Kematian Iklim Tak Merata, Adaptasi Menentukan Siapa Bertahan

Ketika suhu global naik, negara dingin justru diuntungkan, sementara negara panas menghadapi lonjakan kematian yang tak seimbang. PERUBAHAN iklim tidak hanya mengubah suhu. Tapi, mulai mengubah peta kematian global. Riset Climate Impact Lab yang berbasis di University of Chicago menunjukkan tren yang kontras. Negara-negara beriklim dingin justru akan mengalami penurunan kematian akibat suhu ekstrem, sementara…

Baca Selengkapnya...

Komodo Masuk Diplomasi Global, Indonesia Uji Peran Baru di Arena Biodiversitas

Breeding loan komodo menandai pergeseran biodiversitas dari isu konservasi menjadi instrumen diplomasi strategis Indonesia. KERJA sama breeding loan komodo antara Indonesia dan Jepang bukan sekadar program konservasi. Ini adalah sinyal bahwa biodiversitas mulai ditempatkan sebagai aset strategis dalam diplomasi global. Penandatanganan MoU antara Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Prefektur Shizuoka menunjukkan satu arah baru. Indonesia tidak…

Baca Selengkapnya...

Dekarbonisasi Masuk Fase Realistis, Indonesia Hadapi Ujian Profitabilitas Transisi Energi

Transisi energi global tidak berhenti, tetapi berubah arah. Dari ambisi menuju seleksi berbasis biaya, risiko, dan daya tahan ekonomi. DUNIA tidak sedang mundur dari dekarbonisasi. Dunia sedang mengubah cara melakukannya. Sejak 2024, dorongan global untuk menekan emisi memasuki fase baru. Bukan lagi ekspansi berbasis idealisme, melainkan seleksi berbasis realitas ekonomi. Biaya modal naik. Risiko geopolitik…

Baca Selengkapnya...

Laut Memanas, Darat Membara: Risiko Heatwave Indonesia Naik

PEMANASAN laut tidak lagi sekadar isu kelautan. Tapi, telah menjadi penggerak utama gelombang panas ekstrem di daratan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Pemanasan laut pesisir menjadi kontributor utama peningkatan gelombang panas global, dengan porsi mencapai 50–64 persen. Temuan ini muncul dari studi terbaru yang melansir Down to Earth, merangkum riset dari Potsdam Institute for…

Baca Selengkapnya...

Solusi Iklim Murah Itu Nyata, Pelajaran dari ‘Insinyur Alam’ dalam Menyerap Karbon

DI TENGAH perlombaan global mengembangkan teknologi penangkap karbon yang mahal dan kompleks, sebuah temuan ilmiah terbaru justru mengarah pada pendekatan yang lebih sederhana, bekerja bersama proses alami. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Communications Earth and Environment menunjukkan bahwa ekosistem yang dibentuk oleh berang-berang mampu berfungsi sebagai penyerap karbon bersih (net carbon sink). Temuan ini memperkuat…

Baca Selengkapnya...

SBTi FLAG 1.2, Tekanan Baru bagi Rantai Pasok Indonesia di Era Nol Deforestasi

STANDAR global kembali bergerak. Bukan pada energi atau industri, melainkan pada lahan. Pembaruan Forest, Land and Agriculture (FLAG) Guidance versi 1.2 dari Science Based Targets initiative (SBTi) mengubah cara perusahaan membaca risiko, dari sekadar emisi karbon menjadi integrasi antara iklim, alam, dan rantai pasok. Perubahan ini bukan sekadar teknis. Tapi, sekaligus mendefinisikan ulang apa yang…

Baca Selengkapnya...

Krisis Air Tidak Netral Gender, Perempuan Menanggung Ongkosnya

KRISIS bair global tidak hanya berbicara tentang kelangkaan sumber daya. Tapi, juga mencerminkan kegagalan tata kelola yang memindahkan beban layanan dasar ke rumah tangga, dan secara sistemik, ke perempuan. Laporan World Water Development Report 2026 yang dirilis UNESCO menunjukkan skala persoalan ini dengan jelas. Setiap hari, sekitar 250 juta jam dihabiskan perempuan di seluruh dunia…

Baca Selengkapnya...

Desalinasi Berubah Arah, Krisis Air Jadi Strategi Industri

KRISIS air tidak lagi diposisikan sekadar sebagai persoalan layanan publik. Sebaliknya, mulai dibaca sebagai isu strategis, setara dengan energi dan pangan. Langkah Korea Selatan membentuk koalisi nasional desalinasi menandai pergeseran itu. Negara tidak hanya membangun infrastruktur air, tetapi juga merancang industri adaptasi iklim yang siap bersaing di pasar global. Di tengah tekanan perubahan iklim yang…

Baca Selengkapnya...

El Nino 2026: Stress Test Ketahanan Pangan, Energi, dan Air Indonesia

El Nino 2026 menjadi stress test bagi ketahanan pangan, energi, dan air Indonesia, dengan dampak puncak diproyeksikan pada 2027. PROBABILITAS kemunculan El Nino pada pertengahan 2026 kini mencapai 62%, berdasarkan proyeksi terbaru dari NOAA Climate Prediction Center. Angka ini menunjukkan satu hal sederhana, peluang terjadinya lebih besar daripada tidak terjadi. Namun dalam kerangka kebijakan, angka…

Baca Selengkapnya...

B Corp Bukan Sekadar Label, tapi Ujian Kesiapan Bisnis Indonesia Masuk Pasar Eropa

PERDAGANGAN global sedang berubah arah. Bukan lagi soal tarif, melainkan standar. Dalam lanskap baru ini, keberlanjutan tidak lagi menjadi pilihan reputasi. Tapi, berubah menjadi syarat masuk pasar. Uni Eropa memimpin pergeseran ini melalui kerangka regulasi seperti Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD), yang mewajibkan perusahaan mengungkap dampak lingkungan dan sosial secara terukur. Di tengah perubahan tersebut,…

Baca Selengkapnya...