Hamdani S Rukiah

Tagihan Ekologis Sumatra Jatuh Tempo, Batang Toru Mengirim Alarm ke Jakarta

Deforestasi sistemik, izin ekstraktif, dan tata kelola hutan yang keliru menjelma bencana hidrometeorologi besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. KRISIS ekologis Sumatra kini bukan lagi wacana akademik. Tapi, sudah tiba dalam bentuk paling brutal, yakni banjir besar, tanah longsor, korban jiwa, dan keruntuhan infrastruktur. Di balik layar bencana ini, ada fakta struktural yang…

Baca Selengkapnya...

Alfamidi dan Energi Surya, Retails Mulai Masuk Babak Baru Pengelolaan Emisi

DI TENGAH eskalasi tuntutan ESG, sektor ritel Indonesia mulai melangkah dari sekadar kampanye hijau ke langkah investasi nyata. Alfamidi menjadi salah satu nama yang bergerak cepat. Sampai Oktober 2025, jaringan minimarket itu sudah mengoperasikan 30 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di delapan kantor cabang serta 21 gerai beratap panel. Skalanya memang belum masif dibandingkan kebutuhan…

Baca Selengkapnya...

Banjir Sumatra Bongkar Celah Tata Kelola Proyek Energi Hijau

INDONESIA menaruh harapan besar pada energi terbarukan untuk mengurangi emisi dan memperkuat kemandirian energi. Namun, tragedi banjir besar di Sumatra memunculkan pertanyaan baru, sejauh mana proyek-proyek hijau ini mempengaruhi stabilitas ekologi? Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mulai menelusuri indikasi keterkaitan antara ekspansi proyek energi terbarukan dan kejadian banjir di tiga provinsi…

Baca Selengkapnya...

Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Energi Terbarukan Indonesia

TRANSISI energi bukan lagi jargon kebijakan. Di tengah percepatan agenda ekonomi hijau Indonesia, Bank Mandiri muncul sebagai salah satu motor yang menggerakkan pembiayaan rendah karbon secara terukur, terarah, dan mengikuti peta jalan nasional. Pergerakan ini makin terlihat sepanjang 2025, ketika permintaan pendanaan untuk energi bersih naik sejalan dengan fokus pemerintah mengurangi emisi dan menata ulang…

Baca Selengkapnya...

Promosi Pariwisata Indonesia di Eropa: Visual Kuat, Efektivitas Masih Gelap

PROMOSI pariwisata Indonesia kembali tampil menonjol di ruang publik Eropa. Sepanjang Juli 2025, bus, billboard, dan digital screen Wonderful Indonesia hadir di Berlin dan Roma, mengulang pola kampanye visual yang sebelumnya dilakukan pada 2017 dan 2019. Upaya ini memberi kehadiran kuat di kota-kota ikonik, namun efektivitasnya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan Eropa masih menyisakan pertanyaan besar….

Baca Selengkapnya...

Banjir Bandang Sumatra 2025: Ketika Hulu Runtuh, Hilir Membayar Mahal

PULAU Sumatra kembali memasuki babak kelam. Sejak 24 November 2025, rangkaian banjir bandang dan longsor meluluhlantakkan kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Skala bencananya mengoyak nalar. BNPB melaporkan 469 warga meninggal, 474 hilang, 647 terluka, dan lebih dari 1,7 juta jiwa terdampak. Sebanyak 480 ribu orang mengungsi di 48 kabupaten, dengan 214 jembatan rusak,…

Baca Selengkapnya...

Panas Bumi Naik Kelas, PGE Bidik 1,7 GW untuk Perkuat Kedaulatan Energi

TRANSFORMASI energi Indonesia memasuki fase yang menentukan. Pemerintah menargetkan 76% tambahan kapasitas pembangkit baru dalam RUPTL 2025–2034 berasal dari energi terbarukan. Angka itu ambisius, namun strategis di tengah tekanan global untuk mempercepat transisi rendah karbon. Di antara ragam sumber energi bersih, panas bumi kembali menjadi tumpuan. Di sinilah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) bergerak…

Baca Selengkapnya...

CEO Indonesia Kini Menempatkan ESG sebagai Strategi Inti Bisnis

KEBERLANJUTAN bergerak cepat dari ruang diskusi pinggiran menjadi pusat strategi bisnis. Survei Schneider Electric Green Impact Gap 2025 menunjukkan transformasi yang semakin matang di ruang direksi perusahaan Indonesia. Sebanyak 32 persen CEO kini menyatakan perusahaannya menjalankan agenda keberlanjutan secara sistematis, naik tajam dari 23 persen pada 2023. Kenaikan ini menandai perubahan paradigma. Keberlanjutan bukan lagi…

Baca Selengkapnya...

Tesso Nilo di Titik Kritis

TAMAN Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena luasnya yang kini hanya tersisa 12.561 hektare sebagai hutan alami, sekitar 15% dari total kawasan, tetapi juga karena konflik lapangan yang kian terbuka. Perusakan pos pengamanan, pengusiran petugas, hingga penjarahan ribuan bibit rehabilitasi memperlihatkan bagaimana upaya konservasi berada dalam tekanan yang nyata. Fenomena…

Baca Selengkapnya...

Banjir Aceh dan Krisis Tata Air, Ketika Sungai Melemah dan Lahan Kehilangan Daya Serap

PADA akhir November 2025, Aceh kembali terendam banjir besar. Dari Gayo Lues hingga pesisir Bireuen dan Pidie, air meluap, rumah tergenang, dan jalan-jalan terputus. Di banyak tempat, warga menyebut situasi ini sebagai “banjir tahunan”. Namun gambaran itu semakin tidak relevan. Yang terjadi bukan sekadar banjir musiman. Aceh sedang memasuki fase baru krisis tata air, di…

Baca Selengkapnya...