: Inggris Cetak Rekor Energi Listrik Terbersih Sepanjang 2024, Apa Rahasianya?
Eropa mungkin belum sepenuhnya aman energi. Namun arah barunya tegas. Keamanan energi dan listrik bersih kini menyatu dalam satu strategi industri dan geopolitik. ***
- Foto: Ilustrasi/ Haberdoedas Photography / Pexels – Ladang turbin angin lepas pantai di kawasan Laut Utara yang diproyeksikan menjadi pusat integrasi listrik lintas negara Eropa.
SustainReview.ID – Data untuk Kebijakan, Narasi untuk Perubahan.


