Kemenko Baru Bahlil, Hilirisasi Bisa Lepas dari Batu Bara?

INDONESIA menempatkan hilirisasi dan transisi energi dalam satu kementerian koordinator. Pertanyaan berikutnya berada di kawasan industri, dari mana listrik untuk mengolah mineral akan datang? Pertanyaan itu menentukan apakah pertumbuhan industri berjalan bersama pengurangan emisi. Pabrik pengolahan mineral membutuhkan pasokan energi yang andal. Ketika kebutuhan tersebut dipenuhi dengan pembangkit batu bara baru, investasi hilirisasi bisa sekaligus…

Baca Selengkapnya...

B50 Mengalir, Siapa Menjamin Mutunya sampai ke Mesin?

Peningkatan campuran biodiesel membutuhkan pengawasan sepanjang rantai pasok. Hasil pengujian kendaraan perlu diikuti kepastian mutu bahan bakar yang diterima masyarakat. INDONESIA membawa lebih banyak sawit ke tangki kendaraan melalui B50. Namun, keberhasilan kebijakan energi ini juga bergantung pada perjalanan bahan bakar. Dari tempat produksi, tangki penyimpanan, pengangkutan, hingga masuk ke mesin. Guru Besar Universitas Pertamina…

Baca Selengkapnya...

Indonesia Mau Mengubur Karbon Negara Lain, Siapa Menanggung Risikonya?

Indonesia memiliki modal geologi untuk menjadi pusat penyimpanan karbon regional. Peluang ekonominya besar, tetapi tanggung jawabnya dapat bertahan lama setelah kapal pengangkut pergi. INDONESIA membuka pintu untuk “mengubur” karbon negara lain di bawah perut buminya. CO₂ yang ditangkap dari kegiatan industri di luar negeri dapat diangkut melintasi laut, diterima di Indonesia, lalu disuntikkan ke dalam…

Baca Selengkapnya...

Dana Iklim Asia Masuk Babak Green Discount

DANA iklim tidak lagi cukup menjual janji pengurangan emisi. Di Asia, solusi rendah karbon mulai dituntut menang dalam biaya, skala, dan daya saing. Peluncuran Fund II senilai US$100 juta oleh 100×100, perusahaan pembangun venture iklim berbasis di Singapura, menunjukkan pergeseran itu. Targetnya tidak kecil. Dana ini diarahkan untuk membangun 50 perusahaan climate tech baru di…

Baca Selengkapnya...

Adaptasi Iklim Kini Lebih Murah daripada Kerusakan Ekonomi

CUACA ekstrem tidak lagi sekadar isu lingkungan. Tapi, mulai masuk ke ruang rapat direksi, model risiko investor, hingga perhitungan nilai aset perusahaan global. Risiko iklim fisik adalah ancaman finansial yang muncul akibat dampak langsung perubahan iklim seperti banjir, hujan ekstrem, gelombang panas, kekeringan, atau badai terhadap aset, produksi, logistik, dan operasional ekonomi. Laporan terbaru CDP,…

Baca Selengkapnya...

Pantura Jawa Kehilangan Daya Dukung, Koridor Ekonomi Nasional di Ujung Risiko

PANTAI Utara (Pantura) Jawa sedang kehilangan daya dukungnya sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Dalam praktiknya, ini berarti satu hal, risiko terhadap infrastruktur, pangan, dan permukiman di koridor ekonomi utama Indonesia semakin nyata dan terakumulasi. Daya dukung pesisir adalah kemampuan suatu wilayah pantai untuk menopang aktivitas manusia tanpa mengalami kerusakan ekologis yang mengganggu fungsi dasarnya. Erosi…

Baca Selengkapnya...

El Nino Bisa Diprediksi 15 Bulan, tapi Sistem Masih Reaktif

EL NINO kuat pada 2026 bukan lagi sekadar kemungkinan. Model iklim terbaru bahkan mampu memprediksinya hingga 15 bulan sebelumnya. Pertanyaannya bukan apakah ini akan terjadi, tetapi apakah sistem kebijakan sudah siap meresponsnya. Data dari sejumlah kelompok riset global menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Tahun 2026 diperkirakan menjadi salah satu tahun terpanas dalam sejarah modern, dengan potensi…

Baca Selengkapnya...

Pengakuan Hutan Adat Dipercepat, Siapkah Sistemnya?

PERCEPATAN pengakuan hutan adat seluas 1,4 juta hektare bukan sekadar agenda sosial. Ini adalah instrumen kebijakan yang berpotensi langsung memengaruhi strategi iklim Indonesia. Dalam konteks ini, pengakuan hutan adat dapat menjadi alat efektif untuk menekan deforestasi, tetapi hanya jika sistem implementasinya siap bekerja di tingkat tapak. Pertemuan antara Kementerian Kehutanan dan Ford Foundation menegaskan arah…

Baca Selengkapnya...

Dieng: Di Balik Lanskap Indah, Ada Jejak Paparan Geogenik

PENGEMBANGAN energi panas bumi di Indonesia tidak sepenuhnya bebas risiko. Studi terbaru di kawasan Dataran Tinggi Dieng menunjukkan bahwa sistem geotermal juga membawa jalur paparan unsur geogenik yang dapat berinteraksi langsung dengan air, tanah, pangan, dan manusia. Temuan ini memperluas cara pandang terhadap geotermal. Bukan hanya sebagai sumber energi bersih, tetapi juga sebagai environmental exposure…

Baca Selengkapnya...

98 Mata Air Menurun di Bandung Utara, Sinyal Krisis Air dari Hulu

PENURUNAN debit mata air di Bandung Utara menunjukkan bahwa krisis air di Indonesia bukan semata akibat perubahan iklim, tetapi juga akibat melemahnya perlindungan zona resapan dalam kebijakan tata ruang. Temuan ini menegaskan bahwa tekanan terhadap sumber daya air sudah terjadi di hulu, jauh sebelum krisis terasa di hilir. Data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional…

Baca Selengkapnya...