R Bestian

Karbon Tanah Masuk Arus Utama, Peternakan Regeneratif Uji Kredibilitas Pasar Karbon

PASAR karbon sukarela perlahan bergerak dari janji ke pembuktian. Di Amerika Serikat, pendekatan berbasis tanah menunjukkan bahwa solusi iklim berbasis alam tidak hanya relevan secara ekologis, tetapi juga dapat diukur, diverifikasi, dan dikontrak oleh korporasi global. Perusahaan berbasis Texas, Grassroots Carbon, mencatat tonggak penting dengan menyalurkan 1,9 juta ton penghilangan karbon terverifikasi dari praktik peternakan…

Baca Selengkapnya...

Pasokan Kayu Global Masuk Fase Risiko Struktural

RANTAI pasok global yang bergantung pada kayu memasuki fase tekanan baru. Bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan bisnis yang berpotensi mengguncang stabilitas biaya, kepatuhan regulasi, hingga kepercayaan investor. Permintaan kayu yang terus meningkat kini bertemu dengan batas ekologis hutan, perubahan iklim, dan regulasi yang makin ketat. Sinyal ini menguat dalam riset terbaru yang dirilis…

Baca Selengkapnya...

PGE Perluas Lumut Balai, Panas Bumi Masuk Fase Investasi Serius

PENGEMBANGAN panas bumi Indonesia bergerak dari fase perencanaan menuju konsolidasi investasi. Langkah terbaru datang dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang memulai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW) di Sumatera Selatan. Proyek ini ditandai dengan kick-off meeting pada 12 Januari 2026. Berlokasi di Wilayah Kerja…

Baca Selengkapnya...

Hukum Lingkungan Masuk Babak Baru, Enam Korporasi Digugat atas Banjir Sumatra

BANJIR bandang yang melanda Sumatra dalam dua bulan terakhir bukan lagi dipandang sebagai sekadar bencana alam. Negara kini mulai menamainya sebagai konsekuensi dari tata kelola lahan yang gagal. Untuk pertama kalinya dalam skala besar, pemerintah membuka jalur hukum perdata terhadap korporasi yang diduga menjadi pemicu krisis ekologis tersebut. “Pertengahan bulan ini kami ajukan gugatan perdata,…

Baca Selengkapnya...

Merawat Gunung sebagai Infrastruktur Publik

GUNUNG kerap dipersepsikan sebagai ruang bebas, liar, alami, dan berdiri di luar jangkauan kebijakan publik. Namun di sejumlah negara Nordik, terutama Norwegia, pendekatan itu tidak lagi relevan. Jalur gunung diperlakukan sebagai infrastruktur publik. Dirawat, diawasi, dan dikelola secara sistematis demi menjaga keselamatan manusia sekaligus stabilitas ekosistem. Pendekatan ini terlihat dari praktik perawatan jalur pendakian yang…

Baca Selengkapnya...

Greenland: Titik Temu Krisis Iklim, Mineral Kritis, dan Retaknya Tata Kelola Global

Krisis iklim mengubah Greenland dari kawasan es terpencil menjadi medan tarik-menarik kepentingan global. KRISIS iklim kini tidak lagi berdiri di ranah lingkungan semata. Tapi, menjelma menjadi faktor penentu geopolitik global. Greenland adalah contoh paling nyata dari pergeseran itu. Pulau terbesar di dunia ini tiba-tiba berada di pusat perhatian internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump…

Baca Selengkapnya...

Pertamina Pimpin Peringkat ESG Global di Industri Minyak dan Gas Terintegrasi

PERINGKAT keberlanjutan global kembali memberi sinyal penting bagi arah tata kelola energi Indonesia. Pada akhir 2025, PT Pertamina (Persero) mencatat perbaikan signifikan dalam skor ESG (Environmental, Social, and Governance). Skor ESG Risk Rating perusahaan turun menjadi 23,1 dari 26,9 pada 2024. Dalam metodologi penilaian risiko ESG, angka yang lebih kecil justru menunjukkan tingkat risiko yang…

Baca Selengkapnya...

Mesir Mengunci Pembiayaan Iklim, Rp11,7 Triliun untuk Adaptasi dan Transisi

MESIR mengunci langkah strategis dalam pembiayaan iklim global. Melalui Global Green Bond Initiative, Kairo memobilisasi pendanaan sekitar Rp11,7 triliun (setara €688 juta) untuk memperkuat ketahanan iklim nasional sekaligus mendukung agenda penurunan emisi jangka panjang. Langkah ini menandai pergeseran penting, iklim tidak lagi diperlakukan sebagai agenda lingkungan semata, tetapi sebagai fondasi kebijakan pembangunan. Pendanaan tersebut diuraikan…

Baca Selengkapnya...

Jawa Barat dalam Krisis Ekologis Berlapis

JAWA Barat sedang berada di titik rapuh. Tekanan pembangunan yang terus menguat tidak hanya mengubah lanskap, tetapi juga mempercepat krisis ekologis yang sifatnya berlapis dan tidak seragam. Provinsi dengan lebih dari 50 juta penduduk ini menghadapi tantangan ekologis yang berbeda di setiap wilayah, dari pesisir utara hingga pegunungan selatan. Pakar Ekologi Politik IPB University, Arya…

Baca Selengkapnya...